
Matahari bersinar terik menandakan hari sudah siang Naomi membuka matanya, jari telunjuknya menyentuh bibir David, matanya... lalu Naomi mengecup bibirnya tanpa ia sadari david sudah terbangun dari tidurnya.
"morning kiss sayang" dia Memonyong kan bibirnya
Naomi pun mendekatinya tanpa malu-malu lagi mengecup bibirnya.
"awww... sakit" Naomi mencoba berdiri namun perih rasanya ketika berdiri akupun duduk kembali ditempat tidur.
"sakit ya sayang maaf... maaf... "David memeluk dari belakang
" apa kita ke dokter supaya sakitnya hilang? David mengajak Naomi ke dokter agar sakitnya hilang.
"ah ga usah mas aku malu... " Naomi menutup wajahnya dengen kedua telapak tangannya.
" kau mau kemana sayang? " tanya David.
"aku ingin mandi badanku lengket mas" Naomi membalikkan badannya.
"tunggu sebentar" ia memakai kimono dan menggendong Naomi ke kamar mandi
"sebaiknya kau berendam aku akan menyiapkan airnya"
Dia mulai menyalakan keran air setelah bathtub terisi penuh dia memasukan aroma terapi ke dalam air. Aku berusaha berjalan mendekati mas David walau agak perih aku memaksakan
"mas... "
"sayang kamu kok jalan sendiri katanya masih sakit"
"ga apa mas nanti juga ilang sakitnya aku pengen cepat-cepet mandi soalnya lengket banget"
"ayo masuk kita berendam bersama" David memegang tangan Naomi lalu mereka berendam bersama.
David mulai mengecup leher Naomi memegang payudara dan memulai lagi penyatuan tubuh tanpa rasa lelah. Setelah selesai mandi mereka berbaring lagi ditempat tidur, tubuh Naomi serasa remuk rasanya berbeda dengan David dia begitu enerjik seakan tidak pernah lelah.
__ADS_1
David memakai baju, lalu menelpon memesan sesuatu untuk mereka makan. 30 menit kemudian pesanan pun datang
"sayang makan dulu ini sudah siang sekali kita sampai melupakan sarapan, ayo aku suapi" David memperlakukan Naomi seakan dia orang yang sedang sakit parah.
"sayang kamu mau honeymoon ke mana"
"terserah mas aja kemana pun ikut, kalau boleh ke Paris gimana? "
"boleh dong sayang aku akan tunjukkan perkebunan anggur milikku sayang"
"kebun anggur???"
Naomi bingung kenapa David tertarik berkebun!
oh ya mungkin karena bangsa luar sangat menyukai anggur mungkin
"iya sayang aku memiliki kebun anggur di sana" David meyakinkan Naomi.
"mas kapan kita pulang?" tanya Naomi pada David
"kasian Clarissa sendiri dirumah mas"
"oh dia ga sendiri sayang dia ikut bersama mama dan papa ke Bandung"
"oh syukur'lah mas"
******
Ditempat lain seorang wanita turun dari mobilnya lalu berjalan mendatangi rumah pria paruh baya berjanggut rumahnya jauh dari kata keramaian rumahnya berada dibukit.
"gimana ki"
"tenang neng aki udah melakukan perintah neng dari kemarin malam"
__ADS_1
"bagus... aku akan terus memantaunya"
" neng meremehkan ilmu saya"
"tidak ngapain saya jauh-jauh ke sini kalau saya ragu sama aki"
"bagus ... ini uang nya" wanita itu sambil menberikan amplop yang berisikan uang lalu dia memberikan sebuah foto pria kepada pria berjenggot itu.
"aku ingin dia tunduk terhadap diriku ki"
"Hmmmm saya mengerti"
"Terimakasih atas bantuan aki, jangan sampai ada yang tau saya datang ke sini ki"
pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya. wanita itu meninggalkan rumah pria berjenggot lalu memasuki mobilnya.
setelah menempuh waktu 6 jam wanita itu sudah tiba di kediamannya. Seorang pria telah menunggu kedatangannya, lalu pria itu menarik tangan wanita itu sampai ke dalam rumah.
"Dari mana saja kau ini meninggalkan anak kecil tidak pulang apa kamu tidak punya otak hmmm" pria itu memegang dagunya dengan kasar
"awwww sakit "
"kemana kamu hahhk? "
"aku jenuh terus berdiam diri dirumah terus aku ini seorang istri bukan pembantu"
"kamu pikir aku mau menikah denganmu... aku terpaksa ini semua gara-gara dirimu"pria itu mendorongnya ke kursi lalu dia pergi ke ruang kerjanya.
" akhhhh " dia menjabak rambutnya sendiri melempar apa yang ada dimeja kerjanya. Mengambil foto anaknya lalu memandang wajahnya.
*kasian kamu nak hadir diantara orang tua yang tak saling mencintai akibatnya kamu jadi korban
"ayah akan selalu ada untukmu nak" pria itu memeluk bingkai foto anaknya*.
__ADS_1
bersambung...