Perjalanan Cinta Pertama

Perjalanan Cinta Pertama
Bab 29 MENGAMBIL KEPUTUSAN


__ADS_3

"Kabar kak Amar baik Van,kakak capek jalan dari stasiun ke rumah,ojek yang mangkal kosong, semua lagi ngangkut penumpang .


sudahmah Kakak tadi salah ngasih handphone ke ka Amar,kakak,nganterin


handphone lah ke rumah anaknya,pokoknya


hari ini hari yg melelahkan." jawab Hani sambil cemberut.


"Tapi walau lelah kakak kan sudah bertemu dengan pujaan hati?! sedikit pengorbanan ga apalah kak?!" ujar Vani dengan nada meledek sambil tertawa.


"Ah kau Van !,bukan pengorbanan,


Itumah derita tahu !?" sanggah Hani sambil tertawa juga


"ko kakak bisa salah ngasih hp,emang g lihat ? ,terus kalaupun ke tuker kenapa mesti di kembalikan emang besok sudah tidak ada pertemuan lagi kak ?! selidik Vani


"Hp kakak g di password,nanti di buka sama ka Amar ,ya kalau kak Amar ga iseng, kalau dia pengen lihat isinya,merah deh muka kakak, nanti kakak jadi bahan bulinya ka Amar,tidak,,,tidaaak, jangan pernah terjadi,!!?" kata Hani sambil menutup muka.


"Kak Hani, cerita dong ,gimana pas kakak bertemu muka dengan kak Amar


apakah saling peluk cipika cipiki kak atau diam membisu??". tanya Vani sambil ketawa ngakak .


"iih kamu vaniii,enggaklah kami orang dewasa kami sama sama saling


merindukan,tapi kami bisa menahan


diri,cukup dengan bertatapan mata untuk saling meyakinkan , berjabat tangan,ngobrol,makan bareng ibadah bareng,rasanya hati Kami cukup terobati


!?”. jawab Hani sambil tersenyum.


"Benarkah cuma sebatas itu kak !? maaasa sih?;tiga puluh delapan tahun kak,,,kakak dan ka Amar terpisah oleh waktu dan jarak ,itu waktu yang lama sekali kak,pertemuan pertama kakak,cuma seperti itu !? jangan jangan kalian sudah saling lupa apa itu rindu?!" ucap Vani tidak percaya.


"Faktanya seperti itu,masa kakak harus ngarang bebas?! kak Amar bukan tipe laki laki hantam kromo,lihat tempat dan


juga lihat situasi,!?" ujar Hani sambil memandang ke Vani.


"Hebat ,,,kalian kak,?! besok rencana ketemu dimana ? Vani ikut ya kak ? besok sekalian kak Amar ajak ke sini saja ya kak?" Vani minta Hani membawa serta Amar ke rumahnya

__ADS_1


"Iya ,,,iya,,kita besok ketemu di stasiun,


sekarang Kakak ngantuk,Kakak mau istirahat dulu ya Vani cantik!?" ujar


Hani sambil merebahkan dirinya di kasur,kemudian menarik selimut.


"Iya kak,istirahatlah?!" kata Vani


sebelum ia keluar kamar Vani mematikan lampu kamar kemudian


menutup pintu .


Hani kembali teringat semua peristiwa pertemuan tadi,Hani hanya tersenyum,dia berusaha memejamkan mata,untuk tidur,karena kelelahan badannya akhirnya Hani tertidur .


Keesokan harinya Hani terbangun saat kumandang adzan menyeru,,Hani berdiri kemudian ke air ,Hani mandi berwudlu lalu mendirikan sholat dua rokaat,berdo'a bersimpuh pasrah,


bersyukur atas apa yang telah di terima,


Seperti biasa pagi Amar selalu menyapa lewat chat,telp,Vidio call,


" Iya pi !?" balas Hani


kemudian mereka melakukan Vidio call


dunia penuh warna,rasanya cinta itu benar benar indah bisa mengubah seseorang menjadikan mood nya indah


juga,tidak pandang usia, semoga ke indahan ini selalu bersamanya,Aamiin


Waktu sudah menunjukan pukul delapan,Hani sudah bersiap siap untuk bertemu kembali pujaan hati,tiba tiba Vani berkata,


"Kak Hani aku ikut ya aku males sendiri di rumah?!" katanya sambil merajuk.


"Boleh,,?! sudah mandi gitu Kakak mau berangkat sekarang,kak Amar sudah berangkat dar rumah anaknya!?" tanya. Hani ke Vani.


