
seperti lagunya bang Haji Roma
pertemuan yg ku impikan , kini jadi kenyataan
pertemuan yg ku dambakan, ternyata bukan khayalan.......
Mbah Martinah dan Mbah Marni, yg telah lama terpisah jarak dan waktu , kini bisa bertemu.
ain mata haru menghiasi pertemuan mereka.
tp tetap saja, mereka kalah dengan Surata takdir
kehendak sak ilahi Robbi
Mbah Martinah menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan sang kakak tiri.
siiiiiiiiiimbaaaaaaahhhhhhhhh............
teriak Soraya sembari beberapa kali mengguncang tubuh mbah Martinah.
kala tau Mbah Martinah telah berpulang.
ya Mbah Martinah meninggal , orang-orang bilang karena gejala angin duduk.
air mata mengalir deras dari ketiga wanita beda usia.
Mbah Marmi masih setia memeluk sang adik.
meluapkan rasa rindu, haru didepan jenazah sang adik.
mbaaaaaaaaahhhhhh........
Soraya kembali berteriak histeris, disertai air mata yg mengucur deras melalui kedua bola matanya.
masih teringat jelas, sekelebat obrolan kemarin sore, antara dirinya dan simbah.
rupanya itu adalah obrolan mereka untuk yg terakhir kalinya.
tp kini.....????
simbah telah tiada
meninggal kan Soraya sendiri untuk selama-lamanya
orang yg paling disayangi
keluarga satu-satunya yg Soraya miliki.
bagaimana nasib Soraya setelah ini????
apa bisa Soraya menjalani hidup tanpa kehadiran sang embah??????
bagaimana Soraya menghadapi setiap cacian dan makian orang-orang kampung.
karena senyum simbahlah yg slalu jd penawar pengobat , tiap kali kesedihan menghampiri dirinya.
cuma senyum simbahlah Soraya bisa tegar dan tersenyum walau hatinya rapuh.
*********
kabar duka atas meninggalnya Mbah Martinah telah tersebar.
suara tarjik, telah menggema, melalui speaker-speker masjid dan musholla.
warga kampung segera berbondong-bondong kerumah duka.
ada yg ikut terharu melihat Soraya yg sesenggukan disamping jenazah.
ada jg yg terang-terangan mencaci
"ini pasti gara2 Soraya..... dasar anak haram pembawa sial......"
mbaaaaaaaaahhhhhh......
panggil Soraya pelan
air matanya tetap mengucur deras.
kedua bola matanya tak lepas dari jasad simbah yg terbaring tertutup kain.
suara yasin tahlil jg tak dihiraukan.
berbagai pelukan dia dapatkan, dari para warga yg datang melayat
bukan hanya warga pak kiyai , istrinya dan beberapa santri turut hadir dirumah duka
"Ndak usah nangis, Soraya g sendirian, ada umi Abah disini. Soraya bisa nganggep Umi sama Abah , orang tuanya Soraya sendiri"
Soraya semakin terisak, air matanya semakin jatuh, membasahi pipi mulusnya, mendengar ucapan Umi istri dari pak kiyai kala memeluk nya erat. disamping jenazah simbah, dan beberapa orang yg sedang membaca Yasin dan tahlil.
"yg tabah ya mbak Soraya"
pelukan salfa teman akrab Soraya, di Madrasah Tsanawiyah tempat nya menuntut ilmu di pesantren ikut menenangkan sang sahabat .
setelah umi melepaskan pelukannya beberapa menit yg lalu.
*********
Soraya masih terduduk. disamping makam sang embah
memang beberapa menit yg lalu jazat simbah telah selesai dikebumikan.
air mata soraya masih saja mengucur deras.
dia masih setia duduk menatap gundukan tanah dihadapannya.
orang-orang yg mengantar jenazah simbah ketempat peristirahatan terakhirnya . satu persatu mulai meninggalkan area pemakaman.
Soraya masih betah berlama-lama
padahal berulang kali telah dibujuk untuk pulang.
"Nduk Soraya, ayo pulang"
Soraya menoleh pada sang pemilik suara.
perempuan yg kemaren datang dengan mbah Marmi
sedang menatap nya dengan tersenyum lembut.
##########
selama tujuh hari mbah Marmi dan anaknya ikut menginap digubug tempat tinggal Soraya.
mereka dengan suka rela ikut membantu pak Rendi dan Bu Khusni dlm acara tahlilan dari hari pertama hingga ketujuh.
dari situlah Soraya bisa dekat dengan
ibu Ningsih anak kandung Mbah Marmi.
yg sudah menganggap nya seperti anaknya sendiri
#######
pagi ini hawa panas ketegangan tanpak menyelimuti gubug tempat tinggal Soraya.
tiga keluarga saling melontar ucapan. berharap bisa mengajak Soraya untuk tinggal bersama mereka
pak Rendi dan Bu Khusni.....?????
mereka baik.....
dulu Bu Khusnilah yg membantu Soraya bisa masuk sekolah dasar, tempat dia mengajar.
masalah seragam, buku dan keperluan sekolah lainnya
dialah yg menanggung.
