Perempuan Terpilih

Perempuan Terpilih
BAB 9. KESAN PERTAMA


__ADS_3

Aisyah pulang dengan diantar orang yang menabraknya. Hanya lima menit dari tempat kecelakaan, akhirnya mereka sampai di kost-an Aisyah.


"Jadi mbak tinggal disini.... Searah donk dengan rumah saya..."


"Eh iya mas..."


Pemuda itu membukakan pintu mobil untuk Aisyah. Aisyah turun dan berjalan agak pincang. Entah kenapa kakinya sekarang terasa sakit.


"Sepertinya mbak terluka. Ayo kita kerumah sakit saja, mbak. Biar dicek dokter dan diobati. Takutnya nanti ada yg serius mbak...."


Pemuda itu nampak cemas. Aisyah tidak mau merepotkan orang lain.


"Ah nggak apa-apa kok, ini cuma agak perih saja mungkin ada yang lecet. Nggak parah kok biar nanti saya kasi obat aja sendiri... nggak perlu ke rumah sakit segala. Beneran kok ini nggak apa-apa...."


"Mbak yakin??? "


Aisyah mengangguk.


"Ya udah kalo memang mbak yakin nggak ada luka yang serius. Saya mohon maaf sekali atas kecelakaan ini. Sungguh saya benar-benar nggak sengaja. Pikiran saya kacau karena papa saya masuk rumah sakit tadi malam. Saya kurang tidur jadi,,,, yah terjadi lah ini. Sekali lagi saya minta maaf...."


Aisyah menatap pemuda dihadapan nya. Tampak rona sedih dan tulus nya meminta maaf.


"Iya, mas, saya ngerti ini murni kecelakaan. Saya maafkan. Terima kasih sudah mengantar saya pulang. Semoga papa nya mas segera pulih ya mas..."


Pemuda itu mengangguk...


"Semoga saja. Oiya soal motor semua biaya kerusakan saya yang tanggung . Nanti saya akan suruh orang untuk mengantar ke rumah ini kalau sudah selesai. Kalau ada apa-apa mbak bisa hubungi saya di nomer ini. Misalkan nanti mbak ada merasa sakit atau apa pun mbak tinggal telpon saya biar saya yang tanggung biaya pengobatan nya," kata pemuda itu sambil memberi sebuah kartu nama.

__ADS_1


Aisyah menerima kartu nama tersebut. Sekilas terbaca nama nya, Bima Arya.


"Terima kasih, mas... Semoga saja itu tidak diperlukan."


"Oke kalau gitu saya permisi dulu."


Aisyah mengangguk. Setelah mobil itu berlalu Aisyah pun beranjak masuk ke dalam rumah kost. Sepi tak ada siapapun. Mungkin Sarah, teman serumahnya belum kembali dari kampung.


Aisyah duduk meluruskan kakinya. Ia membuka sepatu lalu celana legging yang ia pakai untuk mengecek kaki kirinya. Oh ternyata lecet di lutut dan memar di tulang keringnya. Pantas saja rasanya perih dan sakit. Mungkin karena tertimpa motor sesaat sebelum ia terguling.


Aisyah meraba bagian tubuhnya yang lain. Tidak ada luka, hanya tangan kirinya agak sakit. Mungkin sedikit terkilir.


"Alhamdulillah... Aku bersyukur kepada Mu karena Engkau masih melindungi aku ya Allah.... Mungkin ini teguran dari Mu agar aku lebih berhati-hati dan lebih sering bersedekah. Bukankah sedekah itu adalah penolak bala...."


Aisyah ingat tentang pelajaran sedekah.


Suatu hari seorang sahabat yang bernama ‘Uqbah bin Harits r.a. berkisah bahwa ia pernah salat Asar tepat di belakang Rasulullah SAW. Menurutnya, setelah salam, Rasulullah lantas berdiri dan berjalan dengan cepat melewati bahu orang-orang sehingga terkejut melihat apa yang sedang dilakukannya.


*Kisah yang diriwayatkan oleh Bukhari tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah tidak menahan sedikit pun hartanya untuk disedekahkan kepada orang lain. Bahkan ia mengkhawatirkan keberadaan harta yang disimpannya menjadi penghalang bagi dirinya saat di hari penghisaban.


Pada riwayat yang lain, yang disampaikan oleh Imam Baihaqi, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah*.”


*******Melalui hadis tersebut Rasulullah SAW ingin menunjukkan bahwa aktivitas sedekah bisa membantu seseorang untuk terhindar dari bala bencana.


Hal ini senada dengan** hadis muttafaq ‘alaihi yang berbunyi, “Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” Bahkan, dalam hadis yang diriwayatkan Thabrani, disebutkan bahwa sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo******).


Mungkin ada banyak cara untuk menghindari bencana. Namun, Rasulullah SAW mencontohkan bahwa ada hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari musibah, mara bahaya, dan penyakit, yaitu dengan bersedekah.

__ADS_1


“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak; dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (QS. Muhammad [47]:38)


Aisyah teringat orang yang menabraknya.


Sepertinya dia orang baik.


Kasihan juga dia, sudahlah orangtuanya masuk rumah sakit, dia kecelakaan pula.


Kelihatan banget dia lagi buru-buru mungkin banyak hal yabg harus diurus. Ditambah lagi harus mengurus motornya yang rusak di bengkel.


Dengan tulus Aisyah mendoakannya.


"Semoga Allah mempermudah segala urusan nya dan memberikan kesembuhan pada papanya. Aamiin....."


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Bima Arya memacu mobilnya mengikuti arah jalan yang tadi dilaluinya. Sambil mengemudi ia masih tak habis pikir mengingat kesialan yang dialaminya.


Tapi tunggu dulu..... Ia mulai berpikir tentang gadis yang ditabraknya.


Ada yang aneh dari gadis itu. Gadis itu sama sekali tidak marah.Tidak minta ganti rugi, dan sempat menolak bantuannya. Bahkan gadis itu membelanya saat banyak orang yang akan menghajarnya. Dan lagi ia juga mendoakan papa yang sakit agar cepat sembuh.


Ah, dasar gadis aneh. Padahal bisa saja dia menggunakan kesempatan ini untuk meminta ganti rugi yang banyak. Tapi tidak ia lakukan. Heran ya hari gini kok masih ada gadis baik dan polos seperti itu.....


Ia baru sadar kenapa tidak bertanya namanya. Dan nomor hape nya. Dasar payah... Semoga saja gadis itu menghubungi nya lewat kartu nama yang ia berikan tadi.


Hanya perlu waktu sepuluh menit dari tempat kost-an Aisyah, Ia sudah sampai dirumahnya. Rumah yang ditinggal

__ADS_1


ecara terburu-buru tadi malam.


Haris bergegas membuka gerbang, lalu menunduk kepala saat mobil melintas masuk ke garasi, lalu kembali menutup gerbang. Tergopoh dia berlari mendengar tuannya memanggil namanya.


__ADS_2