Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah

Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah
08


__ADS_3

🥀🌾 _$oraya_ 🥀🌾


Hari ini kondisi ku memang sudah lebih baik


sendari pagi memang ayah dan ibu sudah bertanya pada perawat yang mengecek perkembangan kesehatan ku.


" nunggu dokter nya dulu"


itulah jawaban yang mereka terima.


selama dirawat dirumah sakit memang simbah Marmi tak pernah jauh dari jangkauan ku.


hanya ibu dan ayah yang bolak balik


Ya mulai dari awal aku datang kesini


ibu Ningsih dan bapak Ismail memintaku untuk memanggil mereka ayah dan ibu.


mereka juga menunjukkan kasih sayang nya padaku.


*******


Tepat setelah Asyar,


akhirnya aku bisa keluar dari dalam kamar rumah sakit.


setelah melalui proses yang panjang tentunya.


mulai administrasi menebus obat, dan sebagainya.


sekarang aku memakai dasternya ibu


daster batik warna hijau dan hitam


dengan dipadu padankan dengan jilbab warna hitam.


hehehe...... aku seperti orang-orangan sawah. daster nya ibu ukuran XL dan tubuhku harusnya memakai ukuran M.


dan jangan tanya aku pakai Daleman atau tidak???? akan ku jawab tidak.


tak mungkin kan aku memakai Daleman Bu Ningsih, bisa langsung melorot.


setidaknya pakaian sekarang jauh lebih baik dari pada pakaian kurang bahan yang kukenakan sebelumnya.


Dengan dibonceng sepeda motor


aku keluar dari halaman rumah sakit.


aku dibonceng ibu, dan simbah dibonceng ayah.


ternyata jauh juga , jarak antara rumah sakit dan rumah ibu.


rumah ayah dan ibu termasuk pelosok.


motor yang Kita kendarai harus membela jalanan aspal ditengah sawah.

__ADS_1


pasti bila malam menjelang jalanan ini akan sepi dan gelap.


capek itulah yang kurasa.


dan ibu harus setiap hari melewati jalan ini untuk bolak balik kepasar.


motor berhenti didepan rumah menghadap ke Utara


berdinding bata yang sudah diplester


bagian depan tertempel keramik warna hijau bermotif garis-garis warna hitam.


bagian bawah keramik warna hitam bercorak bunga warna ungu.


baru sampai pintu , mataku disambut lemari besar, orang-orang kampung biasa menyebutnya buver .


ditengah bivet terdapat ruang cukup besar untuk televisi berukuran 21 int


disekeliling nya lemari kecil-kecil berkaca hitam .


Baru saja aku mendudukkan pantatku didepan TV.


warga kampung sudah berbondong-bondong datang kerumah ayah.


aku rasanya seperti artis dadakan saja.


mereka mengorek informasi sebanyak-banyaknya dari mulut ku.


rupanya mereka cukup antusias dalam mendengar cerita ku.


hal memalukan saat Aku didalam kamar, tentunya tidak aku ceritakan .


tepat saat adzan Maghrib berkumandang mereka buru-buru diusir ayah.


ya rumah kembali sepi.


hanya ada aku dan ibu


simbah dan ayah sudah pergi untuk berjamaah di masjid


kuedarkan pandangan ku


bagian timur ada ruang tamu sampingnya terdapat tumpukan karung berisi padi.


kalau dihitung mungkin 50 karung lebih.


tepat di bagian selatan nya terdapat kamar.


sebelah barat pintu masuk


terdapat toko cukup lengkap mulai bahan sembako. alat-alat sekolah, dan masih banyak lagi.


dibelakang toko terdapat tumpukan tabung LPG warna hijau.


sebelah baratnya ada kamar ayah dan ibu.

__ADS_1


ibu mengajak ku kebelakang


dibalik lemari bivet masih ada dua kamar lagi


dan dapur yang lumayan luas.


satu dapur dengan kompor gas.


disamping kamar mandi


dan satu nya memakai kayu bakar.


ibu menunjukkan satu kamar yang menghadap ke barat.


katanya itu kamar untuk sholat.


setelah mengambil wudhu, aku masuk kamar itu, kutepuk jidatku sendiri


ini kamar atau gudang????


banyak sekali tumpukan baju.


tentu saja jiwa rajinku meronta.


tepat setelah sholat Maghrib kulipat semua tumpukan-tumpukan baju hingga tertata rapi.


baru setelah sholat isya' Aku baru keluar dari kamar.


didepan TV ayah dan ibu Sudah menunggu.


kami duduk lesehan sembari makan nasi bungkus diselingi canda dan obrolan ringan


******


jam menunjukkan pukul sembilan malam


rasa kantuk mulai mendera .


ibu menunjukkan kamar disamping kamar simbah untuk kutiduri.


kamarnya tidak terlalu luas. hanya ada satu ranjang. cukup muat untuk tidur dua orang.


satu lemari dua pintu, dan satu meja.


lagi-lagi aku menepuk kening ku.


Ya Allah dah berapa tahun tidak dibersihkan kamar ini.


banyak rumah laba-laba didinding kamar.


debu Putung rokok dimana-mana


tapi terserahlah , bodo amat, aku ngantuk


mungkin efek dari obat yang kuminum setelah makan malam.

__ADS_1


tak butuh waktu lama aku sudah terlelap dalam alam mimpi.


__ADS_2