Bu Khusni jg sering mengajak dia memasak
__ADS_1
mencoba berbagai menu baru
, sembari ngobrol dan bercanda didapur.
karena anak perempuan Bu Khusni memang tak suka dan tak mau berkutat dengan alat-alat dapur.
pak Rendi jg baik padanya, sebagai ketua RT, dia pernah mati-matian membela Soraya saat warga kampung demo ingin mengusir Soraya karena dianggap aib yg harus diusir.
kak valen ????
kita sering ngobrol bila ada waktu senggang
nonton dama Korea lewat laptop , bersama.
berbagi cerita. membagikan barang-barang nya yg TDK terpakai
dan berbelanja baju lebaran saat bulan Ramadhan.
hanya den Denis lah yg terang-terangan TDK menyukai nya.
bahkan dengan angkuhnya dia meminta Soraya, memanggil nya dengan den Denis . memberi kejelasan pada Soraya kalau dia adalah pembantu dirumah ini.
pak kiyai dan istrinya......????
tak kalah baik
berkat mereka Soraya bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat Tsanawiyah dibawah naungan pondok pesantren.
uang pendaftaran, syahriah, seragam, kitab-kitab dan keperluan lainnya. sudah ditanggung oleh pak kiyai
bahkan umi sering memberi baju lebaran untuk dirinya dan simbah.
memang keluarga pak kiyai sudah terkenal baik hati kepada semua orang.
mbah Marmi dan Bu Ningsih
memang baru beberapa hari Soraya mengenal nya
tp cuma mereka lah keluarga Soraya sekarang.
bahkan mbah Martinah sudah menitipkan Soraya pada mereka.
sebelum simbah menghembuskan nafas terakhirnya.
setelah perdebatan yg cukup alot
akhirnya pihak mbah Marmi lah yg bisa membawa Soraya.
dengan dibantu Bu Ningsih
Soraya memasukan baju-bajunya kedalam kardus bekas mie instan
sementara akte , ijazah dan surat-surat penting lainnya, dimasukkan kedalam tas yg ditenteng Bu Ningsih.
Dan disinilah mereka duduk bertiga disalah satu bangku dalam terminal, menunggu bus yg akan membawa mereka ke kota tujuan.
tiba-tiba datang seorang lelaki
diperkirakan usia nya lebih dari 40 th,
tampangnya menyeramkan.
secara paksa dia menarik pergelangan tangan Soraya dengan kasar.
refleks Soraya menjerit
hingga orang-orang mulai mengerumuni mereka
"aku ayah kandung Soraya, dan akan membawanya"
ada rasa hangat, bahagia menyelimuti hati Soraya
akhirnya dia bisa tau melihat dan bertemu ayah kandungnya sendiri
yg telah lama ia rindukan selama ini.
ditatapnya wajah sang ayah.
hati Soraya nampak menciut
ia tak menginginkan dibawa pria yg mengaku sebagai ayah kandungnya.
"dulu si tua bangka, nenek peot melarang keras aku bertemu anaku,
sekarang kalian juga melarang aku membawa anaku sendiri.......?????
siapa kalian ????? ha..........??????
mau saya laporkan polisi.......??????
aku akan membawa anaku, baik diizinkan atau tdk .......... "
pria yg mengaku ayah kandung Soraya menarik paksa pergelangan tangan Soraya.
Soraya hanya menatap Bu Ningsih dan mbah Marmi
mengharap pertolongan.
Bu Ningsih dan mbah Marmi hanya diam mematung melihat Soraya ditarik paksa oleh orang yang mengaku ayah kandung Soraya.
mereka jg tdk bisa berbuat apa-apa.
hanya tangis lah sebagai simbol kesedihan nya.
bruuuuuuuuuuukkkkkkkkk.........,
Soraya menoleh pada pria yg menarik nya.
mulut Soraya menganga melihat kardus berisi baju-bajunya telah dibuang ditong sampah.
belum habis keterkejutan Soraya, dia langsung dipaksa masuk ke dalam mobil.
Soraya ketakutan duduk di bangku belakang. melihat
dua pria seumur an yg telah duduk manis di jok depan.
" ini cwek yg Lo maksud......????? cantik juga, masih segel an kan......?????"
pria yg menarik Soraya hanya mengangguk.
Soraya semakin ketakutan kala pria yg duduk dibalik kemudi terus menatap nya lewat kaca spion.
tatapannya seakan menelanjangi Soraya.
berulang kali Soraya bergidik ngeri.
*******
berkilo-kilo meter , mobil itu melaju,
Soraya tak tahu dia akan dibawa kemana.
pusing , mual itulah yg dirasakannya
maklum ini baru pertama kalinya bagi Soraya naik mobil, mabuk kendaraan wajar kan.....?????
lama kelamaan isi dlm perutnya meronta
hoooeeekkkk........
hoooeeekkkk......
