Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah

Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah
013 lebaran dirumah eyang


__ADS_3

Ramadhan telah tiba


Ramadhan pertama ku bersama keluarga baruku.


sering nya hanya aku dan ibu.


ayah sering menginap ditempat eyang


mengurus perkebunan sayur.


sementara simbah makin kusyuk ikut acara-acara di Masjid


hanya saat berbuka dan sahur bisa bertemu simbah.


dan manusia es, dah lama nggak pulang


terakhir waktu acara 40 harinya simbah.


jadi dipikir-pikir selama aku tinggal dirumah ayah dan ibu, aku ketemu manusia es hanya dua kali,. saat aku sadar


entah tengah malam dia pulang, Aku Juga nggak tahu.


pertama kali nya , aku masuk area pondok putra


ya Allah aku malu sekali


jalan didepan rumah ibu , menuju ke Utara terus disambut bangunan madrasah tempat menuntut ilmu para santri.


meski aku lewat sama ibu naik motor


tetep aja malu


biasanya juga sering liat para kang-kang pondok yang hilir mudik didepan rumah


nah ini , pawangnya


tempatnya berkumpul para santri putra.


kalau simbah dan ibu lewat biasa aja


pada nggak ada yang respon


lah ini aku, masih perawan,. ya kali kang-kang diem aja


treak-treak lah, manggil-manggil


hadehhhhh........taruh mana ni muka????


awalnya sih aku pingin tarawih dipondok putri saja


tinggal jalan ke timur dah nyampe belakang pondok


sekalian , habis taraweh ikut ngaos kitab kuning


tapi ibu ngotot , bawa aku terawih di masjid


katanya imannya mbah yai langsung


dan setelah taraweh baru kepondok putri


Bedanya apa coba????


dipondok putri pun yang jadi imam gus-guse putranya mbah yai , kan sama aja


tapi entahlah , ibu seneng banget buat aku malu.


πŸ”‚β™πŸ”β™πŸ”€β™ŒπŸ”‚β™πŸ”β™πŸ”€β™Œ


sebulan sudah kita berpuasa


tapi aku enggak,.


ada bolongnya karena menstruasi. hehehehe.....


kini tibalah Hari Raya idul Fitri


sendari sore,. aku ibu dan simbah berkutat didapur


biasalah,. kita masak ketupat,. lontong,. lepet


dan aku bagian buat sayurnya


Subuh-subuh,. ibu sudah menata ketupat lontong dan sayur pelengkap nya


untuk dibawa ayah ke mesjid


ya makan bersama setelah sholat Ied


itu sudah jadi tradisi tiap hari raya


bukan cuma hari raya idul Fitri


saat hari ketujuh lebaran dan


hari raya idul Adha, juga dilakukan


tapi kusus untuk laki-lakinya saja.


β™ŒπŸ”€β™πŸ”β™πŸ”‚β™ŒπŸ”€β™πŸ”β™πŸ”‚

__ADS_1


Setelah sholat idul Fitri dimasjid sama-sama


waktunya kita maaf-maaf an


mulai dari yang lebih tua


simbah , ayah dan ibu


" nduk aya , sana siap-siap nanti ikut kerumah eyang"


kata ibu yang sedang menata bawaan yang akan dibawa kerumah mertuanya


". la nanti simbah sama siapa?????"


". simbah sudah tersiasa sendiri, nanti juga banyak tetangga yang kesini


la ibumu kan masih punya mertua, jadi harus kesana dulu"


aku menatap simbah, seakan tak rela bila simbah harus ditinggal sendirian


". ya sudah Soraya dirumah saja nemenin simbah"


" ya jangan to nduk, kamu keluarga baru, jadi harus dikenalkan pada keluarga ayah mu"


akhirnya aku menuruti ibu


aku masuk ke kamar untuk bersiap


bertepatan terdengar suara mas Ilyas pulang


sungkem pada simbah ayah dan ibu.


