
Hani kembali di hadapkan dengan kenyataan,bahwa dirinya sedang menelan pil pahit kembali
Malam malam Hani terjaga dari tidurnya, Adi sudah jarang pulang,Adi semaunya sendiri,kapan dia pulang kapan dia pergi .
Hani bangun kemudian ia keluar dari kamar tidurnya ,lalu masuk ke kamar anak nya, anak anaknya sedang tertidur pulas.
Hani duduk di samping tempat tidur
dia menatap anak anaknya, tak terasa air matanya mengalir ,hati Hani terasa pedih sakit yang amat sangat.
Hani menangis di hadapan anak anaknya yg sedang tertidur lelap.
meratapi nasibnya.
Hani mengelus kepala anaknya ,
sambil berbisik
"maafkan mama ya nak mama sdh
tidak tahan dengan perlakuan papa kalian,mama tidak tahu harus bertahan sampai kapan? mama sudah lelah nak?!," dalam Isak:tangis Hani
Semenjak Hani kerja,Hani punya pengurus rumah tangga,dia baik cekatan dan mengerti pekerjaan .
bibi namanya.bibi sudah jalan hampir dua tahun ikut Hani.
Bibi sangat sayang sama anak anak,
Hani percayakan pengasuhan
anak anak pada bibi,di bawah asuhan bibi anak anak kelihatan sehat,baik,rajin
belajar,selalu rapi,Hani tambah sayang kepada bibi,bibi di perlakukan seperti keluarga sendiri,dia di beri tanggung jawab penuh,atas rumah dan isinya sama Hani.
Suatu hari Hani dapat tugas ke luar
kota Hani pulang sudah larut.kebetulan Hani punya kunci sendiri jadi tidak
perlu membangunkan orang rumah,
Hani langsung masuk ke kamarnya,
karena lelah ngantuk sudah tidak
kuat Hani langsung rebahan di kamarnya,
Tiba tiba Hani mendengar ******* orang,Hani bangun langsung
mencari suara itu,ternyata suara itu datang dari kamar bibi.Hani penasaran,itu bukan dengkuran tapi seperti orang sedang mendorong ombak,Hani intip kamar bibi,
kebetulan lampu kamar bibi nyala
lima Watt,
__ADS_1
Hani hampir menjerit ,Adi sedang bercinta dengan bibi,badan Hani bergetar,hati Hani tidak tahan ,
braaakk,,,, pintu di tendang Hani, mereka spontan menengok ke arah Hani yang
sedang berdiri depan di pintu .Hani masuk kemudian menarik selimut dengan kasar yang menutupi tubuh mereka,mata Hani melotot mulut Hani menjerit histeris menyaksikan apa yang ada di depan matanya mereka benar benar ketangkap basah, Hani membalikan badan berlari keluar dan
masuk ke kamar sambil mengunci kamarnya,lelah ,,,capek,, ngantuk ,,yang tadi hilang sama sekali.
Kiamat sudah hati Hani ,hancur sudah hati Hani,sudah tidak ada kata maaf lagi untuk Adi.
Pagi pagi Hani sudah siap ,bibi seperti biasa nyiapin keperluan Hani,
"Terima kasih bibi,kamu tidak usah menyiapkan apapun untukku,kamu hanya punya tugas ngurus pa Adi
sama anak anak ,aku bisa menyiapkan sendiri!" tegas Hani tanpa menoleh sedikitpun ke bibi,bibi meraih kaki Hani sambil menangis meminta maaf atas kejadian semalam.
Hani sudah tak peduli apapun yang akan mereka lakukan,
"Bu saya benar benar minta maaf,saya tidak berdaya,pa Adi dalam keadaan mabuk,saya takut,karena pa Adi mengancam saya?!" bibi memelas minta maaf kepada Hani sambil nangis,
"Sudahlah bi,aku tidak menyalahkan kamu, bi,sudah berapa lama pa Adi melalukan itu padamu? kamu jujur sama aku!,aku tidak marah sama kamu !"tanya Hani kepada pembantunya sambil menatap tajam .
