Percaya Atau Tidak

Percaya Atau Tidak
Hantu


__ADS_3

Aku mencoba membuka mataku, aku memegang kepala yang terasa pusing bahkan sakit. Tanganku linu rasanya, aku mengangkat tangan kiriku ternyata telah dipasangi jarum infus. aku melirik disebelah ku ternyata mas David tidur bersandar masih menggunakan kemaja. aku pusing


"ahhhh... kepalaku pusing"


"sayang kau sudah bangun apa yang terasa?? "


"pusing mas" aku menyandarkan kepalaku didada mas David.


"biar aku pijat sayang" David memimijat pelan pelipis Naomi. Tangannya mengambil gagang telpon.


"bi bawakan sarapan ke kamar" David menaruh kembali gagang telponnya.


Setelah 10menit bi Nah naik lift menuju kamar mereka membawakan sarapan yang dipesan David.


tok...


tok...


tok...


"masuk bi" ucap David.


bi Nah menata semua dimeja.


"tuan saya permisi dulu apa ada lagi tuan"


"sudah bi nanti klo saya perlu apa-apa nanti saya panggil terimakasih bi"


"Sama-sama tuan" bi Nah melangkah menuju keluar kamar lalu menutup pintu.


"kita makan dulu sayang pasti kamu lapar"


"aaa... sayang" Naomi memakan bubur yang David suapi sampai habis.


"mas makan juga dong"


"aku Pagi-pagi cuma makan sandwich sayang tapi porsinya besar" David tersenyum pada Naomi.


"ya aku mengerti sesuai dengan tubuhmu mas hahaha" Naomi tertawa lepas.


"sayang kemarin kau kenapa" aku melirik mas David. Aku menceritakan apa yang ku alami pada mas David.


David mengerutkan keningnya entahlah mungkin dia tidak percaya, terserah dia mau percaya atau tidak tapi aku mengalami hal-hal ganjil beberapa kali.


"apa rumah ini ada hantunya" aku bertanya


"hahk... tidak baru kali ini aku mendengarnya, selama bertahun-tahun aku tinggal disini tidak pernah mengalami apa-apa" ungkap David


"tapi waktu dihotel juga aku ... "


"udah sayang aku mengerti, sekarang minum obat dulu lalu kamu istirahat jangan memikirkan sesuatu lagi Oke..." Naomi mengangguk tak membantah perintah David.


"jangan tinggalkan aku sendirian"


"aku akan menemanimu sayang sinilah" David menepuk-nepuk pahanya.



Naomi lama-lama terlelap, ia mengelus puncak kepala Naomi. Aku harus memberi tahu mama dan papa Naomi, David memainan handphonenya


📱 tut... tut....


"assalamu'alaikum pah"


"Walaikumsalam salam nak"


"pak Naomi sakit, kemarin Naomi sampai jatuh pingsan" David tidak memberi tahu yang sebenarnya.

__ADS_1


"sakit apa nak? "


"Naomi kecapean pah mungkin acara pernikahan kita"


"oh ya nak, sekarang bagaimana keadaannya"


"sekarang sudah mendingan, Naomi sedang tidur pah"


"syukurilah nak nanti sore Papa,mama, dan Clarissa akan ke Jakarta"


"iya pah"


"ya sudah nak papa akan beri tahu mama assalamu'alaikum nak"


"Wa'alakumsalam... "David menyimpan handphonenya dinakas.


Mudah-mudahan dengan kehadiran orang tuanya Naomi bisa lebih baik. David kembali memegang handphonenya mengecek email dari asistennya.


" banyak sekali pekerjaan besok aku harus ke kantor" lalu menyimpan kembali handphonenya.


pukul 18.30


tok...


tok...


"ya masuk"


pintu terbuka, paman Beny dan tante Farah


"sayang kenapa Naomi? apa kau membuat Naomi kelelahan" ucap tante Farah.


"akh tante bisa aja"


"om bertemu dengan temanmu Dr. Bima tadi waktu makan siang.


" sayang apa kau sudah baikan" menuntun Naomi menuju tempat tidur, Naomi bersandar ditempat tidur.


"ya tante aku sudah lebih baik"


"syukur'lah" tante Farah mengelus rambut Naomi.


Tiba-tiba seseorang datang berlari langsung memeluk Naomi.


