Perjalanan Cinta Pertama

Perjalanan Cinta Pertama
Bab 13 PERTEMUAN


__ADS_3

"Oh ya pa ,perkenalkan ini rekan ku,namanya Hani,sesekali Hani akan menghandle pekerjaan ku, jika ku lagi sibuk,jadi tolong di bantu ya pak," lanjut Neta sambil melihat ke Hani


Hani menganggukkan kepala sambil tersenyum manis ke arah pak SekWan ,


pak SekWan pun membalas senyum Hani,


Neta presentasi dihadapan pak Sekwan,


pak Sekwan mendengarkan dengan seksama dan detail .


Sesekali pa Sekwan mencuri curi pandang sama Hani,rupanya pak sekwan Tertarik pada pandangan pertama terhadap Hani.


Pak Sekwan tertarik dengan presentasi Neta,ia menyatakan setuju,pa Sekwan minta Hani presentasi di depan rapat para pimpinan yang akan pak Sekwan jadwalkan,,nanti di infokan ke Neta waktunya.


"Terima kasih pak,dengan senang hati saya dan Hani akan hadir lagi di sini untuk pak Sekwan," kata Neta menutup pembicaraan,setelah berbasa basi


Hani dan Neta pun pamit,


"Han gimana menurut mu presentasi


Ku tadi ?" tanya Neta sambil menyetir mobilnya.


"Wow keren, pa Sekwan sampai terbius presentasi mu bu Net!?"jawab Hani sambil mengacungkan jempol Dua.


"Siapa dulu dong ,aku gitu lho!?," goda Neta ke Hani.


"Han kamu sadar ga,tadi pa Sekwan curi curi pandang sama kamu,". ujar Neta sedikit melirik ke arah Hani.


"Aku tidak memperhatikannya bu Net,aku juga terfokus sama presentasi mu,aku ingin seperti mu Bu Net ," Jawab Hani membanggakan seniornya


"Gimana jika perkiraan ku benar, pa Sekwan suka sama mu Han?" ujar Neta


"Aku ga tahu Bu Net,tidak terpikirkan sedikitpun oleh ku!?," jawab Hani tak acuh.


Hani dan Neta sudah tiba di kantor mereka mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor pusat.


Hani menyiapkan bahan bahan Neta


untuk meeting.


Jam empat Neta mengajak Hani berangkat,sengaja supaya santai di perjalanannya


Pucuk di cinta ulam tiba , hp Neta berbunyi, Neta mengangkatnya,Neta

__ADS_1


berbicara di telepon,setelah menutup


telepon Neta tersenyum sama Hani,


"Han,,barusan telp dari pa sekwan,dia telp hanya untuk menanyakan mu


Han,titip salam buat Hani,katanya barusan lewat sini dia mau pulang,dia lihat kita,bertanya mau pada kemana,


ku jawab mau ada meeting di Bandung


kebetulan pa Sekwan tinggal di Bandung,kalau sudah beres meeting ,dia minta di kabarin,?!" Neta bercerita bahwa yang telp pa Sekwan.


Saat itu yang jaman dimana yang punya hp hanya orang orang tertentu ,Neta punya hp,karena posisi Neta di kantor seorang manager,sudah bermobil pula.


Hani adalah bawahan Neta,Hani anak kesayangan Neta ,karena Hani selain cerdas cantik pula,hani tidak pernah macem macem,dia kerja salalu mengikuti aturan,dan nurut sama atasan


Hani tipe pekerja keras,


"Oh ya tadi pagi Hani mau cerita kan


ke aku,coba sekarang cerita ada apa denganmu Han?" tanya Neta


"Rumah tanggaku sudah hancur Bu,


suamiku sudah jarang pulang,sekali pulang yang di tiduri pembantu," ujar Hani menghela napas panjang,tak terasa air matanya berjatuhan terbayang


Hani bercerita perihal rumah tangganya dengan Adi ke Neta,sambil terisak suara Hani bergetar menahan luka hati yang


amat sangat.


" Haniii,benarkah kamu separah itu,benarkah lukamu sedalam itu? ya ampun Hani aku turut berduka!"


Neta menepikan mobilnya ke pinggir jalan, kemudian menyodorkan tisu,


dan memberikan air minum ke Hani.


Neta ikut prihatin dengan penderitaan Hani,Neta memegang tangan Hani


yang terasa olehnya sangat dingin.


Hani terisak menangisi nasib yang menimpanya,Neta menguatkan hati Hani,bahwa hujan tidak akan selamanya hujan,begitupun dengan kehidupan manusia, ,pasang surut,Neta memberi nasehat,menguatkan batin Hani.


"Han,menangislah sepuas mu biar

__ADS_1


hati mu lega,aku akan selalu ada


buatmu tempat bercerita,kamu sudah


ku anggap adikku sendiri ." kata Neta sambil memegang pundak Hani.


Hani hanya bisa mengangguk,sambil terus terisak,merasakan,kesakitan dan kepedihan.


"Han,, setiap di kehidupan manusia pasti mengalami fase dimana suka dan duka silih berganti,dan hari ini dirimu mengalaminya,,aku juga pernah berada di fase ini,penguat diri hanya satu mendekatkan diri kepada Alloh,dan ikhlas menerima, insyaallah,Alloh akan memberi kita jalan yang terbaik.?!" pungkas Neta menenangkan Hani dengan lembut tapi tegas.


"Terima kasih Bu Net,,hati aku sudah mulai tenang," kata Hani ,Isak tangis Hani pun mulai terhenti,


Setelah melihat Hani benar benar tenang ,Neta kembali menyalakan mesin


mobil ,mereka melanjutkan perjalanan menuju kota Bandung.


Menjelang magrib mereka sampai di kota Bandung , Neta mampir di rumah temannya sesama manager juga,


Neta memperkenalkan Hani pada temannya,namanya Sinta,


Hani ikut sholat magrib dulu di rumah Sinta,kemudian Hani dan Neta pamit,


ke Sinta mau menghadiri meeting yg di adakan di hotel Naripan,


Ternyata Sinta pun sama akan menghadirinya tapi Sinta sudah janjian sama temennya mau ke kantor pusat dulu jadi tidak bisa bareng Hani dan Neta.


Sebelum memasuki ruang meeting


peserta di persilahkan untuk makan malam dulu,Hani dan Neta gabung dengan yang lain untuk acara makan


malam bersama.


Sambil bernostalgia Neta dan rekan rekan dari cabang lain bersenda gurau,temu kangen,Neta tak lupa Hani di


di perkenalkan olehnya ke seluruh rekannya,rekan rekan Neta menyabut


Hani dengan baik.Hani seneng bisa


bergabung dengan mereka.


Acara meeting pun di mulai ,semua berada dalam ruangan tertutup,banyak hal baru yang Hani dapatkan,banyak ilmu yang Hani serap.


Meeting sudah selesai Hani dan Neta

__ADS_1


di tahan untuk tidak pulang ,mereka mengundang Hani dan Neta kongko


di tempat hiburan,


__ADS_2