Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah

Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah
012


__ADS_3

jarum jam terus berputar


siang berganti malam


malam kembali siang.


kehangatan keluarga baruku sekarang membuatku nyaman.


ayah sering menggodaku, bukan tanpa alasan,. tujuannya satu agar aku betah dan kerasan tinggal bersama mereka


memberikan kasih sayang orang tua utuh


untuku yang sendari kecil tak pernah merasakan kasih sayang orang tua lengkap


simbah dan ibu, yang sering memberi pelukan hangat, dan ciuman di pelipisku


aku nyaman dan sangat bahagia


rasa syukur berulang kali aku panjatkan kepada Ilahi Robbi, sang pencipta Alam semesta.


🌹🍃🏵️🍂🌸💮🍃🍂


pagi itu.....


pekerjaan rumah sudah selesai sendari tadi


dari pada bengong


mataku asyik menatap layar televisi. menyiarkan acara gosip seputar selebritis dunia


panggilah seseorang membuatku menoleh


aku tahu dia, tetangga yang tinggal disebelah rumah


sering juga melihat dia saat belanja atau kadang ngobrol sama ibu diteras


aku tak terlalu faham


karena jujur saja aku jarang keluar rumah


lebih menghabiskan waktu ku didepan TV atau bersih-bersih, mencari kesibukan didalam rumah


tak berapa lama ibu pulang


mengendarai motor kesayangannya Astrea


membawa banyak belanjaan didalam rombong hingga bejubel


kadang ibu sampai bolak balik lagi


makanya ayah dan ibu memaksaku untuk bisa mengendarai sepeda motor


tujuannya satu untuk membantunya.


" gimana nanti malam mau dimasakin apa?!??


acaranya habis isya' kan????"


tanya wanita paruh baya, tetangga sebelah rumah


setelah ibu turun dari sepeda motornya


" seperti biasa to mbok de, buat kering tempe, urab, mie, semur telur, dan rempeyek ikan asin"


wanita yang dipanggil mbok de oleh ibu mengenyit kan kening


bingung kenapa tetangganya memanggilnya seperti itu


" ngajarin nduk aya, biar manggil kamu begitu,


kan nggak sopan kalau nduk aya manggil kamu sama kayak aku, manggil kamu yu ......"

__ADS_1


jawab ibu setelah tahu, keheranan wanita yang bernama Kalimah


aku hanya melirik sekilas, sembari menurunkan belanjaan ibu


ditata rapi didalam toko


tak lupa memberi lebel harga


teringat beberapa kali


ibu menceritakan manusia es kutub Utara ,


memanggil nya dengan sebutan Mas Ilyas didepan ku,. berharap juga sama agar aku memanggilnya mas Ilyas


Hem..... tapi jujur saja aku lebih senang memanggilnya dengan sebutan manusia es batu


monster Es , sekalian


orang yang sangat amat Pelit akan senyuman padaku


ho.....ho.....ho....... siapa aku minta disenyumin.......??????


aku hanya bisa geleng-geleng kepala mengingat orang yang bernama Ilyas.....


" memang mau ada acara apa Bu.....????"


tanya ku mencela obrolan ibu dan mbokde.


emang nggak sopan, tapi aku penasaran


ibu menatap ku , seulas senyum terukir di bibirnya


" kamu lupa to nduk?????


acara 40 harinya mbah Martinah"


Deg.......


ya Allah kenapa aku sampai melupakan nya????


Ya Allah mbah,. maafkan Soraya......


tanpa diminta pandangan ku merabun


air mata mengalir dengan deras


hatiku sakit meratapi, kebodohan ku


kenapa aku sampai melupakan itu semua


ibu buru-buru memeluk ku


mengusap kepalaku sayang


tak tega melihat ku menangis


aku semakin menangis dalam pelukan ibu


terharu oleh apa yang dilakukan ibu


orang yang tak punya hubungan darah pada simbah dengan rela melakukan ini semua


" sudah -sudah, jangan nangis lagi


ayo buruan bantuin mbokde masak


nanti nggak keburu waktunya"


aku hanya mengangguk menuruti perintah ibu


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Tepat saat adzan Asyar berkumandang


sajian makanan telah selesai


tinggal menunggu nasi matang


dan menata semua didalam besek/bakul


untuk buah tangan para jamaah dalam acara 40 harinya simbah


". wah kalau begini posisi ku bisa terancam"


canda mbokde kala melihat ku memindahkan semua sajian kedalam wadah-wadah besar


ibu Dan simbah Marmi tertawa terbahak-bahak


" aku nggak nyangka nduk Aya pinter masak-masak kayak gini"


puji ibu padaku


". bakatnya Martinah nurun pada nduk aya,


dulu simbah nya juga jago kalau masak"


Mbah Marmi ikut menimpali


aku hanya tersenyum , jujur nggak enak juga


karena biasanya kata ibu, mbokde lah yang sering diandalkan ibu Dan warga kampung lainnya dalam proses masak-masak besar,


ibu sering minta tolong pada mbokde masakin para pekerja disawah


kala tandur, panen dan sebagainya.


🌸🏵️🌸🏵️🌸🏵️🌸🏵️🌸🏵️🌸


Sehabis Magrib semua sudah siap


tinggal menunggu warga kampung yang diundang untuk datang


sempat terpesona melihat manusia es setelah lama tak berjumpa .


terakhir kali kala insiden , putusnya tali jemuran


yup.....


manusia es memang diminta ibu untuk pulang guna keliling kerumah tetangga terdekat untuk acara tahlilan habis isya'


Acara berlangsung dengan kusyuk


suara yasin tahlil oleh bapak-bapak terdengar melalui mic speaker


aku dan yang lain duduk dibelakang menata piring berisi nasi sayur lodeh dan kerupuk


tak lupa ada jajanan berupa, jeruk, kacang tanah godong, semangka, dan roti sebagai pencuci mulut


Setelah doa, mas Ilyas , ayah dan beberapa tetangga masuk untuk membawa minuman, nasi dan jajaran dibawah keluar,


otomatis aku ikut membantu


tapi nggak sampai keluar juga


malulah bila harus membagikan piring-piring tadi untuk bapak-bapak


sesekali mataku curi-curi pandang pada manusia es


berharap dia peka atas tatapan mautku dan memberi seulas senyum terindah nya untuk diriku


memang ganteng dia malam ini


memakai kemejal biru laut , sarung polos warna senada, tak lupa peci hitam

__ADS_1


Ya Allah aku iri, dari tadi senyum indahnya ditujukan pada simbah ibu, dan yang lain


la untuk ku kapan???????


__ADS_2