Soraya ingin muntah
" heeeeeeyyyyyyyyy jangan muntah di mobil ku......?????
baru saja kata-kata itu terlontar
joooooooooooooorrrrrrrrrrrr...............
__ADS_1
Soraya sudah memuntahkan semua isi perut nya. hingga mengenai baju yg ia kenakan saat ini
" dasar kampung an. makanya ayah mau mengajak mu cari kerja yg enak, nanti kamu bisa beli mobil, g kampung an kayak sekarang"
Soraya tdk menanggapi ucapan mereka
pusing, lemas, mual itu yg dirasakan.
dia hanya menutup mata rapat-rapat
berharap kondisi tubuhnya bisa lebih baik.
********
satu jam dua jam
mobil tak kunjung berhenti
padahal jam sudah menunjukkan pukul dua siang
aku belum sholat dhuhur.......
" pak bisa mampir sebentar di masjid atau musholla terdekat?????
saya belum sholat dhuhur pak...... "
ucapnya menghilangkan keheningan sendari tadi.
" nanti saja"
itulah ucapan mereka
tp sampai magrib pun mobil tak kunjung berhenti.
mengerikan.......
itulah yg dilihat Soraya kala mata cantik nya mengedar keluar jendela.
mobil membawa mereka membelah jalanan ditengah hutan
pohon-pohon besar dan tinggi menjadi pemandangan
semak belukar jg tertata rapi dipinggir jalan
" aku akan dibawa kemana.....????"
pertanyaan itu terus berputar-putar dalam benaknya
tak mungkin dia menanyakan langsung kepada dua lelaki didepan nya, karena bukan jawaban melainkan bentakan yg pasti dia dapatkan.
mobil yg membawa mereka berhenti didepan rumah megah tengah hutan
gerbang tinggi mengelilingi rumah itu.
menambah rasa horor , dan mistis
dua wanita berpakaian seksi menyambut kedatangan kami
" Desy,....... Mela...... kalian urus dia".....
ucapnya sambil menatap Soraya.
orang yg bernama Desy dan Mela datang mendekat.
mereka nampak jijik melihat muntahan dibaju Soraya.
Desy dan Mela membawa Soraya masuk
diedarkan pandangan Soraya
rumah sebesar ini ditengah hutan, terlihat sepi dan menyeramkan
cuma ada dua pria yg membawa Soraya dan dua orang gadis berpakaian seksi.
didepan pintu kamar, mereka berhenti
wanita yg bernama Mela menyerahkan baju pada Soraya
Soraya nampak kaget ,
sebuah tang top berwarna merah dan rok mini berwarna senada yg lebih sopan dipake anak TK
" g ada baju lain....?????"
tanyanya menyerahkan kembali baju itu kepada Mela
" disini ditengah hutan, jauh dari toko pakaian, sinyal Hp pun tak ada. lagi pula ini sudah malam. besok saja kita keluar hutan untuk membeli baju"
kata Desy menjawab pertanyaan Soraya pada Mela.
Mela hanya menatap jengah
" hemmmmmmmm...... apa kalian punya mekena......?????
saya belum sholat......."
mereka berdua nampak gelagapan
bingung harus menjawab apa
" emmmmmm...... kita sedang datang bulan
mekenanya baru dicuci tadi sore, belum kering masih basah kuyup.
mending kamu masuk gi. segera mandi, nanti aku akan kesini lagi mengantar makanan"
Soraya tetap diam ditempat
seperti aneh saja mendengar penjelasan Desy
byuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrr.......
"ups sorry g sengaja"
Mela menutup mulutnya tanda dia menyesal telah menyiram Soraya dengan air seteko.
Desy menatap tajam Mela
Mela Hanya mengakat bahu acuh tak peduli
" udah gi masuk, dari pada masuh angin"
Desy mendorong Soraya masuk kedalam kamar dan segera menutup rapat pintu
tak butuh waktu lama untuk Soraya mandi
dengan terpaksa dia memakai baju seksi pemberian Mela dan Desy.
tok tok tok.....
pintu diketuk beberapa kali
dilihatnya Desy sudah berdiri didepan pintu, membawa nampan berisi nasi dan lauk pauk, air putih dan teh hangat
" makan dulu trus istirahat"
Soraya hanya mengangguk sembari menerima nampan yg disodorkan Desy
Soraya meletakkan nampan diatas nakas
setelah menutup pintu rapat
dia segera membungkus tubuhnya dengan selimut tebal diatas ranjang king size
entah itu Shah atau tdk
Soraya tetap menjalankan sholat, dari dhuhur, asyar, magrib dan isyak.
selesai menjalankan sholat , Soraya hanya meminum teh hangat, karena perutnya masih cukup mulal untuk dipaksa memakan nasi
__ADS_1
rasa kantuk, capek tak enak badan yg dirasakan Soraya saat ini, langsung mampu membawa dirinya kealam mimpi