Perjalanan Cinta Pertama

Perjalanan Cinta Pertama
Bab 27 MAKAN BERSAMA


__ADS_3

"Kenapa harus terburu buru pi kenapa harus di bahas sekarang,,kan masih ada hari besok,?!" ujar Hani


"Tidak terburu buru mi, selagi ada kesempatan dan waktu kenapa tidak,!?


besok dan sekarang sama saja kan tujuannya satu, ?!" ucap Amar sambil menatap Hani


"Iya sih,, tapi kita kan harus mempersiapkan diri dulu pi,masa


bertemu langsung menikah?," kata Hani


"Papi tahu mii,tapi kita kan sudah mempersiapkan diri selama tiga bulan


dan sekarang tindakannya,apa mami merasa keberatan?" ucap Amar menyelidik Hani


"Tidak pi,mami tidak keberatan,cuma apa enggak kecepatan,itu saja," kata


Hani


"Jadi gimana nih,kita bahas atau pending dulu?" kata Amar


"Ya sudah mami ikut papi,lanjut saja pi,!" kata Hani


"Ok,mami ku sayang, jika pernikahan kita bisa sipil berarti tidak ada masalah ya,tapi kalau tidak bisa,berarti yang kita tempuh alternatif,secara agama,gmn


menurut mami?" ucap Amar.


'"Papi !! tidak ada alternatif,mami tidak mau nikah agama,mami mau nikah sipil !! kalau nikah agama mami tidak mau,


mendingan tidak ada pernikahan


sama sekali !! jawab Hani keras,sambil nangis


" mii,, dengar dulu sayang,,, papi ngerti,papi juga inginnya sipil,mii, tp jika tidak bisa,karena status papi sipil,tapi


mami jangan takut, walau nikah agama hak mami penuh dari papi," ucap Amar

__ADS_1


menegaskan ke Hani.


Amar berusaha menenangkan dan menghibur Hani,


"Mami sayang,,papi bukan ingin ngambil alternatif,itu jika tidak bisa mii,


tujuan papi ingin yang terbaik,,!?papi ingin mami bahagia,sekarang papi akan ngikutin apa mau mami,?!," Amar memperjelas,ucapannya.


" Mi,baiknya kita cari informasi dulu ke kantor urusan agama apa persyaratannya, semoga ada yang bisa bantu kita mi,,mami tenang dulu ya sayang,,?!" ujar Amar sambil mengeluarkan saputangannya dan mengusap air mata Hani.


Hani terdiam ,Hati Hani sangat kecewa,kenapa harus ada pembatasan untuk sipil,hati Hani bergumam,


setelah hati Hani merasa tenang kembali,Hani berkata ke Amar


"Papi ,,,mami ingin menikah resmi pi,,,di catatan sipil,mami belum siap kalau untuk menikah agama,!?" kata Hani sambil menatap Amar sendu.


" Papi juga sama sayang,,kita berusaha


untuk ke situ ya mi ,kita tetap berdo'a sayang!? ," ujar Amar sambil mengelus lembut pundak Hani.


"Ayo di habisin air kelapanya mi,biar bisa mengganti air mata yang keluar barusan


" canda Amar tersenyum sambil memalingkan pandangan ke arah lain.


Hani melirik Amar sambil tersenyum pula,pengen rasanya Hani di peluk


Amar,di sayang Amar ,hati Hani memendam perasaannya yang dalam.


Amar juga sama perasaannya dengan Hani,ingin memeluk,mendekap Hani.


Amar dan Hani kembali bercerita santai


mereka saling tatap tersirat dalam sinar matanya penuh mengandung arti,arti kerinduan yang dalam.


Mereka termasuk orang orang yang

__ADS_1


teruji dan paham situasi,mereka berusaha menahan diri untuk bertindak senyaman mungkin.


Matahari sudah condong kBarat,mereka bangkit dari tempat duduknya,Amar membayar kelapa muda,kemudian Amar menghidupkan sepeda motornya,Amar dan Hani berlalu dari tempat itu untuk mencari mesjid terdekat .ternyata di sebrang mereka terhalang oleh taman ada mesjid lagi di renovasi,mereka mampir di mesjid itu untuk menunaikan ibadah sholat.


Usai sholat Amar berkata pada Hani,


" Mi hari ini pertemuan kita sampai di sini dulu ya,papi tidak enak bawa motor anak,takut anak di rumah Was was,karena mereka tahu papi tidak hapal daerah sini ,kita sekarang pulang ya ,mami mau naik apa ke rumah? Amar bertanya ke Hani pelan,


sebenarnya Amar ingin terus bersama Hani.


" Iya pi ,mami pakai kereta ,karena yang mami tahu hanya kereta kalau yang lain mami juga ga hapal,!?" jawab Hani ,Hani pun enggan berpisah dengan Amar.


"Papi antar mami sampai mana ya mi, sebelum papi putar balik,?" ucap Amar sambil menyalakan sepeda motornya,


"Ke depan saja pi yang banyak angkot sana ,nanti papi putar baliknya di depan sana ?! kata Hani sambil menunjuk kearah depan .


"Oh iya,ya sudah ,ayo mami naik nanti mami turun papi putar balik?" ucap Amar lagi,


Yang mereka tuju itu ternyata stasiun kereta, Hani kegirangan Hani menyuruh Amar berhenti,


"Pi stop, ini stasiun yang mami tadi turun ,waktu mau ketemu papi!?" ujar Hani.


Amar menghentikan laju sepeda motornya kemudian membelokan sepeda motornya masuk parkiran ke stasiun ,


"Eh tahunya Deket ya stasiunnya, Alhamdulillah, dari sini mami masih berapa lama nyampai rumah,?" tanya Amar sambil turun dari sepeda motornya.


"Dua puluh menit,mami melewati tiga stasiun,kemudian di sambung naik ojek tiga menit ke rumah ,tiap satu stasiun membutuhkan waktu lima menit,!?" jawab Hani


Oh lumayan jauh ya mi,mami hati hati ya,mi,,,,besok kita ketemu di mana ya?"


tanya Amar


"Kita ketemu di stasiun ini lagi ya pi , biar tidak susah ketemunya !?" jawab Hani


"Mi tadi hp papi di titip di mami ya,?"

__ADS_1


ujar Amar


__ADS_2