
lumayan lama juga aku dan ibu didalam toko
setelah perdebatan panjang dan alot
akhirnya aku memilih 4 baju +dalaman , lima termasuk yang kupakai saat ini
nggak enaklah ayah dan ibu dah keluar duwit banyak ntuk biyaya rumah sakit kemaren
masak ane tega
ngambil kesempatan saat ditawari
dan baju daster kebesaran milik emak-emak
jangan ditanya, udah tenang didalam tong sampah
bajunya dah bolong disana sini
biasalah baju daster golongan menengah kebawah
menurut ibu-ibu harganya selangit mudah sekali bolong
tapi nyamannya g ketulungan
entah PD amat aku dari tadi
g nyadar, baju dah bolong disana sini tetep santai kayak dipantai
mana g make Daleman lagi
Ya Allah aurotku.....
sepanjang perjalanan pulang, diatas motor ibu terus bertanya-tanya
apa makanan kesukaan ku atau yang tak kusukai
ibu menawari ku berbagai jenis makanan
dari yang berkuah , bersantan semua tak luput dari ucapan ibu
.dan akhirnya disinilah Kami
warung Nasi pecel tengah sawah milik Mak wiji
tempatnya sejuk, angin sepoi-sepoi
lokasinya ditengah sawah
pembelinya bejubel
rata-rata orang-orang yang bekerja di sawah
aku dan ibu duduk lesehan beralas tikar
ditelapak tangan kami terdapat nasi pecel
kacang panjang , toge , daun ketela pohon, jamur, disiram sambal kacang tanah
ditambah rempeyek kacang hijau dan bergedel kentang
hemmmmmmmm menggiurkan
piring nya pake daun pisang
tak lupa es teh manis jadi pelengkap
sembari makan mataku tak bosan menatap sekitar
hamparan hijau sawah yang membentang
udara sejuk segar jauh dari polusi dan hingga bingar kendaraan
ibu bercerita ngalor ngidul
semua hal diceritakan
termasuk manusia es yang membuat ku jengkel tadi pagi adalah mas Ilyas
__ADS_1
anak dari ayah dan istri sebelumnya
aku hanya menjadi pendengar setia
sesekali menanggapi dengan senyuman anggukan saja.
💦💞💦💞💦💞💦💞💦💞💦💞
motor kembali melaju setelah kami menghabiskan nasi pecel
dasar ibu-ibu dari tadi cerita g da kelarnya
apa nggak capek tu mulutnya
hadeeeehhhhh. biarin dah....
baru saja aku turun dari motor
simbah sudah berteriak menyambut kedatangan kami
" ya Allah ayune putuku, menik menik ayu tenan"
simbah menggandeng ku masuk
banyak tetangga yang pada melongo
bertanya-tanya
ada apa gerangan????
aku sampai malu sendiri......
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
waktu terus berputar, hari demi hari terlalu i
tak terasa sudah satu Minggu aku tinggal ditempat keluarga baruku
banyak hal yang baru kutahu
ayah yang mondar mandir
ditambah sawah berhektar-hektar milik ayah
hingga memperkerjakan banyak orang
tiap pagi ibu pulang pergi kepasar
sampai rumah menjaga toko
memang hanya toko ibulah satu-satunya toko di RT tempat kami tinggal
kebanyakan warganya orang-orang tua dan anak-anak
para remaja pemuda pemudi lebih memilih merantau ke kota-kota besar untuk mengadu nasib
ada juga yang menjadi TKW ke luar Negeri untuk memenuhi biaya kebutuhan ekonomi keluarga mereka
jadi tanpa alasan rumah ibu memang kotor seperti tak terawat
baru saja kedalam mau masak atau kekamar mandi
" lek tumbas. ......." cuma beli jajan seribu rupiah
tinggal kedalam lagi
" lek tumbas ....." beli garem dan sebagainya
paling menjengkelkan bila pembelinya anak-anak
ditinggal orang tua mereka kesawah
Anak-anak diberi uang 10 ribu
belinya jajan seribu-seribu bolak balik
sekarang beli jajan seribu dah diberi kembali an , setelah jajan Habis beli lagi seribu
__ADS_1
begitu seterusnya sampai uang Anak itu habis
itu baru satu anak, kalau lima anak???? sepuluh anak????
pegel kan kaki????
makanya urusan masak memasak seringnya dikerjakan simbah
tapi kalau simbah dah berikhtikaf dalam masjid kerasan bener,
nggak inget laper haus, yang ada hanya berzikir dan membaca amalan-amalan dari mbah yai pengurus pondok pesantren.
setelah keberadaan ku dalam rumah ini
akulah yang mengerjakan semuanya
dari masak bersih-bersih
rumah yang dahulu mirip gudang Alhamdulillah sekarang layak tempati
walau sering mendapat protes dari keluarga
khawatir aku kecapean
tapi aku masa bodo
rumah bersih itulah tujuan ku
Dari situ pula aku bisa melihat karakter dari mereka
seperti ayah dan simbah , bila marah langsung diluapkan dengan ucapan.
semua unek-unek dikeluarkan
dari A sampai Z nggak boleh dibantah nggak boleh ngelawan.
setelah puas meluapkan emosi
pergi menghindar dari lokasi kejadian
satu jam kemudian, kembali lagi
seperti tak terjadi apa-apa
hadehhhhh aneh memang.....
dan jangan sampai berani-beraninya menyinggung masalah tadi
yang ada emosi bakalan bangkit lagi
kalau ibu kalau marah seluruh rumah didiemin,. nggak ngomong sama sekali
" udah nggak usah bingung, ibumu juga seperti itu,. ntar juga baik sendiri"
itulah kata-kata ayah dan simbah bila melihat ku kebingungan karena didiemin ibu
walaupun marahnya bukan sama aku sih
tapi tetep aja aku kebingungan , biasanya ibu cerewet cerita ngalor ngidul nggak berhenti-berenti ni diem aja
akhirnya aku deketi ibu, ngomong baik-baik
" Bu maafin Soraya, kalau Soraya banyak salah, ngerepotin ibu , ataupun bikin jengkel ibu"
pasti ibu akan nangis sesenggukan sembari memeluk ku erat
" nggak nduk aya nggak salah apa-"
dan marah menghilang kembali ke semula
kalau mas Ilyas, nggak usah ditanya
seperti itu kulkas berjalan, dingin nya nggak ketulungan
hangatnya cuma sama keluarga doang
dan aku nggak dianggap sama sekali
__ADS_1
seperti mengganggapku memang tak ada
Ya Allah sabar -sabar