
konen ini mengandung unsur kekerasan
21 +.....
diantara sadar dan tidak,
Soraya merasa ada tangan kasar yg membelai lengan dan pundaknya
bukanya aku tidur dikamar sendiri.....????
tangan siapa yg bermain dipundaku.....???
tangannya kasar sekali,
ngapain pegang-pegang pipiku.....????
apa jangan-jangan hantu......?????
oh ..... tidak.......
ini ditengah hutan bukan......????
pertanyaan itu terus berputar dalam pikirannya.
sekuat mungkin.
Soraya memaksa matanya untuk terbuka
astaghfirullah.......
rasa kantuk seketika menghilang,
tak kala melihat pria paruh baya sedang berbaring disampingnya.....
ya Allah apa itu.......?????
dia hanya memakai celana bokser
perutnya membuncit
kumis dan jambang memenuhi mukanya
tubuhnya hitam banyak tato-tato wanita seksi memenuhi badannya.
"siapa kamu ......????"
Soraya beringsut menjauh sembari menutup tubuh nya yg terbuka dengan selimut tebal
hahahaha hahahaha......
suara tawa menggema memenuhi ruangan dalam kamar......
"ayolah sayang ,,,,,,,, kita habiskan malam ini bersama........
aku akan memuaskan mu"
astaghfirullah.......
kakek ini bicara apa......?????
Soraya cukup mengerti kemana alur yg dimaksud sang Kakek.
" maaf saya bukan *******, jadi silahkan Anda cari yg lain......."
kakek itu hanya tertawa mendengar ucapan Soraya.
dilihatnya Soraya yg berjalan ingin keluar kamar
" kamarnya sudah aku kunci, mlm ini kamu tak kan bisa lolos.
hahahaha.......
dan mulai malam ini kamu akan menjadi *******......."
"maaf tp saya masih cukup waras, untuk menjadi yg anda minta"
" MB Desy ....... MB Mela ....... bapak..... tolong buka pintunya...... "
Soraya terus mengedor-gedor pintu berharap orang-orang yg dipanggil segera membuka kan pintu.
" mereka tidak akan membuka nya
sebaiknya segera kamu layani aku"
Soraya membelalak kaget
astaghfirullah
Soraya meletakkan kedua telapak tangannya untuk menutupi matanya dengan rapat
kakek tadi bertelanjang b*l** didepan matanya
jujur ini kali pertama Soraya melihat pria dewasa dlm keadaan seperti itu
kakek itu semakin mendekat
memasukan P*n*snya dlm mulut Soraya
satu tangannya menjambak rambut Soraya bagian belakang
uhuuuuuuuukkkkkk.......
__ADS_1
uhuuuuuuuukkkkkk......
berulang kali Soraya ingin batuk dan muntah
jujur saja rasanya aneh
benda itu terus menerobos masuk sampai ke tenggorokan nya
aaaaaaaaaaaaaa.......
kakek itu menampar pipi Soraya hingga terpental cukup jauh
saat Soraya dengan sengaja menggigit benda berurat yg sendari tadi mengusik tenggorokan nya
sudut bibir Soraya robek, darah segar mengalir dari sudut bibirnya
rasa perih menyeruak......
" kurang ajar kamu........
cari mati ha......?????
kakek itu sangat marah
"bukanya yg kurang ajar anda.....????
tidak sadar??????
tidak kah anda berpikir bagaimana perasaan istri dan anak anda melihat kelakuan bejat anda??????
"persetan dengan itu semua, tugas mu disini untuk melayani ku, memuaskanku, jangan kebanyakan alasan atau kau ingin mati????
"ckckck..... lebih baik saya mati dari pada harus melayani nafsu bejat anda "
plaaaaaakkkkkkkkkk......
satu tamparan kembali diterima Soraya
"astaghfirullah....... apa anda tidak takut pada Allah,
kenapa anda Setega itu terhadap saya.....????
apa salah saya kepada anda?????
bukan kah kita tak saling mengenal....????
dan kurasa tak pernah bertemu sebelumnya??????
