Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah

Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah
04


__ADS_3

seperti lagunya bang Haji Roma


pertemuan yg ku impikan , kini jadi kenyataan


pertemuan yg ku dambakan, ternyata bukan khayalan.......


Mbah Martinah dan Mbah Marni, yg telah lama terpisah jarak dan waktu , kini bisa bertemu.


ain mata haru menghiasi pertemuan mereka.


tp tetap saja, mereka kalah dengan Surata takdir


kehendak sak ilahi Robbi


Mbah Martinah menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan sang kakak tiri.


siiiiiiiiiimbaaaaaaahhhhhhhhh............


teriak Soraya sembari beberapa kali mengguncang tubuh mbah Martinah.


kala tau Mbah Martinah telah berpulang.


ya Mbah Martinah meninggal , orang-orang bilang karena gejala angin duduk.


air mata mengalir deras dari ketiga wanita beda usia.


Mbah Marmi masih setia memeluk sang adik.


meluapkan rasa rindu, haru didepan jenazah sang adik.


mbaaaaaaaaahhhhhh........


Soraya kembali berteriak histeris, disertai air mata yg mengucur deras melalui kedua bola matanya.


masih teringat jelas, sekelebat obrolan kemarin sore, antara dirinya dan simbah.


rupanya itu adalah obrolan mereka untuk yg terakhir kalinya.


tp kini.....????


simbah telah tiada


meninggal kan Soraya sendiri untuk selama-lamanya


orang yg paling disayangi


keluarga satu-satunya yg Soraya miliki.


bagaimana nasib Soraya setelah ini????


apa bisa Soraya menjalani hidup tanpa kehadiran sang embah??????


bagaimana Soraya menghadapi setiap cacian dan makian orang-orang kampung.


karena senyum simbahlah yg slalu jd penawar pengobat , tiap kali kesedihan menghampiri dirinya.


cuma senyum simbahlah Soraya bisa tegar dan tersenyum walau hatinya rapuh.


*********


kabar duka atas meninggalnya Mbah Martinah telah tersebar.


suara tarjik, telah menggema, melalui speaker-speker masjid dan musholla.


warga kampung segera berbondong-bondong kerumah duka.


ada yg ikut terharu melihat Soraya yg sesenggukan disamping jenazah.


ada jg yg terang-terangan mencaci


"ini pasti gara2 Soraya..... dasar anak haram pembawa sial......"


mbaaaaaaaaahhhhhh......


panggil Soraya pelan


air matanya tetap mengucur deras.


kedua bola matanya tak lepas dari jasad simbah yg terbaring tertutup kain.


suara yasin tahlil jg tak dihiraukan.


berbagai pelukan dia dapatkan, dari para warga yg datang melayat


bukan hanya warga pak kiyai , istrinya dan beberapa santri turut hadir dirumah duka


"Ndak usah nangis, Soraya g sendirian, ada umi Abah disini. Soraya bisa nganggep Umi sama Abah , orang tuanya Soraya sendiri"


Soraya semakin terisak, air matanya semakin jatuh, membasahi pipi mulusnya, mendengar ucapan Umi istri dari pak kiyai kala memeluk nya erat. disamping jenazah simbah, dan beberapa orang yg sedang membaca Yasin dan tahlil.


"yg tabah ya mbak Soraya"


pelukan salfa teman akrab Soraya, di Madrasah Tsanawiyah tempat nya menuntut ilmu di pesantren ikut menenangkan sang sahabat .


setelah umi melepaskan pelukannya beberapa menit yg lalu.


*********


Soraya masih terduduk. disamping makam sang embah


memang beberapa menit yg lalu jazat simbah telah selesai dikebumikan.


air mata soraya masih saja mengucur deras.


dia masih setia duduk menatap gundukan tanah dihadapannya.


orang-orang yg mengantar jenazah simbah ketempat peristirahatan terakhirnya . satu persatu mulai meninggalkan area pemakaman.


Soraya masih betah berlama-lama


padahal berulang kali telah dibujuk untuk pulang.


"Nduk Soraya, ayo pulang"


Soraya menoleh pada sang pemilik suara.


perempuan yg kemaren datang dengan mbah Marmi


sedang menatap nya dengan tersenyum lembut.


##########


selama tujuh hari mbah Marmi dan anaknya ikut menginap digubug tempat tinggal Soraya.


mereka dengan suka rela ikut membantu pak Rendi dan Bu Khusni dlm acara tahlilan dari hari pertama hingga ketujuh.


dari situlah Soraya bisa dekat dengan


ibu Ningsih anak kandung Mbah Marmi.


yg sudah menganggap nya seperti anaknya sendiri


#######


pagi ini hawa panas ketegangan tanpak menyelimuti gubug tempat tinggal Soraya.


tiga keluarga saling melontar ucapan. berharap bisa mengajak Soraya untuk tinggal bersama mereka


pak Rendi dan Bu Khusni.....?????


mereka baik.....


dulu Bu Khusnilah yg membantu Soraya bisa masuk sekolah dasar, tempat dia mengajar.


masalah seragam, buku dan keperluan sekolah lainnya


dialah yg menanggung.


