Perempuan Terpilih

Perempuan Terpilih
BAB 16. INDRA TERPUKAU


__ADS_3

Seketika serasa waktu terhenti. Mata Indra terpaku pada satu tatapan. Gadis dihadapannya membuat ia linglung sesaat. Rasanya ada kupu-kupu yang menari-nari dalam perutnya hingga menghadirkan rasa aneh yang menggelitik.


Hati nya berdesir seakan ada pasir yang menggores, meninggalkan rasa ngilu. Entah apa yang merasuki Indra hingga beberapa waktu ia tercekat dalam diam dan perasaannya sendiri.


"Assalamualaikum... Maaf, bapak cari saya..?"


"Hm ??? Eh, iya maaf....


Saya kesini untuk.... eh... itu...."


Indra bingung kenapa kata-katanya tak mampu keluar dengan baik. Tangan kanannya hanya terangkat menunjuk kearah motor Scoopy putih yang terparkir di halaman rumah.


Gadis mungil itu mengikuti arah telunjuk Indra. Seketika matanya melebar, dan sebuah senyum manis melengkung sempurna di bibirnya.


"Oh tuhaaaan.... Betapa manisnya senyuman itu .." dalam hati Indra berbisik.


Seketika tanpa sadar Indra hanyut dalam alam hayalannya sendiri, mengagumi keindahan gadis mungil itu. Namun ia tersentak menyadarkan dirinya sendiri.


"Dih... Kenapa gua jadi kayak orang **** begini elah..."


Indra menggeleng. Lalu fokus kepada tujuan nya kemari.


"Ooo... Jadi bapak kesini nganterin motor saya... Alhamdulillah, makasi banyak ya pak... Maaf sudah merepotkan..."


Indra menggeleng cepat.


"Eh, justru saya yang harusnya minta maaf sama mbak...


Emmm.... Saya mewakili nama bos kami, Bima Arya, minta maaf dengan tulus kepada Mbak, atas ketidaksengajaan bos kami menabrak mbak dijalan, yang menyebabkan kerugian dan kerusakan pada motor mbak."


"Sebagai wujud tanggung jawab kami, motor sudah diperbaiki kerusakannya dan berfungsi normal seperti semula. Biaya juga sudah kami ditanggung kok. Kalau ada kerugian lain mbak bilang aja mbak biar kami ganti rugi."


Gadis itu menggeleng cepat.


"Oh nggak ada, pak... Alhamdulillah berkat kuasa Allah semua baik-baik saja. Terima kasih banyak pak motor saya sudah diantar kesini..."

__ADS_1


"Oiya mbak sendiri gimana? Apa ada yang terluka, atau butuh dibawa kerumah sakit?"


Gadis mungil itu tersenyum.


"Tolong sampaikanlah pada bos bapak bahwa saya baik-baik saja. Lecet-lecet nya sudah diobati dan yang terkilir sudah dipijat. Tolong jangan mencemaskan saya... Alhamdulillah say baik-baik saja kok."


"Ehm, oke. Kalau memang sudah tidak ada lagi yang harus saya urus, saya mohon pamit balik ke kantor."


Gadis itu tersenyum dan mengangguk. Indra pun mengangguk dan berbalik badan. Baru tiga langkah, ia kemudian balik lagi.


"Eh.... Maaf kalau saya lancang. Kita belum kenalan. Saya Indra..." Kata Indra sambil mengulurkan tangan. Ia memberikan senyum termanisnya sambil menunggu gadis itu menjabat tangannya.


Namun tidak seperti harapan Indra, gadis manis itu tidak membalas uluran tangan nya, selainkan menangkupkan kedua tangannya di depan dada sambil mengangguk sopan.


"Aisyah.."


Bibir mungil gadis itu menyebutkan namanya.


Indra merasa sedikit malu dan kikuk karna uluran tangannya tak terbalas. Untuk membuang canggung ia menepuk dadanya sambil mengangguk.


Indra bergegas pergi. Baru tiga langkah ia berjalan, terdengar suara gadis itu memanggil namanya.


"Pak Indra..."


Indra tersenyum senang, seepertinya Aisyah si gadis mungil ini tidak ingin ia pergi. Hahaha, aku harus sedikit jual mahal sekarang.... Sebelum membalik badan Indra memasang tampang cool.


"Kenapa? Mau ngajak ngobrol ?" tanyanya sok kepedean.


"Ah, bukan begitu pak... Maaf bapak belum ngasi kunci motor saya. "


Damn !!!! Seketika wajah Indra memerah akibat malu.


"Oh, iya. Ini kuncinya, " katanya sambil berusaha tenang seperti tidak terjadi apa-apa kepadanya.


"Terima kasih pak Indra, " kata Aisyah setelah menerima kunci motornya.

__ADS_1


Indra mengangkat jempol dan membalikkan badan. Baru dua langkah, ia mendengar namanya dipanggil lagi.


"Pak Indra..."


Ia membalikkan badan lagi.


"Bapak jalan kaki? Bapak mau saya antar?"


"Saya bawa mobil kok, titip dibengkel."


"Ayo saya antar ke bengkel."


Indra menggeleng-gelengkan kepala.


" Nggak usah, saya jalan kaki aja."


"Tapi dari sini ke bengkel lumayan jauh lho, pak..."


"Nggak papa, saya udah biasa joging kok. Biar saya jalan kaki aja, " sahut Indra sambil membalik badan.


Namun seketika ia balik badan lagi, telunjuknya teracung seperti tanda mengingatkan.


"Oiya, jangan panggil saya bapak. Saya masih muda belum jadi bapak-bapak. Panggil saya Indra."


Aisyah mengangguk sambil tersenyum. ,lucu juga ni orang bolak balik badan melulu.


Indra benar-benar melangkah pergi. Hari sudah mulai sore, tapi mentari masih saja bersinar terik. Indra mulai kegerahan dan menggerutu.


" Elah, kenapa gua sok-sokan jalan kaki.. padahal emang jauh, mana panas lagi huuuh...."


Baru separuh jalan tapi Indra sudah ngos-ngosan. Tidak henti-hentinya dia menggerutu.


"Aturan tadi gua mau aja dianterin.. Lumayan bisa deketan sama si Aisyah. Gile cantik bener tu cewek. Polosan gitu aja cantik beut apalagi kalo di poles... Aarghhh... nyesel gua.."


bersabung.....

__ADS_1


hai readers, makasi udah baca ceritaku. kritik dan saran ditunggu ya dikolom komentar....


__ADS_2