
Ramadhan telah tiba
Ramadhan pertama ku bersama keluarga baruku.
sering nya hanya aku dan ibu.
ayah sering menginap ditempat eyang
mengurus perkebunan sayur.
sementara simbah makin kusyuk ikut acara-acara di Masjid
hanya saat berbuka dan sahur bisa bertemu simbah.
dan manusia es, dah lama nggak pulang
terakhir waktu acara 40 harinya simbah.
jadi dipikir-pikir selama aku tinggal dirumah ayah dan ibu, aku ketemu manusia es hanya dua kali,. saat aku sadar
entah tengah malam dia pulang, Aku Juga nggak tahu.
pertama kali nya , aku masuk area pondok putra
ya Allah aku malu sekali
jalan didepan rumah ibu , menuju ke Utara terus disambut bangunan madrasah tempat menuntut ilmu para santri.
meski aku lewat sama ibu naik motor
tetep aja malu
biasanya juga sering liat para kang-kang pondok yang hilir mudik didepan rumah
nah ini , pawangnya
tempatnya berkumpul para santri putra.
kalau simbah dan ibu lewat biasa aja
pada nggak ada yang respon
lah ini aku, masih perawan,. ya kali kang-kang diem aja
treak-treak lah, manggil-manggil
hadehhhhh........taruh mana ni muka????
awalnya sih aku pingin tarawih dipondok putri saja
tinggal jalan ke timur dah nyampe belakang pondok
sekalian , habis taraweh ikut ngaos kitab kuning
tapi ibu ngotot , bawa aku terawih di masjid
katanya imannya mbah yai langsung
dan setelah taraweh baru kepondok putri
Bedanya apa coba????
dipondok putri pun yang jadi imam gus-guse putranya mbah yai , kan sama aja
tapi entahlah , ibu seneng banget buat aku malu.
πβπβπβπβπβπβ
sebulan sudah kita berpuasa
tapi aku enggak,.
ada bolongnya karena menstruasi. hehehehe.....
kini tibalah Hari Raya idul Fitri
sendari sore,. aku ibu dan simbah berkutat didapur
biasalah,. kita masak ketupat,. lontong,. lepet
dan aku bagian buat sayurnya
Subuh-subuh,. ibu sudah menata ketupat lontong dan sayur pelengkap nya
untuk dibawa ayah ke mesjid
ya makan bersama setelah sholat Ied
itu sudah jadi tradisi tiap hari raya
bukan cuma hari raya idul Fitri
saat hari ketujuh lebaran dan
hari raya idul Adha, juga dilakukan
tapi kusus untuk laki-lakinya saja.
βπβπβπβπβπβπ
__ADS_1
Setelah sholat idul Fitri dimasjid sama-sama
waktunya kita maaf-maaf an
mulai dari yang lebih tua
simbah , ayah dan ibu
" nduk aya , sana siap-siap nanti ikut kerumah eyang"
kata ibu yang sedang menata bawaan yang akan dibawa kerumah mertuanya
". la nanti simbah sama siapa?????"
". simbah sudah tersiasa sendiri, nanti juga banyak tetangga yang kesini
la ibumu kan masih punya mertua, jadi harus kesana dulu"
aku menatap simbah, seakan tak rela bila simbah harus ditinggal sendirian
". ya sudah Soraya dirumah saja nemenin simbah"
" ya jangan to nduk, kamu keluarga baru, jadi harus dikenalkan pada keluarga ayah mu"
akhirnya aku menuruti ibu
aku masuk ke kamar untuk bersiap
bertepatan terdengar suara mas Ilyas pulang
sungkem pada simbah ayah dan ibu.