Bu Khusni jg sering mengajak dia memasak

__ADS_1


mencoba berbagai menu baru


, sembari ngobrol dan bercanda didapur.


karena anak perempuan Bu Khusni memang tak suka dan tak mau berkutat dengan alat-alat dapur.


pak Rendi jg baik padanya, sebagai ketua RT, dia pernah mati-matian membela Soraya saat warga kampung demo ingin mengusir Soraya karena dianggap aib yg harus diusir.


kak valen ????


kita sering ngobrol bila ada waktu senggang


nonton dama Korea lewat laptop , bersama.


berbagi cerita. membagikan barang-barang nya yg TDK terpakai


dan berbelanja baju lebaran saat bulan Ramadhan.


hanya den Denis lah yg terang-terangan TDK menyukai nya.


bahkan dengan angkuhnya dia meminta Soraya, memanggil nya dengan den Denis . memberi kejelasan pada Soraya kalau dia adalah pembantu dirumah ini.


pak kiyai dan istrinya......????


tak kalah baik


berkat mereka Soraya bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat Tsanawiyah dibawah naungan pondok pesantren.


uang pendaftaran, syahriah, seragam, kitab-kitab dan keperluan lainnya. sudah ditanggung oleh pak kiyai


bahkan umi sering memberi baju lebaran untuk dirinya dan simbah.


memang keluarga pak kiyai sudah terkenal baik hati kepada semua orang.


mbah Marmi dan Bu Ningsih


memang baru beberapa hari Soraya mengenal nya


tp cuma mereka lah keluarga Soraya sekarang.


bahkan mbah Martinah sudah menitipkan Soraya pada mereka.


sebelum simbah menghembuskan nafas terakhirnya.


setelah perdebatan yg cukup alot


akhirnya pihak mbah Marmi lah yg bisa membawa Soraya.


dengan dibantu Bu Ningsih


Soraya memasukan baju-bajunya kedalam kardus bekas mie instan


sementara akte , ijazah dan surat-surat penting lainnya, dimasukkan kedalam tas yg ditenteng Bu Ningsih.


Dan disinilah mereka duduk bertiga disalah satu bangku dalam terminal, menunggu bus yg akan membawa mereka ke kota tujuan.


tiba-tiba datang seorang lelaki


diperkirakan usia nya lebih dari 40 th,


tampangnya menyeramkan.


secara paksa dia menarik pergelangan tangan Soraya dengan kasar.


refleks Soraya menjerit


hingga orang-orang mulai mengerumuni mereka


"aku ayah kandung Soraya, dan akan membawanya"


ada rasa hangat, bahagia menyelimuti hati Soraya


akhirnya dia bisa tau melihat dan bertemu ayah kandungnya sendiri


yg telah lama ia rindukan selama ini.


ditatapnya wajah sang ayah.


hati Soraya nampak menciut


ia tak menginginkan dibawa pria yg mengaku sebagai ayah kandungnya.


"dulu si tua bangka, nenek peot melarang keras aku bertemu anaku,


sekarang kalian juga melarang aku membawa anaku sendiri.......?????


siapa kalian ????? ha..........??????


mau saya laporkan polisi.......??????


aku akan membawa anaku, baik diizinkan atau tdk .......... "


pria yg mengaku ayah kandung Soraya menarik paksa pergelangan tangan Soraya.


Soraya hanya menatap Bu Ningsih dan mbah Marmi


mengharap pertolongan.


Bu Ningsih dan mbah Marmi hanya diam mematung melihat Soraya ditarik paksa oleh orang yang mengaku ayah kandung Soraya.


mereka jg tdk bisa berbuat apa-apa.


hanya tangis lah sebagai simbol kesedihan nya.


bruuuuuuuuuuukkkkkkkkk.........,


Soraya menoleh pada pria yg menarik nya.


mulut Soraya menganga melihat kardus berisi baju-bajunya telah dibuang ditong sampah.


belum habis keterkejutan Soraya, dia langsung dipaksa masuk ke dalam mobil.


Soraya ketakutan duduk di bangku belakang. melihat


dua pria seumur an yg telah duduk manis di jok depan.


" ini cwek yg Lo maksud......????? cantik juga, masih segel an kan......?????"


pria yg menarik Soraya hanya mengangguk.


Soraya semakin ketakutan kala pria yg duduk dibalik kemudi terus menatap nya lewat kaca spion.


tatapannya seakan menelanjangi Soraya.


berulang kali Soraya bergidik ngeri.


*******


berkilo-kilo meter , mobil itu melaju,


Soraya tak tahu dia akan dibawa kemana.


pusing , mual itulah yg dirasakannya


maklum ini baru pertama kalinya bagi Soraya naik mobil, mabuk kendaraan wajar kan.....?????


lama kelamaan isi dlm perutnya meronta


hoooeeekkkk........


hoooeeekkkk......