Setelah aku menata jilbab ku dikamar, Aku bergegas keluar


tapi sepi,


kulirik simbah sedang membuat teh hangat satu ceret didapur


ibu dan ayah ada dikamar


entah ngapain mereka???


katanya ngajak ketempat eyang, suruh siap-siap,. eh malah berdua-duaan dikamar.


mataku mengedar.....


senyum cerah terbit dibibirku


kulihat mas Ilyas duduk di kursi ruang tamu sendirian


sambil main handphone.


fokus bener, nggak lihat ada cewek disini mas


aku dah dandan loh


hihihihi.......


kubawa langkah kakiku mendekat


aku sengaja duduk dilantai


kuulurkan tanganku


". maaaaasssss........ maafin Soraya bila ada salah sama mas ya,????


baik itu sengaja atau tidak"


ucapku dengan suara manja


" hmmmm"


dia hanya bergumam sembari berlalu pergi.


telapak tangan ku dibiarkan menggantung di udara , tanpa sedikitpun disambut olehnya.


Ya Allah apa sebegitu bencikah dia terhadap ku????


ini dihari Fitri loh......


harusnya kan saling memaafkan


oh .....oke oke......


bila itu maumu


Muhammad Ilyasa


mulai sekarang aku akan membencimu


titik......


πŸ”‚β™πŸ”β™πŸ”€β™ŒπŸ”‚β™πŸ”β™πŸ”€β™Œ


Perjalanan ke tempat eyang cukup jauh


jalannya mendaki naik turun gunung.


hawa dingin langsung merasuk lewat pori-pori kulit .

__ADS_1


gini ayah sering bolak balik lewat jalan sini naik sepeda motor metic miliknya


hadehhhhh ...... nggak capek apa????


aku dibonceng ibu naik sepeda motor metic yang sering digunakan ayah


sementara ayah sama mas Ilyas pake motor metic milik mas Ilyas


capek?????


itulah yang kurasakan setelah sampai tempat tujuan.


untungnya aku pakai legging, jadi lebih nyantai.....


nggak terlalu capek......


saat duduk dibonceng ibu


sebuah bangunan megah menyambut kami


rumah mewah disekitar perkebunan sayuran


kata ibu , itu rumah eyang, bude Yasmin, kakaknya ayah,. dan rumah tante Bilqis adiknya ayah


hanya ada tiga rumah disini


dikelilingi perkebunan sayur-sayuran yang terhampar luas, sejauh mata memandang


beberapa mobil juga berjajar rapi


mungkin hanya ayahlah yang setiap hari mengendarai sepeda motor.


pantas saja kalau eyang nggak setuju


faktor ekonomi menjadi salah satunya


padahal keluarga ayah terkenal paling kaya satu RT.


( keluarga mbah yai sudah beda RT ).


sawah berhektar-hektar , masih mempunyai perkebunan disini


dibandingkan dengan keluarga eyang , memang ayah kalah jauh


contohnya Bude Yasmin, selain dapat bagian perkebunan, suaminya mempunyai usaha toko kayu cukup sukses dikota


dan suami Tante Bilqis mempunyai toko meubel , bahkan sudah punya beberapa cabang.


Sampai didalam tak kalah mewah rumah eyang


semua sudah berkumpul


maing-masing keluarga sudah mempunyai 2 anak, laki-laki dan perempuan


kedua mata eyang menatap ku


mungkin bingung,. siapa gadis ini????


". ini Soraya mah, anak angkat Ismail"


ayah angkat bicara,. sembari mengusap kepala ku


kuulurkan tanganku untuk mencium punggung tangan eyang dan juga yang lain.


entah perasaan ku atau memang kenyataannya


dari pandangan mereka seakan tak menyukai keberadaan ku dan ibu,


ibu tetap santai , mungkin sudah terbiasa


malah seakan ibu dianggap seperti pembantu bukan menantu


sendari datang sampai pulang , ibu disuruh ini itu, mengerjakan pekerjaan rumah


padahal para ART sudah berjajar rapi, menunggu diperintah.


β„οΈπŸ’«β„οΈπŸ’«β„οΈπŸ’«β„οΈπŸ’«β„οΈπŸ’«β„οΈ


Perjalanan pulang dari rumah eyang. sehabis isyak.


udara makin dingin


untungnya tadi pagi aku pake jaket


kali ini aku duduk dijok belakang motor mas Ilyas


ibu sama ayah,.


mungkin ibu kecapek an , dari tadi disuruh-suruh mulu


padahal aku juga ikut membantu


nggak bisa bayangin، kemaren-kemaren ibu sendirian.


Diaras motor , kami saling diam


udara makin dingin, duduk dibonceng manusia es


Ya Allah menggigil tubuh ini........

__ADS_1


__ADS_2