Percaya Atau Tidak

Percaya Atau Tidak
Mulai berkenalan


__ADS_3

Satu persatu telah pergi meninggalkan pemakaman, hanya David dan adiknya yang terpukul atas kepergian ayahnya. David menenangkan Clarissa, kemudian berjalan menaiki mobil mereka untuk pulang ke rumahnya.


Clarissa adalah anak yang sangat manja kepada sang ayah dan kakaknya. Semenjak ibunya meninggal 15 tahun yang lalu, mereka pindah ke Indonesia agar tidak berlarut dalam kesedihan. Dan kini harus kembali merasakan kehilangan ayah tercinta setelah pulang dari pemakaman mereka pergi ke kamar masing-masing dan tidak ada yang keluar dari kamar, untuk makan mereka berlarut dalam kesedihan.


1 Minggu kemudian


Sinar matahari mulai menyoroti kamar tidur pria tampan yang sedang asyik dalam mimpinya, suara dering telepon genggam yang nyaring membuat tidur nyenyaknya terganggu tangannya mulai meraba-raba mencari di nakas.


📱


"hallo ada apa Rom ganggu saja tidurku" ucap David kesal.


" maafkan saya pak, saya Naomi yang bertabrakan dengan Anda waktu itu" ucap Naomi.


"oh maaf'kan saya Naomi, bagaimana klo nanti kita bertemu jam 2 siang kita bertemu di cafe Ulala bagaimana?" David mengajak bertemu Naomi.


"oh iya Pak saya akan ke sana"


"ya saya tunggu Naomi"


"ya sudah pak saya siap-siap dulu sampai bertemu lagi"


"ya"


mereka mengakhiri percakapan.


David mulai beranjak tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi. Setelah siap dia akan berangkat menuju cafe Ulala saat akan menaiki mobil seorang perempuan memanggilnya.


"kak ... inikan hari minggu kok kakak mau kemana?" tanya Clarissa pada sang kakak.


"aku ada janji dengan seseorang de"


"oh oke hati-hati dijalan jangan ngebut kak"


"Ok" sambil mengacak-acak rambut Clarissa.


tibalah Naomi di cafe Ulala disudut cafe David sudah menunggu kedatangan Naomi. David mulai melihat kedatangan Naomi


astaga cantik sekali wanita itu aku harus mencari informasi tentang dirinya, gumam David didalam hati.


David berdiri dan mempersilakan Naomi untuk duduk mereka duduk berhadapan seperti sepasang kekasih.


"apa kabar, saya David" memberikan tangannya pada Naomi.


"baik, Naomi pak" mereka bersalaman.


"maafkan saya belum bisa mengganti hari itu"


"tidak apa pak, saya ikut berduka cita"


"terimakasih dan jangan panggil saya bapak lagi saya bukan bapakmu panggil saya David"

__ADS_1


"maafkan saya pak eh maksud saya David"


David tersenyum mendengar ucapan Naomi


"ayo pesan saja apa yang kamu suka"


"terserah kamu aja David apapun aku suka asalkan enak hehe"


David memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman. 15 menit pesanan mereka sudah datang dan mulai menyantap hidangan yang disajikan


" oh ya Naomi habis ini kita ke Mall saya akan mengganti HP mu yang saya jatuhkan"


"ehmm ... tapi Dav, itu bukan salah kamu juga aku yang ceroboh juga kita bagi 2 saja"


"saya enggak terima penolakan"


"tapi --"


"anggap saja itu hadiah dariku"


ya ampun mimpi apa aku semalam apa ini mimpi!! Naomi melamun sampai David melambaikan tangan pada Naomi


"**apa kamu baik-baik saja"


"maaf kayaknya aku melupakan sesuatu"


"apa itu? yuuk kita berangkat ke Mall sekarang"


"tapi apa si Nom dari tadi tapi ... tapi ... yang saya dengar"


" tapi motorku bagaimana?"


"oh gitu aja repot sini kuncinya"


David menelpon orang untuk membawa motor Naomi dan menitipkan kuncinya pada security cafe**.


"ayo masuk ke mobilku" dan Naomi masuk ke mobil David didalam perjalanan David banyak bertanya tentang Naomi tanpa disadari sudah memasuki area parkiran. David membukakan pintu mobil untuk Naomi dan berjalan bersama.


David memilih HP yang sesuai untuk Naomi sedangkan Naomi sedang memilih HP yang sama.


"selamat sore tuan ada yang perlu saya bantu"


"oh ya Tolong berikan hp keluaran terbaru untuk --"


"untuk istri Anda tuan nah ini yang ini sangat cocok untuk istri Anda tuan"


"oke itu saja "


David pergi ke cashier dan membayarnya setelah selesai David menghampiri Naomi.


"hai Nom ada yang ingin kamu beli?"

__ADS_1


"kayaknya yang ini aja deh HP nya"


David memberikan Paperbag pada Naomi.


"ya ampun ini terlalu mahal aku ga sanggup bayarnya"


"itu untukmu kamu tidak perlu bayar cukup jadi temanku saja"


"terimakasih David aku senang jika kau ingin berteman denganku"


David tersenyum mendengar ucapan Naomi dia ingin lebih dekat dengan Naomi.


"ayo kita pulang David nanti ibuku bisa marah aku terlalu lama"


"Ok"


Setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya mereka tiba didepan rumah Naomi dan turun dari mobil.


"Nom ... berapa nomor HP milik mu" tanya David pada Naomi.


" 081234567891" dan mulai menelpon Naomi.


" ok itu nomorku jangan lupa save ya" ucap David.


"iya , ayo mampir dulu ke rumahku, silahkan duduk" ucap Naomi.


"baiklah jika kamu memaksa" dengan PDnya David berkata padahal Naomi tidak memaksanya.


Naomi hanya terkekeh.


Mama keluar dari rumah dan menyapa.


"Nom tamu nya bikinin minum dong kasian"


"iya mah"


"David ayo duduk aku tinggal dulu ke belakang"


David mengangguk mengerti ibu menyapa David.


"siapa ya kayaknya Mama baru lihat?"


"perkenalkan saya David Daviddan Bu" menyalami tangan ibu Ratna, Naomi membawakan teh dan cemilan.


"oh nak David to ... silahkan na diminum cuma alakadarnya ya nak"


"tidak apa-apa terimakasih Bu" Ucap David.


"ya ibu kedalam dulu ya nak"


...******Terimakasih******...

__ADS_1


__ADS_2