Perempuan Terpilih

Perempuan Terpilih
BAB 18.


__ADS_3

Indra terpaku menatap pakaian mereka berdua yang berceceran di lantai. Otaknya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. Namun sakit yang menjalar di area belakang nya membuatnya menerka-nerka...


Apakah mereka berdua telah melakukan itu? Hubungan terlarang melalui belakang... Pria dengan pria...


Oh tuhaaaaannn....


Indra menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia menangis tergugu. Merasa bersalah dan merasa ini salah. Demikian hebatnya pengaruh alkohol, sehingga bisa membuat orang melakukan apapun diluar kendali.


Indra menangis sesenggukan hingga membuat guncangan kecil ditempat tidur. Doni yang tengah pulas terbangun karena suara tangisan dan sesegukan Indra. Ia segera duduk dan meraih bahu Indra.


"Hei.... kenapa... kenapa menangis.... Indra???"


Mendengar Doni bertanya kenapa, membuat Indra malah semakin kencang menangis.


"Harusnya gua yang tanya sama lu. Gua kenapa... Lu apain gua , hah?! Apa yang lu lakuin diam-diam selagi gue ngggak sadar...." Indra menatap Doni nanar.


Doni mulai menguasai keadaan. Dia mulai menyadari apa yang telah terjadi. Indra menangis karena apa yang sudah ia lakukan kepada Indra.


"Ssstttt... Udah dong jangan nangis lagi...."


"Gua minta maaf ya... Gua nggak sengaja lakuin ini ke lo. Kita sama-sama mabuk semalam jadi nggak bisa kontrol apapun. Tapi lu tenang aja gua bakalan tanggung jawab kok sama lu."


Indra berteriak


"Udah gila lu ya Don?!"


"Iya gue emang gila. Gue tergila-gila sama Lo, ndra..... Dari awal kita ketemu gua udah suka sama lo!"


What????

__ADS_1


Indra meremas rambutnya frustasi.


"Lu bener-bener gila Don !!!


Lu tahu kan gua cowok? Sama kayak lu?!"


"Bisa-bisanya lu suka sama gua !!!!!"


Doni duduk sejajar dengan Indra meraih jemari Indra. Indra tampak risih dengan sentuhan Doni.


"Jangan pegang-pegang gue. Gue jijik sama lo!!!?! Gue jijik sama apa yang lo lakuin ke gue..."


Doni menghela nafas.....


"Udahlah ndra udah kejadian juga. Lagian kita ngelakuinnya tadi malam suka sama suka kok gua nggak maksa lu... Lu juga nikmatin kok...."


Indra tampak marah.


Lu udah ngancurin hidup gua. Gua udah nggak berguna lagi hidup. Mending gua mati aja."


Doni mulai panik dengan reaksi Indra. Dia mulai membujuk Indra dengan kata-kata yang halus.


"Iya ndra.., gua ngaku salah. Gua hilaf kebawa suasana. Tapi jujur gua emang kayak gini. Gua bisaK ndra. Gua punya istri punya anak tapi gue juga masih suka sama cowok."


Indra terkesiap mendengar pengakuan Doni. Doni tertunduk, wajahnya jadi melankolis.


Jujur ini juga bukan keinginan gue, Ndra. Tuhan yang kasih rasa ini ke gue. Ini semua karena trauma gue saat kecil.


Doni mulai bercerita. Cerita yang hampir sama persis mirip dengan kisah masa lalu Indra di mana sosok seorang ibu yang seharusnya menjadi panutan anak malah meninggalkan anak dalam kehancuran dan memilih mencari kebahagiaannya sendiri. Doni juga terlihat meneteskan air mata. Indra ikut larut merasakan kepedihan atas apa yang dialami Doni.

__ADS_1


"Please maafin gue Indra. Gua nggak bermaksud hancurin hidup lo... Gue cuman pengen bahagiain lo. Gua pengen bahagia bareng elu."


"Lu tahu kan perempuan itu cuman bencana bagi hidup laki-laki. Perempuan itu sumber keributan dan nggak bisa bikin pria bahagia. Terus terang aja gue punya istri cuman sekedar buat status aja. Sebenarnya dalam hati gue nggak pernah sama sekali cinta ataupun punya perasaan sama bini gue. Gue lebih tertarik berhubungan dengan laki-laki. Sama-sama ngertiin apa maunya kita bukannya mau menang sendiri kayak cewek. Kalau dideket laki-laki, gue bisa bahagia Ndra, dan gua harap lu juga bisa bahagia bareng gua."


"Gua janji bakal kasih yang terbaik. Materi, kasih sayang, perhatian, gua bakal usahain yang terbaik semuanya buat lo. Maafin gue ya ndra.... Please jangan benci gue... Karena gua sayang sama lu...."


Indra terenyuh. Doni menangis setelah mengatakan hal itu. Iya tampak begitu bersalah pada pada Indra. Emang dasarnya Indra orangnya juga suka baper ya kasihan lihat Doni seperti ini.


Dipegangnya tangan Doni.


Doni.... please lu jangan sedih lagi. Gua maafin lu kok asal lu bisa janji gak akan ngelakuin ini lagi ke gue."


Doni mendongak ke Indra.


"Beneran???? Beneran lu maafin gue...????"


Indra mengangguk.


"Makasih ya ndra lu udah maafin gue. Gue janji gue nggak akan maksa lu untuk jadi pasangan gue. Tapi lu mau kan berteman sama gue... Kita jalani ini pelan-pelan...."


Indra tersenyum. Doni pun tersenyum dan ia tampak senang. Dipeluknya Indra dengan erat.


"Makasih Indra.... Makasih banget lu udah ngertiin gue. Gua janji bakal jadi yang terbaik buat lo dan kasih apapun yang Lu minta."


Indra hanya mampu diam dan mencerna kata-kata Doni.


Tuhan..... mungkin inilah jalan hidupku yang kau pilih untukku. Aku hanya bisa pasrah menerima jika memang ini yang kau gariskan untuk kulalui. Walau ku tahu ini salah tapi bukankah semua itu akan terjadi atas kehendakMu Tuhan....????


Doni menepati janjinya. Ia memberikan apapun kepada Indra. Uang, mobil, barang-barang mewah semuanya ia berikan kepada Indra.

__ADS_1


Hingga akhirnya Indra benar-benar terjerat dalam cinta yang salah. Cinta yang diharamkan oleh Tuhan. Namun apalah daya ia menikmati dan tak bisa lepas dari Doni.


Doni tetaplah menjadi Doni. Ia tetap pulang kepada istrinya dan juga di sela-sela pekerjaannya ia selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan Indra. Dan mereka benar-benar menjadi pasangan.


__ADS_2