Soraya ingin muntah


" heeeeeeyyyyyyyyy jangan muntah di mobil ku......?????


baru saja kata-kata itu terlontar


joooooooooooooorrrrrrrrrrrr...............

__ADS_1


Soraya sudah memuntahkan semua isi perut nya. hingga mengenai baju yg ia kenakan saat ini


" dasar kampung an. makanya ayah mau mengajak mu cari kerja yg enak, nanti kamu bisa beli mobil, g kampung an kayak sekarang"


Soraya tdk menanggapi ucapan mereka


pusing, lemas, mual itu yg dirasakan.


dia hanya menutup mata rapat-rapat


berharap kondisi tubuhnya bisa lebih baik.


********


satu jam dua jam


mobil tak kunjung berhenti


padahal jam sudah menunjukkan pukul dua siang


aku belum sholat dhuhur.......


" pak bisa mampir sebentar di masjid atau musholla terdekat?????


saya belum sholat dhuhur pak...... "


ucapnya menghilangkan keheningan sendari tadi.


" nanti saja"


itulah ucapan mereka


tp sampai magrib pun mobil tak kunjung berhenti.


mengerikan.......


itulah yg dilihat Soraya kala mata cantik nya mengedar keluar jendela.


mobil membawa mereka membelah jalanan ditengah hutan


pohon-pohon besar dan tinggi menjadi pemandangan


semak belukar jg tertata rapi dipinggir jalan


" aku akan dibawa kemana.....????"


pertanyaan itu terus berputar-putar dalam benaknya


tak mungkin dia menanyakan langsung kepada dua lelaki didepan nya, karena bukan jawaban melainkan bentakan yg pasti dia dapatkan.


mobil yg membawa mereka berhenti didepan rumah megah tengah hutan


gerbang tinggi mengelilingi rumah itu.


menambah rasa horor , dan mistis


dua wanita berpakaian seksi menyambut kedatangan kami


" Desy,....... Mela...... kalian urus dia".....


ucapnya sambil menatap Soraya.


orang yg bernama Desy dan Mela datang mendekat.


mereka nampak jijik melihat muntahan dibaju Soraya.


Desy dan Mela membawa Soraya masuk


diedarkan pandangan Soraya


rumah sebesar ini ditengah hutan, terlihat sepi dan menyeramkan


cuma ada dua pria yg membawa Soraya dan dua orang gadis berpakaian seksi.


didepan pintu kamar, mereka berhenti


wanita yg bernama Mela menyerahkan baju pada Soraya


Soraya nampak kaget ,


sebuah tang top berwarna merah dan rok mini berwarna senada yg lebih sopan dipake anak TK


" g ada baju lain....?????"


tanyanya menyerahkan kembali baju itu kepada Mela


" disini ditengah hutan, jauh dari toko pakaian, sinyal Hp pun tak ada. lagi pula ini sudah malam. besok saja kita keluar hutan untuk membeli baju"


kata Desy menjawab pertanyaan Soraya pada Mela.


Mela hanya menatap jengah


" hemmmmmmmm...... apa kalian punya mekena......?????


saya belum sholat......."


mereka berdua nampak gelagapan


bingung harus menjawab apa


" emmmmmm...... kita sedang datang bulan


mekenanya baru dicuci tadi sore, belum kering masih basah kuyup.


mending kamu masuk gi. segera mandi, nanti aku akan kesini lagi mengantar makanan"


Soraya tetap diam ditempat


seperti aneh saja mendengar penjelasan Desy


byuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrr.......


"ups sorry g sengaja"


Mela menutup mulutnya tanda dia menyesal telah menyiram Soraya dengan air seteko.


Desy menatap tajam Mela


Mela Hanya mengakat bahu acuh tak peduli


" udah gi masuk, dari pada masuh angin"


Desy mendorong Soraya masuk kedalam kamar dan segera menutup rapat pintu


tak butuh waktu lama untuk Soraya mandi


dengan terpaksa dia memakai baju seksi pemberian Mela dan Desy.


tok tok tok.....


pintu diketuk beberapa kali


dilihatnya Desy sudah berdiri didepan pintu, membawa nampan berisi nasi dan lauk pauk, air putih dan teh hangat


" makan dulu trus istirahat"


Soraya hanya mengangguk sembari menerima nampan yg disodorkan Desy


Soraya meletakkan nampan diatas nakas


setelah menutup pintu rapat


dia segera membungkus tubuhnya dengan selimut tebal diatas ranjang king size


entah itu Shah atau tdk


Soraya tetap menjalankan sholat, dari dhuhur, asyar, magrib dan isyak.


selesai menjalankan sholat , Soraya hanya meminum teh hangat, karena perutnya masih cukup mulal untuk dipaksa memakan nasi

__ADS_1


rasa kantuk, capek tak enak badan yg dirasakan Soraya saat ini, langsung mampu membawa dirinya kealam mimpi


__ADS_2