
Semenjak itu kisah kasih Amar dan Hani
kembali terjalin.
Suatu hari Hani menceritakan kehidupannya kepada Amar bahwa dia belum pernah menikah dengan siapapun .
Hani menjalani hidup bersama tanpa ikatan resmi dan melahirkan 3 buah hati.dari dua laki laki
Yang pertama Hani hanya bisa bertahan
sepuh tahun,
Yang ke dua lumayan lama dua puluh tahun.
lima tahun yang lalu Hani melepaskan diri dari hubungan tanpa ikatan itu dan
Sudah lima tahun Hani memilih menjalani hidup sendiri ,dengan banting tulang , Hani menghidupi anak anaknya yang masih pada sekolah.
Semua kehidupan yang Hani jalani menyangkut Amar ,Hani terbelenggu masa lalu.
Hani sangat menyesali masa lalu bersama Amar, semua karena Amar
jika dulu tdk ketemu Amar mungkin lain ceritanya.
Amar pun tidak bosan bosannya minta maaf ke Hani dan Amar berjanji akan datang ke Hani dan akan menikahi Hani .
"Mami,,tenang dan sabar ya ,papi akan datang untuk menepati janji papi !?, " kata Amar di ujung tlp.
"Iya pi mami akan setia menanti kedatangan papi !?" kata Hani
" Buktikan ya pi,mami butuh bukti bukan janji !?," tambah Hani
" Iya mi, akan papi buktikan,papi mau beresin segala urusan di sini ,papi minta
waktu tiga bulan ke depan,!?" kata Amar meyakinkan Hani.
Amar berjanji pula mensupport biaya hidup Hani,
Kini Hani mendapat support batuan keuangan setiap bulan dari Amar,
__ADS_1
Hani merasa lega,merasa Amar memang orang yang seharusnya melakukan itu padanya.
Semenjak Hani kembali dengan Amar,
hati Hani merasa ada kedamaian,
merasa tenang,tak sedikitpun terbersit untuk main main,benar benar pintu hati Hani tertutup untuk laki laki lain,
setiap hari Amar intens menghubungi Hani pake WhatsApp,lewat tlp,lewat Vidio call,lewat chatting.
Cinta Hani ke Amar makin hari makin tumbuh subur, begitupun Amar ke Hani,
Amar sangat mencintai Hani,karena Hani adalah cinta pertamanya,dan begitupun Hani ke Amar sama.
Anak-anak Hani awalnya menentang karena Amar orang jauh lintas pulau,
"Ma kenapa mama tidak cari calon suami yang deket,aku g setuju,mama menikah dengannya!?" kata putra
anak Hani yang pertama,
"Terima kasih kaka,sepertinya mama tidak bisa di halangi oleh siapapun,
karena mama bukan semata hanya menikah Kaka,tapi mama dan pa Amar ada masa lalu yang belum selesai !?"
" masa lalu apa ma,tolong ceritakan ke aku biar aku mengerti dan paham?" tukas Putra.
akhirnya mamanya menceritakan perjalanan hidupnya ke Putra dan putra terdiam sejenak,
" Ma apa yakin mama akan bahagia hidup dengannya,sedang mama di sini pa Amar di sebrang lautan luas,?" kata Putra lagi.
"Kaka kebahagiaan itu tidak bisa di ukur oleh jarak dan waktu, insyaallah mama bisa menerima dengan ikhlas, karena
mama dan pak Amar bukan mencari kepuasan napsu!?," kata Hani sambil tersenyum lebar sama anak sulungnya.
Akhirnya setelah di beri penjelasan, Putra pun mengizinkan mama nya menikah dengan pak Amar.
Tiga bulan telah berlalu,Amar menepati janjinya,Amar datang ke tanah Jawa,untuk menemui pujaan hatinya.
Amar minta izin ke isterinya di BB mau bersilaturahmi ke keluarga besarnya di kota asal dia, karena sudah lama
__ADS_1
tidak pulang kampung.
Setelah mendapat izin dari isteri nya Amar berangkat menuju pelabuhan
Amar merencanakan bertemu dengan Hani di jogjakarta,tempat Amar menimba pendidikan sarjananya.
Perjalanan Amar ke tanah Jawa penuh dengan perjuangan,Amar tidak mendapat tiket pesawat ,kalau adapun harus jauh jauh hari memesan yaitu dua bulan sebelum keberangkatan,itu juga tiket pesawat minta ampun mahalnya,
Keberangkatan Amar ke tanah Jawa berbarengan dengan arus balik pasca umat muslim merayakan hari raya IdulFitri.
Amar memutuskan keberangkatannya menggunakan jalur laut,dia mendapat tiket kls 1 ,dapat ruangan kamar dan matras buat istirahat.
Amar memasuki kapal penuh dengan perjuangan, karena harus bersusah payah berdesakan dengan penumpang yang lain yang takut tidak bisa masuk,
melelahkan sekali,tapi dengan niat yang kuat,akhirnya Amar bisa nyampai di
dalam kamar kapal,Amar bisa bernapas
lega dia duduk di tempat tidur kemudian membaringkan badannya,untuk istirahat.
Dua belas jam kemudian kapal yang di tumpangi Amar tiba di pelabuhan Makasar,kemudian kapal menepi bersandar di pelabuhan Makasar,
Amar nyampai di kota Makasar .
Amar mencari penginapan karena Amar tiba di kota itu sudah menunjukan pukul tujuh malam.
Amar dapat penginapan di salah satu hotel di kota itu,sambil istirahat Amar membuka hp nya kemudian yang pertama dia hubungi adalah Hani.
"mii papi sudah sampai makasar,malam ini papi nginep di Makasar,besok pagi papi baru ke Bandara !?" kata Amar di WhatsApp nya Hani
"Iya pi hati hati ya," jawab Hani
"Ok mii papi istirahat dulu ya" balas Amar.
Paginya Amar menuju bandara,tiba tiba di perjalanan ,Amar menerima tlp dari isterinya ,dia menyarankan Amar langsung ke Jakarta untuk menengok cucunya.
Pucuk di cinta ulam tiba,dengan senang hati Amar menyambut permintaan isterinya,dia tidak perlu ke kota asalnya atau ke Jogja lagi .
Amar nyampai di bandara Hasannudin,
__ADS_1
dia langsung ikut antri di loket untuk membeli tiket tujuan Jakarta,betapa riangnya dia,bisa langsung terbang ke Jakarta.
Setelah mendapat tiket pesawat dia langsung telp Hani .