Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah

Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah
07


__ADS_3

👉 ibu Ningsih 👈


Berawal dari igauan simbok


sudah sebulan simbok tak pernah tidur dengan nyenyak.


tiap malam dia akan mengigau menangis meraung-raung.


memanggil-manggil nama saudara tirinya yang sudah lama berpisah.


__"Martinah"__


itulah nama yang sering disebut.


bukan hanya itu.


simbok juga memanggil almarhum _"pa'enya"_ yang sudah lama meninggal , dan dikebumikan dikampung tempat tinggal sang adik.


memang semenjak membawa almarhum simbok nya kembali ke kampung ini, ia tak pernah sekalipun berziarah ke makam ayahnya yang jauh disana.


bukan karena tak ingat, faktor jaraklah yang mebuat dia tak bisa datang.


hanya bacaan Alfatihah, Yasin dan tahlil yang tak pernah lupa Ia kirimkan, baik tiap malam Jumat dan sehabis sholat lima waktu.


awalnya cuma sekeluarga yang terganggu


lama kelamaan , tetangga mulai terusik.


tak jarang mereka datang bertamu ditengah malam , akibat terganggu dalam tidur nyenyak nya akibat ulah simbok.


bukan hanya simbok yang meminta untuk diantar kesana.


para tetangga juga menyarankan begitu.


tapi anehnya simbok masih sangat hafal desa kampung, kecamatan , kabupaten tempat sang adik tinggal.


bahkan sampai RT dan RW nya.


dan dari situlah Ilyas, anaku . mulai mencari informasi, dimana desa itu berada


dan route yang harus ditempuh.


kebetulan dia mempunyai sahabat anggota kepolisian, jadi tak susah untuknya mengkorek informasi itu.


kesempakatan pun terjadi


simbok akan kesana dengan diantar Ilyas naik mobil.


tapi kendala pun terjadi,


Ilyas dituntut untuk mengurus tentang kitab-kitab ( buku-buku) untuk belajar para santri, di tahun ajaran baru, dan untuk bulan ramadhan.


karena dia termasuk salah satu santri kepercayaan mbah yai.


jadi simbok akan kesana dengan diantar Ismail , suamiku, tp mereka akan naik bus, karena tidak berani menyetir mobil jauh.


lagi-lagi kendala terjadi.


tumbuhan diperkebunan suamiku ada masalah.


dasarnya mertuaku yang keras dan sulit untuk dibantah dan dikalahkan.


tak mengizinkan suamiku pergi


dan akhirnya , disini lah aku .


duduk disalah satu bangku bus bersama simbok, yg akan membawa kami ke kota tujuan.


kita berangkat pukul lima pagi.


jam 12 siang kita baru sampai ke terminal tujuan.


Dengan bertanya pada salah satu anggota kepolisian


yang ada didalam kantor dekat terminal


aku bertanya.


tentang desa atau kampung yang kutuju.


Alhamdulillah, karena posisi ku orang jauh, dan baru pertama datang kemari,


ada salah satu anggota polisi yang mau ikut mengantar, dan mencari alamat yang dituju.

__ADS_1


kurang lebih seperempat jam kita baru sampai , ditempat tujuan.


anehnya ,. rumahnya kosong.


kita bertanya pada warga sekitar.


berjarak dua TR , dari rumah sebelum nya, kami baru sampai


pak polisi tadi langsung pamit setelah kami sampai tujuan.


kulihat gubug reot, berdinding papan lapuk,


genteng nya berwarna hitam, terbukti sudah sering nya terkena matahari dan hujan.


Assalamualaikum.


ucapku diambang pintu


kami langsung disambut bocah remaja, memakai sarung yang sudah berubah warna. kemeja putih berubah coklat, dan jilbab warna senada yang terdapat lubang diujungnya.


kuedarkan pandangan ku, setelah kami masuk


dinding dari papan yang menutupi samping-samping rumah


terdapat banyak lubang, karena dimakan rayap


dari langit-langit , masuk cahaya matahari yang menerobos masuk lewat celah-celah genteng


pasti rumah ini bila hujan akan bocor.


dipojokkan ruangan mataku melihat baju-baju yang tertata rapi didalam tumpukan kardus mie instan.


ya Allah apa betapa sesulit ini kehidupan mbok lek disini????


sementara simbok


sudah menangis meraung raung sambil memeluk sang saudara.


tak memperdulikan suara ranjang yang mereka duduki berbunyi.


karena paku yang menyatukan kayu satu dan lainnya sudah melonggar.


