Perjalanan Cinta Pertama

Perjalanan Cinta Pertama
Bab 6 API KEBENCIAN


__ADS_3

Magrib Adi pulang,dengan sepeda motornya,Hani sama sekali tidak


menyambutnya,setelah di matiin mesin motor ,Adi masuk rumah dengan memberi salam,


Hani menjawab salam tapi sama


sekali tidak menoleh nya,dia anteng


duduk sambil nonton tv.


Adi melirik Hani yang tidak peduli dengan kepulangannya,biasanya Hani menjemputnya di pintu sambil menggendong putra,dalam pikiran Adi,mungkin tontonannya seru,hingga lupa kalau dia sdh pulang.


Adi menghampiri Hani,


"sinetronnya seru ya ma?" tanya Adi.


"heemm," Hani menyahut dengan deheman tetep tidak menoleh .


" Ma ada apa ko dingin banget


tumben,?". sapa Adi ke Hani


Hani masih asyik nonton tv .


Adi menggendong anak kecilnya


membawa masuk kamar.


Adi melepas pakaian seragam


kerjanya setelah ganti baju, Adi


kembali menggendong putra dan


duduk di samping Hani,


Hani masih tetep diem,Adi jadi penasaran ada apa dengan Hani.


" ma ngomong dong ada apa? "


kembali Adi bertanya sambil menatap Hani


Rupanya Hani sudah tidak bisa nahan emosinya,


" pa jujur ya sama aku,benarkah dulu papa menginginkan aku menggunakan jasa dukun alias papa pelet aku !?" tanya Hani dengan nada tinggi menahan marah.


"Dari siapa mamah denger itu,?" Adi balik bertanya


" Pa aku minta papa jujur ya sebelum kemarahan ku memuncak?" Hani menatap tajam sama Adi


akhirnya Adi berterus terang,Adi

__ADS_1


meng iyakan,Adi melakukan itu karena Adi sangat mencintai Hani,Adi ingin Hani jadi miliknya,


"Ma maafin aku,itu aku lakukan karena aku sudah bicara baik baik sama mama,


tapi mama malah menolakku dan bahkan menghinaku,jadi aku nekad ,tapi tak sedikitpun ada niat untuk mempermainkan mama,dan aku telah buktikan ke mama,aku hanya ingin mama jadi milikku itu saja." Adi memberi penjelasan


" Dan sekarang dengan lahirnya buah hati cinta kita, Aku semakin sayang


dan cinta sama mama,hidupku, ku abdikan untukmu ma?! ma tolong maafin aku ya?" jelas Adi sambil meraih tangan Hani.


"Pa ,papa sadar apa yang papa perbuat, itu sangat merugikan mama,,papa telah menghancurkan menghancurkan cita cita dan masa depanku !!!


" bentak Hani sambil melotot


"Aku tidak ikhlas di perbudak cinta,aku tidak rela di jadikan pecundang ,papa harus bayar mahal semua ini,!!" ancam


Hani sambil berdiri menunjuk Adi .


" Kalau bisa bayar akan aku bayar,apa tidak ada maaf untuk ku ma?"


jawab Adi merasa bersalah.


" Maaf ya pa ,atas dasar apa aku memaafkan mu ! ,demi anakkah!?


tidak ada ! aku tidak akan pernah memaafkannya ! perbuatan papa ini menjijikan mencerminkan tidak beragama,tidak punya keyakinan ,


papa harus mempertanggung


Hani memalingkan muka langsung masuk kamar,Hani merapikan baju


bajunya kemudian Hani memasukannya ke dalam koper,Hani keluar ambil air wudhu,kemudian mendirikan sholat magrib,selesai langsung ambil Qur'an dan melantunkan ayat suci,selesai itu kemudian berdo'a ,memohon ampunan


kepada Alloh,selama ini Hani telah melupakan Alloh,


Adi termenung sendiri,Adi sangat


menyesali segala perbuatannya.


Keesokan harinya seperti biasa Adi


sudah bangun siap siap untuk berangkat kerja,dia melihat sarapan belum di siapkan ,Adi tidak berani membangunkan Hani yang masih tidur,Adi pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan sendiri ,sudah menyiapkan sarapan Adi sarapan tanpa di temani Hani,kemudian Adi pamit ke Hani yang masih tidur , untuk berangkat kerja.sebenarnya Hani tidak tidur,hanya pura pura tidur karena sudah sangat jijik melihat wajah Adi,putra masih tidur, Hani bangun dari tempat tidurnya kemudian,setelah suara motornya Adi tak terdengar Hani keluar kamar, Hani menyiapkan segala keperluan putra dan dirinya semua telah disiapkan Hani mandi kemudian memandikan putra,setelah rapi,Hani menyimpan surat di atas meja makan yang sudah Hani tulis semalaman.


"Selamat tinggal Adi ,maafkan aku


tidak bisa melanjutkan hubungan ini


karena kau telah membuat kesalahan besar kepadaku,aku akan kembali


pada keluargaku,aku bawa anakku


bersamaku jangan cari aku dan

__ADS_1


anakku." Hani bergumam kemudian


Hani menggendong anaknya keluar rumah sambil nengteng koper. dan


tas tangannya.


Hani naik angkot,menuju terminal


bus ,kebetulan bus menuju ibukota belum berangkat jadi Hani tidak perlu lama lama menunggu,langsung naik bus,lima menit kemudian bus jalan


melaju menuju ibukota metropolitan.


Hani bisa bernapas lega,angin yang menerpa wajahnya yang masuk lewat celah jendela membuat Hani mengantuk,karena semalaman tidak tidur,Hani tertidur sambil mendekap putra.


Sore hari bus yang di tumpangi Hani memasuki terminal Cililitan,semua penumpang antri untuk turun ,begitupun dengan Hani,Hani turun dengan hati hati karena bawa anak bawa koper.


Hani melanjutkan perjalanan,dengan naik bus metromini jurusan Pulogadung,


sampailah Hani di tujuan,Hani memberi salam sambil mengetuk pintu,


" Assalamualaikum!? " Hani memberi salam


".Waalaikum salam? seorang wanita paruh baya membukakan sambil menjawab salam.


"Mamaaah" Hani memanggil ibu itu dengan panggilan mamah,


"Hanii anakku" jawab ibu paruh baya sambil memeluk ,Hani.


Ibu dan anak saling berpelukan sambil menangis,mereka melepaskan pelukan karena anak dalam gendongan Hani


ikut menangis juga.


" Ya ampun Hani ini anakmu nak,


maafin nenek ya cucuku?,". kata mama sambil mengambil cucunya dari gendongan Hani.


"Iya ma ini anak Hani dan Adi,?!".jawab Hani sambil memberikan anaknya.


Anak itu di peluk neneknya sambil di ciumin,si anak tersenyum sama neneknya dia seneng rupanya ketemu


sama neneknya.


"Istirahatlah Han ,biar putra sama


ibu,kelihatan capek banget?!" kata mamanya


"Iya ma,Hani mau ke air dulu,lalu makan kemudian istirahat,capek masih ngantuk juga tadi di bus tidur ?! "


ujar Hani sambil masuk kedalam rumah di ikutin mamanya .


Mamanya sambil menggendong putra,menyiapkan makan buat Hani, kemudian tidak lupa menyuapi cucunya,putra dengan lahap makan.

__ADS_1


Hani makan di temenin mamanya sambil ngobrol ,beres makan ,kemudian Hani masuk kamar dia merebahkan diri di kasur sambil menatap langit langit kamar,Hani merasa lega sudah bisa pulang ke orang tuanya,bisa melepaskan kesesakan hatinya.


__ADS_2