Percaya Atau Tidak

Percaya Atau Tidak
Restauran bebek


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Naomi sudah berada didapur ia menyiapkan sarapan untuk suaminya setelah selesai ia naik lagi ke atas untuk mandi dan menyiapkan pakaian kerja David.


Alarm pun berdering menandakan pukul 06.00


Naomi yang sedang duduk dimeja riasnya membalikkan badannya melihat ke arah tempat tidur disana David masih terlelap. Bunyi alarm masih terdengar tangan David meraba-raba Nakas mematikan jam. Melihat tingkah laku suaminya Naomi pun berdehem.


"ehemmmm" David segera duduk dan bangun dari tempat tidurnya.


Naomi sudah berpakaian memakai dress berwarna merah muda dan sedikit memoles wajahnya. David segera mendekati istrinya, ia mengecup kening istrinya memeluk istrinya dari belakang dagunya berada dipundak Naomi.


"mas lesu banget kenapa? "


"hmmm tidak apa-apa sayang mungkin mas lelah karena 1 bulan ini harus bolak-balik Jakarta Bandung"


Naomi mengelus pipi David.


"kasian sekali mas gara-gara aku mas harus bolak-balik atau mas tinggal dulu di Bandung sampai urusan mas selesai"


"tidak... aku ga akan meninggakan kamu sendirian" David lalu berjalan menuju bathroom.


"huhk.... dia sensitive banget"


setelah 10 menit David keluar dari kamar mandi Naomi menunggu David diwalk in closet.


"ini mas... "


"aku hari ini ga akan masuk kerja"

__ADS_1


"lalu??? "


"aku mau olah raga"


Naomi menghela nafasnya, tumben-tumbenan suaminya ini jadi menyebalkan seperti ini. Naomi dengan sabarnya mengambilkan training dan kaos olah raga David. David memakai pakaiannya dan menuju ruangan fitness sedangkan Naomi memasukan kembali pakaian kerja David kedalam lemari.


Naomi menyusul David ke ruangan fitness terlihat David sedang menggunakan tradmil Naomi duduk menunggu David.


"ya ampun tidak biasanya sikapnya seperti ini aku benci kamu mas" gumamNaomi memperhatikan David hingga ia pergi meninggalkan David yg sedang berolah raga menuju kamarnya.


Naomi lebih memilih memainkan Hpnya dan sibuk dengan pemikirannya.


"wah ide yang bagus dari pada aku jenuh mending aku buka usaha deh aku harus cari tempat yang strategis, tapi... apa dia ngijinin ga ya coba dulu deh" Naomi berbicara sendiri.


Ia melangkah kakinya sampai pintu ia berhenti melihat suaminya yang masih berolah raga ia hanya berdiri didepan pintu.


"apa.... hmmmmm???"


"enggak apa-apa cuma...." Mata David membulat melihat wajah istrinya.


"aku laper... " Naomi menundukan kepalanya.


"astaga aku kira kamu mau minta sesuatu sayang" Naomi hanya tersenyum sebenarnya ia ingin meminta sesuatu tapi melihat mood David hari ini ia enggan mengatakannya.


Mereka berjalan menuju meja makan sarapan sudah tersedia setelah makanan itu masuk ke mulut Naomi tiba- tiba perut Naomi bergejolak


ia pun segela berlari menuju toilet memuntahkan semuanya, David memijat tengkuk istrinya.

__ADS_1


"are you okey sayang... "


"ya mas aku baik-baik saja mas" David menuntun Naomi menuju kamar.


"aku telpon dokter ya" Namun Naomi menolak David ia beralasan hanya masuk angin.


"mas ...."


"ya..."


"aku boleh minta sesuatu? "


"hmmmm... boleh apa katakan'lah apa pun itu aku akan mengabulkannya biar pun kau meminta nyawa ku pun akan ku berikan"


"aku akan membuka sebuah restoran bebek apa boleh? " Naomi tertawa ketika mengucapkan bebek.


"what bebek? "


"ya karena daging bebek sangat enak"


"boleh saja tapi mas cuma ijinkan kamu sesekali saja ke restoran biar pegawai saja yang mengurusnya, bagaimana? "


" tapi... oke deh aku setuju mas" Naomi berpikir bila ia tidak setuju persyarat David pasti David tidak mengijinkan untuk membuka restoran.


"oke biar mas yang cari tempat yang strategies, tapi enggak gratis loh ... " Naomi mengerti kedipan David ia pasti menginginkan sesuatu yang intim.


"akh mas" David langsung menindih tubuh Naomi melakukan olah raga panas diranjang.

__ADS_1


__ADS_2