sedih memang


mbok lek meninggal dalam pelukan simbok.


hati ku sakit kala melihat gadis remaja itu menangis meratapi nasibnya ditinggal sang nenek.


selama tujuh hari aku disana bersama simbok.


ikut mengurus acara tahlilan dan sebagainya


dari situ ,sedikit demi sedikit aku mulai mengenal anak remaja bernama Soraya.


gadis sebatang kara. yang diasingkan warga karena menjadi anak diluar nikah


aku tak memperdulikan itu


menurut ku manusia tidak bisa memilih jalan hidupnya sendiri.


aku berniat ingin membawa nya pulang.


akan kuangkat menjadi anaku.


ditambah almarhum mboklek juga sudah berpesan seperti itu.


rupanya keinginan ku tidak lah mudah.


ada dua keluarga yang ikut menginginkan dia.


perdebatan pun terjadi.


Alhamdulillah akhirnya akulah pemenang nya.


mataku berkaca-kaca saat aku membantu dia berkemas.


kulihat hari tanggal bulan dan tahun Soraya lahir sama persis dimana aku kehilangan anaku.


namanya juga hampir sama


👉 Soraya Nafiah dan anaku Nafi'ayatur Rohimah.


bayi perempuan yg meninggal kala dalam perjalanan menuju bidan.

__ADS_1


motor yang kami naiki tersenggol truk yang ugal-ugalan.


motor kami menabrak tiang listrik.


selain kehilangan bayi aku juga kehilangan rahim,. rahimku harus diangkat karena kecelakaan.


sedih ya .... apalagi mertuaku yang sendari awal tidak menyukai ku.


karena ekonomi dan fisik.


berulang kali dia meminta kami untuk berpisah, tapi bang Ismail tetep kekeuh mempertahankan rumah tangga kami.


bahkan bang Ismail menolak secara terang-terangan saat sang ibu meminta untuk menikah lagi.


aku juga sadar akan kondisi ku sekarang, walau sakit hati aku tetap meminta bang Ismail menikah lagi, bahkan tak cuma sekali aku menawarkan wanita yang akan jadie maduku.


bang Ismail seakan menutup telinganya rapat , tiap kali mendengar ocehan ku,


tak jarang aku bercerita kata-kata yang terlontar dari mulut mertuaku.


" buat apa mempertahankan wanita mandul,


punya apa dia????, sudah miskin buruk rupa"


jadilah selama bertahun-tahun aku hanya mengurus satu anak ya dia Muhammad Ilyas Abdullah , anak suamiku dari istri sebelumnya.


memang suamiku seorang duda beranak satu


istrinya pergi meninggalkan nya untuk mengejar lelaki lain setelah Ilyas lahir.


Meylina seorang gadis keturunan Cina Brazil.


walau keturunan luar negeri tapi Meylina lahir dan besar di Indonesia.


baru setelah Ilyas lahir dia pergi ke Amrik mengejar sang kekasih.


aku yang dari bayinya Ilyas hanya sebagai baby sister. sekarang jadi ibu sungguh an.


*********


senang bahagia kurasakan, saat membawa Soraya


tak sabar ingin sampai rumah.


entah aku menganggap Soraya adalah Nduk ayaku yang pergi.


jahat memang, tapi aku sudah menganggap Soraya sebagai anaku sendiri.


baru sampai di terminal ada pria yang mengaku-ngaku ayah biologis Soraya


dia tetap memaksa membawa Soraya pergi


baik atas izin atau tidak dari ku.


sedih , kecewa, aku pulang dengan keadaan tangan kosong


hati ku hampa.


sampai pagi menjelang


ada keributan didepan rumah ku


mobil pickup yang dikendarai Ilyas dan temannya untuk mengangkut tumpukan kitab-kitab, ada gadis remaja yang terluka parah.


meringkuk diantara tumpukan kardus-kardus.


aku memang tak berani mendekat


rasa iba tak tega , menggelayut dalam hatiku.


Aku hanya menatap nya dari jauh.


seakan tersambar petir disiang hari


saat kutahu gadis itu adalah Soraya.


gadis yang sudah kuanggap anaku sendiri


gadis yang dibawa paksa oleh orang yang mengaku Ayah nya.


buat apa kemaren dia memaksa membawa nya bila hanya untuk disakiti


apa salah Nduk Aya ku????

__ADS_1


dan sekarang disini dia, disalah satu ruangan rumah sakit untuk penyembuhan kondisi fisik dan mental.


__ADS_2