" hahahahahahh. .. .......
apa tadi kamu bilang??????
kita memang tak saling mengenal, tak pernah bertemu"
" lepaskan aku.....
jangan sentuh aku......"
"hahahaha....
tidak semudah itu cantik....
ibu dan ayah mulah yg membuat ku dendam"
Soraya nampak mengerutkan keningnya , tidak mengerti dengan apa yg diucapkan kakek tadi.
" dulu aku sudah membayar mahal untuk bisa meniduri ibumu
tp dengan seenak jidatnya dia meniduri ibumu dulu
fisiknya memang nyaris sempurna padahal dia cuma ABK dengan mudahnya dia membawa kabur ibumu.
memang dari fisik aku kalah jauh dari dia, tp aku punya uang
dengan uang-uangku tak sulit untuk bisa menemukan dimana dia membawa wanita Incaran ku
dengan tangan ku sendiri lah aku berhasil merenggut nyawa ayahmu
hahahaha........
tp apa yg aku dapatkan?????
ternyata ibumu hamil
hahahaha........
bodohnya para anak buah ku
, mereka malah mengirim ibumu pulang......
dan satu lagi kenyataan yg harus aku terima
rupanya ibumu gila
hahahaha.......
malas sekali aku harus meniduri orang gila"
"jadi kau telah membunuh ayahku.....?????"
"maka dari itu, kau harus melayani aku,"
__ADS_1
hahahaha.......
sebagai ganti kekecewaan ku dahulu
cuuuuuuiiiiiiihhhhhh.......
Soraya meludah tepat diwajah kakek tadi
" cari mati kamu rupanya??????"
kakek itu terus membenturkan kepala Soraya pada dinding
dinding berwarna putih berubah menjadi merah
darah segar mengalir lewat pelipis
kesadaran pelan-pelan menghilang
mata indah itu sudah tertutup sempurna
dan saat itulah sang kakek mulai berani
tangan hitam itu telah menjelajah kemana-mana
" tidak. aku harus kuat.....
ya Allah tolonglah hamba mu ini"
Soraya berusaha agar tetap tersadar
pelan-pelan dia kumpulkan tenaga nya
perlahan tp pasti dia membuka mata
" rupanya kamu belum mati"
sang kakek mencekik leher jenjang didepan matanya
tak mau diam , Soraya menendang p""""" orang yg hampir mencabut nyawanya
pukul an dan tendangan
lebam , darah. kini menghiasi tubuh putih Soraya
seperti orang kesetanan kakek itu terus menyiksa tubuh mungil milik Soraya
berharap cepat mati dan dia bisa merasakan kenikmatan,
hahahaha......
Soraya berusaha agar tetap tersadar
" tidak......
aku tak mau nasib anaku kelak seperti diriku
aku harus kuat ya Allah tolonglah hambamu"
tubuh mungil Soraya dilempar Kedinding
tangan nya tak sengaja mencengkram korden hingga terlepas
terpampang lah jendela kaca
seperti mendapat ide, mata Soraya mengedar mencari sesuatu untuk memecahkan kaca tersebut
sudut matanya melihat kursi, dan tongkat bisbol
kaki Soraya pelan-pelan mendek
sang kakek tersenyum senang
akhirnya gadis keras kepala didepannya telah menyerah
perlahan tp pasti tangan mungil Soraya mengambil tongkat bisbol
dipukul nya kuat ke kepala manusia didepan nya
darah segar mengalir dari kepala sang kakek bersama an tubuh renta itu tersungkur dilantai
tak cuma itu Soraya dengan tega menginjak ******** sang kakek
jeritan sang kakek menggema mengisi seluruh ruangan kamar
tak ingin membuang kesempatan
Soraya melempar kursi dan tongkat bisbol kejendela kaca
praaaaaaannnnggggggg
pecahan beling berjatuhan dilantai
Soraya segera kabur lewat jendela
bertepatan pintu kamar terbuka
panik......
kaki Soraya mengenai pecahan kaca yg masih tertancap
darah segar mengalir menutup i kaki mulusnya
__ADS_1