"Sudah dua Minggu ini Bu, kalau ibu kerja bapak pulang,awalnya bapa perkosa saya,saya sudah berusaha menolak menghindar bapak,bapak ancam saya akan di keluarkan dari sini,saya takut Bu,saya harus cari kerjaan kemana lagi ,makanya saya memilih diam,mengikutinya kemauannya!?" jawab bibi sambil menunduk.
"Kamu tidak takut hamil heh! ,kenapa kamu tidak bilang aku?" tandas Hani kesal,ternyata kejadian ini sudah sering.
"Ya sudah,aku tak ikut campur urusan kalian,aku gaji kamu untuk mengurus keluarga ini terutama anak anak aku,jaga mereka,jangan sampai kekurangan apapun!! ujar Hani sambil pergi,
bibi tetap menjaga anak anak dengan baik.
Hari ini di kantor Hani di minta seniornya nemenin ke Bandung ada acara meeting di kantor pusat jam tujuh malam , dengan senang hati Hani menerimanya .
"Han ,,, kenapa wajahmu kusut banget,cantikmu nanti hilang lho,?"
kata seniornya. sambil bercanda.
seniornya namanya neta.
" Betul Bu net ku lagi suntuk banget,?!" jawab Hani,sambil menunduk
"Hai ada apa anak kesayanganku ini ,
ayo cerita ke aku ,jangan kau telan sendiri nanti kau sakit?!" tanya Neta,sambil menghampiri Hani kemudian Neta narik kursi dan duduk di hadapan Hani,
"Ayo cerita Han dari tadi aku lihat
kau kusut ,murung,diem, tak bersuara
seperti benang kusut tahu!?," kembali Neta memaksa Hani bercerita
" Nanti Hani cerita ke ibu di jalan sekarang g enak di kantor Bu nanti
ada yang denger?!," ujar Hani
__ADS_1
"Oh ya sudah kalau begitu,,jangan lupa,bahan buat meeting siapin nanti ya Han ?" kata Neta lagi.
"Ok ,akan saya siapin Bu,?!" balas Hani.
Neta berdiri,kemudian dia masuk ke ruangannya kembali bekerja lagi.
Jam istirahat Neta mengajak Hani makan siang di luar,
"Han ,,,temenin aku makan siang di luar yuk sekalian aku mau ketemu orang di gedung DPR,tapi Hani rapikan dulu bajunya,percantik dulu wajahmu lupakan dulu masalahmu Han,
profesional ya .?!" Neta meminta Hani berias diri
"Baik Bu" kata Hani sambil membuka alat riasnya,Hani merias diri di depan cermin,kemudian merapikan bajunya.
Hani kelihatan cantik dengan berbaju setelan blazer hitam sepatu hak hitam
sekilas orang tidak akan nyangka Hani sudah punya anak dua sudah duduk di bangku SD,
"Nah gitu dong ini baru Hani yang
aku kenal cantik cerdas?!" kata Neta memuji Hani.
Hani dan Neta naik mobil milik Neta,
Neta menyetir lincah banget,Hani dan Neta makan siang di luar kemudian menuju gedung DPR
mereka tiba di gedung DPR langsung menuju salah satu ruangan SekWan
Hani dan Neta di terima dengan baik oleh mereka,
"Silahkan masuk Bu, pa SekWan
sudah menunggu ibu ," kata
ajudannya mempersilahkan masuk
ke Hani sama Neta,di ruang SekWan
"Terima kasih pak," kata Hani dan
Neta berbarengan
Hani dan Neta di sambut dengan senyuman menawan pa SekWan ,
"Hai Bu Net apa kabar !?,lama baru
kesini lagi,ku pikir sudah lupa jalan
ke SekWan?!" sambut pa SekWan berkelakar,
"Enggaklah,,, hanya orang yg tidak beruntunglah yang memutus
silaturahmi,?!" balas Neta sambil tersenyum lebar.
__ADS_1