"kakak apa yang terjadi padamu" clarissa memeluk Naomi.


"astaga dek datang-datang bukannya salam dulu ngagetin" ucap David pada sang adik.


"aku hanya lelah dek" ucap Naomi


"pasti ini gara-gara kakak ya" clarissa melirik David


"apa... " David sambil melotot.


"udahan akh ini adik kakak malah berantem" ucap tante Farah.


"assalamu'alaikum... " ucap orang tua Naomi


"wa'alaikumsalam... " mereka menjawab bersamaan.


David mendekati orang tua Naomi mencium tangan orang tua Naomi, mereka berbincang-bincang dikamar David.


"tuan makan malamnya sudah siap" ucap bi Nah sambil membawakan makan malam untuk Naomi.


"yah bi kami akan segera turun" ucap David pada bi Nah.


"mah, pah, om, tante kalian makan dulu biar Naomi aku yang temani"

__ADS_1


"biar Mama saja yang temani Naomi, nak David makan dulu saja"


"ga ma, biar aku saja mama pasti Lelah Mama temani papa makan lalu istirahat"


"ya sudah nak"


"ya sudah paman dan tante ke bawah dulu" ucap Beny


"iya paman" ucap David


para anggota keluarga yang lain sedang menikmati makan malam mereka di lantai bawah sedangkan Naomi dan David menikmati makan malam mereka didalam kamar.


tanpa terasa hari sudah larut malam tante Farah dan pamanBeny pamit pulang. David mengantar paman dan tantenya sampai ke depan. Naomi ditemani clarissa dikamar, karena dia trauma kalau ditinggal sendirian.


sreet...


sreet...


Naomi melihat gorden tiba-tiba gorden bergerak-gerak.


"ahhhh Clarissa... kenapa gorden itu begerak-gerak" ucap Naomi.


Clarissa melirik ke belakang tapi dia tidak melihat apa-apa.


"de aku takut.... itu dibelakang gorden ada apa" Naomi menangis menunjuk ke arah gorden Clarissa memeluk Naomi agar dia tenang.


"kakak... mama... papa... " Clarissa berteriak memanggil mereka.


"ada apa" mereka masuk ke kamar David.


"kakak melihat sesuatu dibelakang gorden" ucap Clarissa.


Bu Ratna memeluk Naomi, David dan pak harto langsung ke gorden menyibakkan gorden namun tidak ada apa-apa disana.


"tidak ada apa-apa ndo lihatlah" Naomi membuka matanya ternyata tidak ada apa-apa.


"sayang tidak ada apa-apa disini" ucap David.


"nyebut nak istighfar,,, " ucap bu Ratna.


"mah nomi takut... hiks hiks" Naomi menangis.


'Loh kok ga ada tadi benar-benar aku lihat kenapa hanya aku saja yang merasakannya, clarissa tidak melihat gorden itu bergerak-gerak astaga aku pasti sudah gila' Naomi hanya diam bergumam dalam hatinya bertanya-tanya.


"jangan takut nak, kita itu makhluk yang paling sempurna di mata Allah." ucap pak harto.


"sekarang istirahat'lah sayang" ucap David.


"mas aku takut. hiks...hiks..."naomi sambil menangis mendekati david.


"tenang sayang kamu harus hilangkan rasa takutmu, sayang jangan berpikir kemana-mana aku akan selalu menemanimu" David memeluk naomi mengelus rambut panjangnya lalu mengecup puncak kepala naomi.


David menghapus air mata naomi, menyuruh Naomi agar beristirahat dia memeluk Naomi agar merasa tenang. Naomi mengangguk menuruti perintah David, perlahan-lahan Naomi mulai mengantuk dan tertidur dipelukan David.


"ya sudah nak Naomi sudah tenang papa dan mama ke kamar dulu klo ada apa-apa panggil saja ya"


"iya Pa... "


"ya kak clarissa juga ke kamar dulu"


"hmmmm"


Mereka meninggalkan David dan Naomi berdua. David menarik nafas panjang serasa sesak melihat istrinya selalu ketakutan. Ia memandang wajah istrinya,


"sepertinya besok kamu harus dibawa ke psikiater sayang" mengecup puncak kepala Naomi.


David mematikan lampu, hanya lampu tidur yang menerangi tidur mereka berdua.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2