Perempuan Terpilih

Perempuan Terpilih
BAB 15. SIAPA PRIA ITU?


__ADS_3

Indra selesai mengurus pergantian mobil Bima d showroom. Sesuai mandat dari sang bos ia harus mengantarkan barang-barang Eliza ke hotel.


Hari menjelang sore. Sebaiknya nanti langsung mampir ke bengkel dan ngembaliin motor cewek yang di tabrak Bima. Biar gak bolak balik.


Indra sampai di hotel. Langsung bertanya kepada resepsionis dimana kamar yang d tempati Eliza. Tapi jawaban resepsionis membuat keningnya sedikit berkerut.


"Nona Eliza sedang tidak ada ditempat, pak... Dua jam yang lalu seorang tamu menemuinya dikamar. Satu jam kemudian nona keluar dengan tamunya tersebut pak. Kunci kamar dititipkan disini, " terang resepsionis cantik di depan Indra.


"Tamu? Wanita?" Tanya Indra menyelidik.


"Pria, pak..."


Indra tampak berpikir. Siapa kira-kira yang datang dan pergi bersama Eliza. Indra menimbang-nimbang akan memberi tau Bima atau tidak.


Ah, belum tentu ini seperti yang ku pikirkan...


Indra menelpon Bima.


Beberapa saat kemudian telepon terhubung.


"Kamar Eliza nomor berapa, Bim? Lupa gua..."


"Gua juga lupa... Tanya resepsionis gih...."


"Elah lu mah gitu... Sama pacar sendiri gak perhatian sampe kamar nya aja lu gak inget. Ntar dia kabur sama yang lain rasain lu...."


"Rese lu ah... Cepetan aja tanya, ntar kelamaan doi ngambek lagi sama gua..."

__ADS_1


" Ya udah deh. Tapi dia ada kan dikamar???"


"Adalah... Ya kali dia kemana.. gak ada ngomong sama gua kok kalo mau kemana-mana."


"Okedeh..."


Sambungan telepon ditutup. Indra sekarang tau bahwa Eliza terima tamu pria dan pergi dengannya tanpa sepengetahuan Bima.


Perlu diselidiki nih....


Indra memencet nama Eliza di handphone nya.


Beberapa kali terdengar nada sambung berdering tapi tidak diangkat.


"Oke Eliza, karna lu gak angkat telpon gua maka sepertinya gua harus main detektif-detektifan sama elu. Lihat aja ntar....


Indra kembali menuju ke meja resepsionis, menitipkan barang-barang Eliza sambil berbincang beberapa saat. Kemudian keduanya mengangguk, dan Indra pun keluar dari hotel.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Sesuai alamat yang diberikan oleh Bima, Indra dengan mudah menemukan bengkel tempat motor gadis itu diperbaiki. Setelah berbincang dengan pemilik bengkel dan membayar biayanya, ia menaiki motor menuju rumah kost gadis itu. Sementara mobilnya ia titipkan di bengkel.


Dengan bekal petunjuk arah dari Bima, sampailah Indra dirumah kontrakan mungil dan teduh bercat putih. Pintunya tertutup, tapi didepan rumah ada motor matic terparkir.


Segera Indra mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum..."

__ADS_1


Tidak ada jawaban. Indra mengetuk pintu dan mengucapkan salam sekali lagi.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumus salaam.... Sebentar...."


Suara wanita yang menjawab salam dari dalam. Indra menunggu tuan rumah membukakan pintu. Dua menit, tiga menit, lima menit, namun belum juga ada yang keluar.


Indra mulai bosan dan akan kembali mengetuk pintu. Baru saja tangan nya terangkat, pintu telah terbuka. Sesosok wanita bertubuh gemuk memakai jilbab lebar, gamis serta kaus kaki muncul diambang pintu.


"Permisi mbak, numpang tanya... Apa benar ini rumahnya emmm....siapa ya namanya... Emmmm....."


Indra kikuk. Dia tidak tau nama gadis yang di tabrak oleh Bima. Saat sedang bingung ia melihat motor yang dibawanya.


"Eh itu mbak, apa benar ini rumah cewek yang punya motor itu..." Kata Indra sambil menunjuk motor Scoopy putih.


Gadis gemuk itu mengikuti arah telunjuk Indra. Kemudian mulutnya membentuk huruf O.


"Iya mas... Sebentar saya panggilkan," katanya sambil berlalu.


Indra menggaruk lehernya sambil tersenyum. Kirain cewek gemuk itu yang ditabrak Bima. Kalo iya apes bener dah si Bima hahahah....


"Assalamualaikum..."


Sebuah suara lembut mengagetkan Indra. Refleks ia langsung menoleh ke arah suara...


bersambung.....

__ADS_1


hai readers, terima kasih sudah membaca cerita ini. jangan lupa kritik dan saran nya yaaa dikolom komentar.....


__ADS_2