Perempuan Terpilih

Perempuan Terpilih
BAB 4. IMPIAN TENTANG PASANGAN.


__ADS_3

Aisyah.


Ya, namaku Aisyah.


Mungkin sebagian orang berpikir bahwa namaku tidak kekinian. Bahkan mungkin mereka menganggap namaku kolot atau ketinggalan zaman.


Walaupun demikian, aku bangga bernama Aisyah. Ayah dan ibu memilih nama Aisyah, bukan tanpa sebab. Ayah dan ibu ingin aku seperti Aisyah, istri Rasulullah. Perempuan yang cantik, sholeha, mandiri, tegar, rajin bersedekah.


Aku sadar aku tidak bisa dibandingkan dengan Aisyah Radhiallahu Anhu istri Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.... namun aku bahagia. Karena nama yang ayah dan ibu berikan mengandung doa agar setidaknya aku bisa meniru sifat-sifat dari Ummul mukminin.


Insya Allah aku akan selalu berusaha menjadi Aisyah yang baik bagi ayah, ibu dan suamiku kelak.


Aaaah.... kok jadi nyerempet-nyerempet ke suami sih.....


Hahahaha...


Aku belum kepikiran punya suami. Umurku masih 19 tahun, masih ingin belajar dan mengabdi. Tapi tidak ada salahnya juga kan, aku mulai memikirkan seperti apa ya kriteria pria yang akan menjadi pendampingku kelak.


Baiklah, kita hayalkan dari sekarang.


Seorang laki-laki yang baik, dewasa, suka menolong penyayang, paham agama, sayang kepada kedua orang tua baik orang tuaku dan juga orang tuanya, tidak berkata kasar, rajin beribadah, tidak pelit dan yang utama iya harus bisa menjadi imam bagi keluarga kecil ku kelak.

__ADS_1


Setidaknya itu poin-poin penting nya. Masalah harta, pekerjaan, dan juga tampang ah itu mah bonus. Nggak ada harta ya nggak papa. Yang penting rajin bekerja dan berusaha. Kalau tampangnya biasa-biasa aja ya nggak papa. Kalau dapat suami yang tampan Alhamdulillah itu mah bonus hahaha....


Ku tutup laptop di pangkuanku. lalu merebahkan diri di tempat tidur. Sudah cukup berandai-andai nya. Waktunya istirahat. Besok ada jadwal kajian. Selamat tidur..... Jangan lupa berdoa.


-------------_--------------_-------------_--------------_------------


BIMA.


Ya, akulah Bima.


Lelaki yang kuat dan pekerja keras. Apapun yang kulakukan adalah untuk memenuhi ambisiku.


Boleh di bilang aku ini adalah orang yang gila kerja. Kerja kerja dan kerja. Aku tidak akan berhenti sebelum keinginanku tercapai. Dan semua itu ku buktikan. Dalam waktu 3 tahun aku sudah bisa memiliki semua yang kuinginkan.


Susah payah ku rasakan perjalanan hidup ini demi mencapai posisi ku yang sekarang. Aku bangga dengan diriku sendiri. Tanpa kerja kerasku aku tidak akan menjadi kontraktor hebat yang punya harta berlimpah.


Papa dan Mama pasti bangga padaku.


Di usiaku yang ke-27 tahun aku sudah punya sebuah perusahaan penyedia alat berat.


Aset ku ratusan juta bahkan mencapai miliaran. Mobil mewah bisa berganti kapanpun aku mau.

__ADS_1


Bahkan aku sudah tinggal di rumahku sendiri.


Dengan semua yang ku punya dan juga tampangku yang tampan ini, dengan mudahnya aku bisa memiliki pacar cewek-cewek cantik, model, artis, bahkan anak-anak pengusaha dan sosialita berebut ingin berada di sampingku.


Sudah tak terhitung berapa kali aku ganti pacar.


Semua hanya sekedar sensasi. Aku bangga bisa menggandeng perempuan-perempuan cantik untuk ku pamerkan kepada kolega ku, kepada partner-partner Bisnisku, dan kepada teman-teman ku di gym.


Tapi kali ini adalah yang paling spesial.


Seorang top model bernama Eliza. Cantik, seksi, langsing, pintar, karir mapan, lincah, ceria, semua ada padanya.


Pertama kali kami bertemu saat menghadiri acara launching boutique salah seorang teman. Ia mengundang Eliza untuk menjadi model yang memperagakan produk baru dari design nya.


Mataku terpana melihat kemolekan tubuhnya melenggak-lenggok di atas catwalk. Memamerkan busana-busana hasil karya temanku tersebut. Apapun yang dipakainya sangat mempesona. Aku pun jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dan bukan Bima namanya bila tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan tolong dicatat !!! Tidak ada seorang wanita pun yang mampu menolak kharisma seorang Bima. Dengan mudahnya aku berhasil menjadikan Eliza super model itu menjadi kekasihku.


Jarak tak menjadikan hal menjadi sulit untuk hubungan kami. Setiap akhir pekan aku mengunjungi Eliza-ku di ibukota.


Seperti yang kulakukan saat ini. Bersama dengan Eliza-ku ditengah dentuman musik yang keras. Terpesona melihat perempuan itu berlenggak lenggok menari dalam remang-remang lampu diskotik.

__ADS_1


Dan aku bahagia setiap melihat Eliza-ku ada di sampingku...... Aku berharap semoga ialah yang akan mendampingi hidupku selamanya, mengisi hari-hari ku, menjadi ibu dari anak-anakku, menemani saat aku tertidur dan saat aku membuka mata.


Aku menunggu saat itu datang, Eliza-ku sayang......


__ADS_2