
jarum jam terus berputar
siang berganti malam
malam kembali siang.
kehangatan keluarga baruku sekarang membuatku nyaman.
ayah sering menggodaku, bukan tanpa alasan,. tujuannya satu agar aku betah dan kerasan tinggal bersama mereka
memberikan kasih sayang orang tua utuh
untuku yang sendari kecil tak pernah merasakan kasih sayang orang tua lengkap
simbah dan ibu, yang sering memberi pelukan hangat, dan ciuman di pelipisku
aku nyaman dan sangat bahagia
rasa syukur berulang kali aku panjatkan kepada Ilahi Robbi, sang pencipta Alam semesta.
🌹🍃🏵️🍂🌸💮🍃🍂
pagi itu.....
pekerjaan rumah sudah selesai sendari tadi
dari pada bengong
mataku asyik menatap layar televisi. menyiarkan acara gosip seputar selebritis dunia
panggilah seseorang membuatku menoleh
aku tahu dia, tetangga yang tinggal disebelah rumah
sering juga melihat dia saat belanja atau kadang ngobrol sama ibu diteras
aku tak terlalu faham
karena jujur saja aku jarang keluar rumah
lebih menghabiskan waktu ku didepan TV atau bersih-bersih, mencari kesibukan didalam rumah
tak berapa lama ibu pulang
mengendarai motor kesayangannya Astrea
membawa banyak belanjaan didalam rombong hingga bejubel
kadang ibu sampai bolak balik lagi
makanya ayah dan ibu memaksaku untuk bisa mengendarai sepeda motor
tujuannya satu untuk membantunya.
" gimana nanti malam mau dimasakin apa?!??
acaranya habis isya' kan????"
tanya wanita paruh baya, tetangga sebelah rumah
setelah ibu turun dari sepeda motornya
" seperti biasa to mbok de, buat kering tempe, urab, mie, semur telur, dan rempeyek ikan asin"
wanita yang dipanggil mbok de oleh ibu mengenyit kan kening
bingung kenapa tetangganya memanggilnya seperti itu
" ngajarin nduk aya, biar manggil kamu begitu,
kan nggak sopan kalau nduk aya manggil kamu sama kayak aku, manggil kamu yu ......"
__ADS_1
jawab ibu setelah tahu, keheranan wanita yang bernama Kalimah
aku hanya melirik sekilas, sembari menurunkan belanjaan ibu
ditata rapi didalam toko
tak lupa memberi lebel harga
teringat beberapa kali
ibu menceritakan manusia es kutub Utara ,
memanggil nya dengan sebutan Mas Ilyas didepan ku,. berharap juga sama agar aku memanggilnya mas Ilyas
Hem..... tapi jujur saja aku lebih senang memanggilnya dengan sebutan manusia es batu
monster Es , sekalian
orang yang sangat amat Pelit akan senyuman padaku
ho.....ho.....ho....... siapa aku minta disenyumin.......??????
aku hanya bisa geleng-geleng kepala mengingat orang yang bernama Ilyas.....
" memang mau ada acara apa Bu.....????"
tanya ku mencela obrolan ibu dan mbokde.
emang nggak sopan, tapi aku penasaran
ibu menatap ku , seulas senyum terukir di bibirnya
" kamu lupa to nduk?????
acara 40 harinya mbah Martinah"
Deg.......
ya Allah kenapa aku sampai melupakan nya????
Ya Allah mbah,. maafkan Soraya......
tanpa diminta pandangan ku merabun
air mata mengalir dengan deras
hatiku sakit meratapi, kebodohan ku
kenapa aku sampai melupakan itu semua
ibu buru-buru memeluk ku
mengusap kepalaku sayang
tak tega melihat ku menangis
aku semakin menangis dalam pelukan ibu
terharu oleh apa yang dilakukan ibu
orang yang tak punya hubungan darah pada simbah dengan rela melakukan ini semua
" sudah -sudah, jangan nangis lagi
ayo buruan bantuin mbokde masak
nanti nggak keburu waktunya"
aku hanya mengangguk menuruti perintah ibu
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1
Tepat saat adzan Asyar berkumandang
sajian makanan telah selesai
tinggal menunggu nasi matang
dan menata semua didalam besek/bakul
untuk buah tangan para jamaah dalam acara 40 harinya simbah
". wah kalau begini posisi ku bisa terancam"
canda mbokde kala melihat ku memindahkan semua sajian kedalam wadah-wadah besar
ibu Dan simbah Marmi tertawa terbahak-bahak
" aku nggak nyangka nduk Aya pinter masak-masak kayak gini"
puji ibu padaku
". bakatnya Martinah nurun pada nduk aya,
dulu simbah nya juga jago kalau masak"
Mbah Marmi ikut menimpali
aku hanya tersenyum , jujur nggak enak juga
karena biasanya kata ibu, mbokde lah yang sering diandalkan ibu Dan warga kampung lainnya dalam proses masak-masak besar,
ibu sering minta tolong pada mbokde masakin para pekerja disawah
kala tandur, panen dan sebagainya.
🌸🏵️🌸🏵️🌸🏵️🌸🏵️🌸🏵️🌸
Sehabis Magrib semua sudah siap
tinggal menunggu warga kampung yang diundang untuk datang
sempat terpesona melihat manusia es setelah lama tak berjumpa .
terakhir kali kala insiden , putusnya tali jemuran
yup.....
manusia es memang diminta ibu untuk pulang guna keliling kerumah tetangga terdekat untuk acara tahlilan habis isya'
Acara berlangsung dengan kusyuk
suara yasin tahlil oleh bapak-bapak terdengar melalui mic speaker
aku dan yang lain duduk dibelakang menata piring berisi nasi sayur lodeh dan kerupuk
tak lupa ada jajanan berupa, jeruk, kacang tanah godong, semangka, dan roti sebagai pencuci mulut
Setelah doa, mas Ilyas , ayah dan beberapa tetangga masuk untuk membawa minuman, nasi dan jajaran dibawah keluar,
otomatis aku ikut membantu
tapi nggak sampai keluar juga
malulah bila harus membagikan piring-piring tadi untuk bapak-bapak
sesekali mataku curi-curi pandang pada manusia es
berharap dia peka atas tatapan mautku dan memberi seulas senyum terindah nya untuk diriku
memang ganteng dia malam ini
memakai kemejal biru laut , sarung polos warna senada, tak lupa peci hitam
__ADS_1
Ya Allah aku iri, dari tadi senyum indahnya ditujukan pada simbah ibu, dan yang lain
la untuk ku kapan???????