Sudah kak aku tinggal ganti baju, bentar ya kak,?!" kata Vani sambil masuk kamar untuk ganti baju.


Tidak begitu lama Vani sudah siap,Hani dan Vani pergi menuju stasiun ,mereka

__ADS_1


kelihatan sumringah terutama Hani,


senyumnya terus merekah menghiasi bibirnya,Vani pun merasakan kebahagiaan Hani, oleh karena itu Vani ingin ikut menyambut kedatangan Amar,


"Kak Hani ,jam berapa kakak,bertemu kak Amar?" tanya Vani.


"Jam sembilan Van di stasiun ?!" jawab Hani


Mereka sudah duduk di dalam kereta ,kereta pelan pelan melaju membawa mereka ke stasiun yang telah di sepakati,,dua puluh menit kemudian mereka nyampai,mereka keluar menunggu Amar di luar stasiun,tidak berapa lama amar pun tiba ,mereka bersalaman,Amar memandang Vani ,menurut Amar Vani tidak berubah,


tetap tomboi gayanya,setelah bertemu sapa,mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah vani,


Amar dengan senang hati di ajak berkunjung ke rumah Vani,mereka kembali ke dalam stasiun untuk naik kereta ,Hani beli satu kartu untuk Amar,karena sekarang semua serba digital pakai kartu elektrik,uang cukup ada di saku dan ATM,setelah dapat kartu mereka bertiga langsung turun menuruni tangga eskalator untuk nyampai di gerbong kereta ,kebetulan kereta baru tiba,mereka langsung masuk dan duduk di dalam kereta.


dua puluh menit mereka tiba di stasiun Deket tempat tinggal Vani mereka turun dari kereta kemudian mereka antri menuju keluar stasiun,di luar,mereka menuju pangkalan ojeg,mencarter tiga ojeg,,sampailah mereka di rumah Vani,Amar di persilahkan untuk masuk,Hani mengambil air minum untuk Amar kemudian Hani ke dapur mau bikin makan siang untuk menjamu Amar .


Hani memasak sendiri,selesai masak dia menghidangkannya kemudian mengajak Vani dan Amar makan siang,mereka bareng bareng makan siang,Amar menikmati makanan buatan Hani,nikmatnya luar biasa,sampai nambah.sambalnya makjos,Hani bersyukur Amar bisa makan buatan tangannya sendiri.


Vani istirahat di kamarnya,Amar pun sama beristirahat di kamar Hani ,Hani


masuk kamar terlihat Amar lagi tidur,


Hani menghampirinya kemudian duduk di samping amar,Amar memegang tangan Hani,kemudian memeluk Hani Amar berjanji sebelum ketemu ibu jari dia tidak akan mengganggu Hani,Hani berusaha menggodanya tapi Amar benar kuat,jangankan di luar di dalam kamar sudah berdua dia tidak berani apalagi di luar.


Mereka hanya saling peluk saling cium.


Amar bermalam di rumah Vani ,Amar dan Hani banyak cerita,dan amar pun cerita perihal dirinya apa adanya,menanggapi biaya hidup setelah menikahi ,Hani merasa tidak paham dengan aturan Amar,Hani berpikir,itu tidak mungkin,dan Hani tidak percaya apa yang di katakan Amar,Amar bercerita kebahagiaan rumah tangganya,Hani terdiam,hatinya sakit,


Hani berpikir lagi untuk menikah dengan Amar,akhirnya Hani memutuskan untuk


tidak menikah dengan Amar,Amar kaget,tapi dia seorang lelaki yang bisa menyimpan kepedihannya,dia berusaha untuk tetap tersenyum,dia berpikir sudah datang ,sudah memenuhi janjinya,yang memberhentikan tujuannya Hani sendiri ya sudahlah ,mau apalagi,akhirnya Hani dan Amar kembali berpisah,


semalaman hati Hani sakit yang luar biasa,Hani tak bisa menahannya,dia tidak bisa tidur hanya berpikir tentang Amar.


Keesokan harinya , pagi pagi sekali Hani bangkit dari tempat tidurnya dia sama sekali tidak tidur,dia keluar kamar,duduk sendirian sambil menangis, Vani menghampirinya kemudian bertanya ,


"Kak Hani kenapa kakak,menangis terus semalaman,lihat mata kakak bengkak dan merah,aku tahu kakak tidak tidur,apa yang membuat kakak seperti ini?!" tanya Vani sambil duduk di kursi depan Hani.

__ADS_1


__ADS_2