
"Iya pi ,mami ke Samsat, " Hani membalas chat nya Amar
Jam sembilan pagi , Hani pamit sama Vani mau ke Samsat,
"Van Kakak pamit ya mau ke Samsat
dulu" pamit Hani ke Vani
"Kenapa harus ketemu di Samsat kak?,kenapa ga di undang ke sini saja,"
tanya Hani sambil menatap Hani,
"Sudah di undang ke sini tapi ada yang mau di bereskan surat surat kendaraan dulu di Samsat terus dia kan tidak tahu jalan kesini ,!?" jawab Hani
"Oh gitu, iya kak hati hati," kata Vani sambil mengekor Hani di belakang,
Hani pergi naik kereta menuju kantor Samsat Jakarta timur.tiba di stasiun, Hani ganti kendaraan pakai mobil.
mobil yg di tumpangi Hani tiba di tujuan
Hani turun di depan kantor Samsat,Hani berjalan melewati pos depan,masuk halaman Samsat,
Mata Hani mencari cari,kemudian mata Hani tertuju pada sosok orang yang sedang duduk di kursi tunggu,awalnya Hani ga yakin kalau itu Amar, setelah lama Hani melihatnya Hani yakin bahwa itu Amar, baru Hani mendekati nya
Kemudian Hani berdiri di hadapan Amar sambil memberi salam,Amar melihat
ke Hani membalas salam ,Amar menatap mata Hani dalam dalam.
__ADS_1
Kemudian Amar tersenyum ke Hani dan Hani pun tersenyum sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan,Amar menerimanya dengan hangat ,Kelihatan di mata Amar dan Hani penuh kerinduan yang amat sangat.
"Mii kita cari masjid , dzuhur dulu ya?" kata Amar ke Hani sambil bangun dari duduknya.
"Pi mami lupa ga bawa mukena , gimana ya?" kata Hani,
"Pi kita cari mesjid yang besar ya biar ada mukenanya!?" lanjut Hani,
"Iya yuk kita cari mesjid kayanya tadi
papi lihat ada mesjid besar pinggir jalan
Deket dari sini,". kata Amar.
Amar membonceng Hani menuju mesjid terdekat dari area kantor Samsat,
Selesai sholat mereka duduk santai sejenak di teras mesjid, sambil ngobrol,
"Mami,,,akhirnya kita bisa bertemu bertatap muka, Alhamdulillah Alloh
telah memberi jalan kepada kita,penantian yang panjang penuh kesabaran membuahkan keindahan," Amar berujar di hadapan Hani sambil tak henti menatap Hani
"Iya pi Alhamdulillah,mami punya keyakinan yang besar dan kuat pi ,kalau papi akan menepati janji papi ,mami yakin papi akan datang ke mami!?" ujar Hani pula,
"Mii,, dan papi lebih yakin lagi sekarang ke mami,setelah papi lihat mami,ketemu mami,,,,gimana dengan mami setelah mami ketemu papi?!" tanya Amar ke Hani, mata Amar tak lepas dari pandangannya ke Hani.
"keyakinan mami sudah kuat sebelum papi datang,apalagi papi datang untuk mami,jangan pernah ragukan cinta mami pi!!?" jawab Hani sambil meneteskan air mata.tetes air mata bahagia.
__ADS_1
"Terima kasih mi,perjuangan papi tidak sia sia,perjalanan yang lumayan melelahkan di usia sekarang,papi tempuh hanya untuk bertemu mami,dan menepati janji papi,papi datang untuk
menebus masa lalu papi,papi akan menikahi mami!?" tukas Amar meyakinkan hati Hani.
"Mi papi minta maaf atas kejadian di masa lalu ya,papi telah meninggalkan mami,papi sudah berusaha mengirim surat susulan ke mami,bahwa papi menolak perjodohan orang tua, dan papi pergi dari keluarga
membaktikan ilmu kepada negara,,papi meninggalkan kota kelahiran ," kata Amar sambil berkaca kaca di sudut matanya ada titik bening ,Amar menatap
ke langit menahan jangan sampai air matanya jatuh.
"Mii,,papi dua tahun menunggu balasan surat dari mami,dan papi menunggu ada keluarga mami yang datang menjemput papi,dalam keyakinan hati papi, pasti paman mami yang tugas di Kopasus , akan mendatangi papi ,,". papar Amar melanjutkan bicaranya,
Hani benar benar tidak bisa menahan
air matanya,Hani menangis terisak mendengar paparan dari Amar,Hani trenyuh hatinya.
" Kenapa papi tidak berusaha nyari mami ,kenapa papi tidak datang kembali ke Jawa kenapa papi bisa Setega dan sekejam itu pi,mami menelan pil pahit
yang amat sangat karena papi,mami menjalani kekacauan hidup, piii demi Alloh sampai saat ini mami belum menikah,mami hidup bersama tanpa ikatan pernikahan dan lima tahun ini
mami bener bener,hidup sendiri ," kata Hani sambil terisak menjelaskan perjalanan hidupnya.
"Mi semua management nya ilahi, saat itu,papi sudah terlepas dari keluarga bukan papi tidak ingin datang mencari mami ,kondisi keuangan papi tidak mendukung,benar benar tidak ada dukungan,jarak membuat papi tak mampu berbuat banyak," kata Amar menghela napas.
"Sekali lagi papi mohon maaf ke mami, papi hanya bisa berusaha menunggu ada utusan dari keluarga mami,?! " lanjut Amar.
"Setelah dua tahun menunggu, dari situ akhirnya papi berpikir dan meyakinkan diri, bahwa mami akan mendapatkan pendamping yang baik ,Karena mami gadis yang cantik!?," Amar kembali menghela napas,
__ADS_1
"Papi memutuskan untuk mencari pendamping dan papi bertemu dengan wanita yang sampai sekarang menjadi isteri papi,". kata Amar melanjutkan pembicaraannya,