Setelah aku menata jilbab ku dikamar, Aku bergegas keluar
tapi sepi,
kulirik simbah sedang membuat teh hangat satu ceret didapur
ibu dan ayah ada dikamar
entah ngapain mereka???
katanya ngajak ketempat eyang, suruh siap-siap,. eh malah berdua-duaan dikamar.
mataku mengedar.....
senyum cerah terbit dibibirku
kulihat mas Ilyas duduk di kursi ruang tamu sendirian
sambil main handphone.
fokus bener, nggak lihat ada cewek disini mas
aku dah dandan loh
hihihihi.......
kubawa langkah kakiku mendekat
aku sengaja duduk dilantai
kuulurkan tanganku
". maaaaasssss........ maafin Soraya bila ada salah sama mas ya,????
baik itu sengaja atau tidak"
ucapku dengan suara manja
" hmmmm"
dia hanya bergumam sembari berlalu pergi.
telapak tangan ku dibiarkan menggantung di udara , tanpa sedikitpun disambut olehnya.
Ya Allah apa sebegitu bencikah dia terhadap ku????
ini dihari Fitri loh......
harusnya kan saling memaafkan
oh .....oke oke......
bila itu maumu
Muhammad Ilyasa
mulai sekarang aku akan membencimu
titik......
πβπβπβπβπβπβ
Perjalanan ke tempat eyang cukup jauh
jalannya mendaki naik turun gunung.
hawa dingin langsung merasuk lewat pori-pori kulit .
__ADS_1
gini ayah sering bolak balik lewat jalan sini naik sepeda motor metic miliknya
hadehhhhh ...... nggak capek apa????
aku dibonceng ibu naik sepeda motor metic yang sering digunakan ayah
sementara ayah sama mas Ilyas pake motor metic milik mas Ilyas
capek?????
itulah yang kurasakan setelah sampai tempat tujuan.
untungnya aku pakai legging, jadi lebih nyantai.....
nggak terlalu capek......
saat duduk dibonceng ibu
sebuah bangunan megah menyambut kami
rumah mewah disekitar perkebunan sayuran
kata ibu , itu rumah eyang, bude Yasmin, kakaknya ayah,. dan rumah tante Bilqis adiknya ayah
hanya ada tiga rumah disini
dikelilingi perkebunan sayur-sayuran yang terhampar luas, sejauh mata memandang
beberapa mobil juga berjajar rapi
mungkin hanya ayahlah yang setiap hari mengendarai sepeda motor.
pantas saja kalau eyang nggak setuju
faktor ekonomi menjadi salah satunya
padahal keluarga ayah terkenal paling kaya satu RT.
( keluarga mbah yai sudah beda RT ).
sawah berhektar-hektar , masih mempunyai perkebunan disini
dibandingkan dengan keluarga eyang , memang ayah kalah jauh
contohnya Bude Yasmin, selain dapat bagian perkebunan, suaminya mempunyai usaha toko kayu cukup sukses dikota
dan suami Tante Bilqis mempunyai toko meubel , bahkan sudah punya beberapa cabang.
Sampai didalam tak kalah mewah rumah eyang
semua sudah berkumpul
maing-masing keluarga sudah mempunyai 2 anak, laki-laki dan perempuan
kedua mata eyang menatap ku
mungkin bingung,. siapa gadis ini????
". ini Soraya mah, anak angkat Ismail"
ayah angkat bicara,. sembari mengusap kepala ku
kuulurkan tanganku untuk mencium punggung tangan eyang dan juga yang lain.
entah perasaan ku atau memang kenyataannya
dari pandangan mereka seakan tak menyukai keberadaan ku dan ibu,
ibu tetap santai , mungkin sudah terbiasa
malah seakan ibu dianggap seperti pembantu bukan menantu
sendari datang sampai pulang , ibu disuruh ini itu, mengerjakan pekerjaan rumah
padahal para ART sudah berjajar rapi, menunggu diperintah.
βοΈπ«βοΈπ«βοΈπ«βοΈπ«βοΈπ«βοΈ
Perjalanan pulang dari rumah eyang. sehabis isyak.
udara makin dingin
untungnya tadi pagi aku pake jaket
kali ini aku duduk dijok belakang motor mas Ilyas
ibu sama ayah,.
mungkin ibu kecapek an , dari tadi disuruh-suruh mulu
padahal aku juga ikut membantu
nggak bisa bayanginΨ kemaren-kemaren ibu sendirian.
Diaras motor , kami saling diam
udara makin dingin, duduk dibonceng manusia es
Ya Allah menggigil tubuh ini........
__ADS_1