Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah

Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah
015 penggemar


__ADS_3

pagi-pagi sekali saat aku baru sampai ke sekolah, aku langsung didatangi para santri lainnya. aneh tegang pasti lah, apa salahku coba????? mereka beramai-ramai menghampiriku seperti mau demo.


" kamu mbak Soraya ya????"


aku hanya mengangguk, tegang juga.


" kamu katanya adik angkatnya pak Ilyas ya..?"


" ha......????"


kukira ada apa , rupanya manusia es batu yang ditanyakan, hadehhhhh...... sampai tegang gini rupanya zonk.....


" iya ada apa memangnya dengan mas... eh pak Ilyas?????"


aaaaaaaaaaaaaa.....


mereka langsung histeris, kegirangan. aneh bukan???? aku melongo pastilah....


" pak Ilyas orangnya kayak apa mbak....???"


aku garuk-garuk kepala yang tetutup hijabku, bingung mau menjawab apa......


akukan nggak dekat sama dia, jangan kan dekat ngomong saja tak pernah. masa iya aku harus berkata jujur kalau dia manusia es batu yang tak mempunyai kepekaan.


apa mereka ini termasuk penggemar dari mas Ilyas????


karena seliweran cerita dari mulut ke mulut mas Ilyas termasuk idola dipondok putri karena wajahnya yang berbeda dari wajah-wajah orang asli Indonesia. alias blasteran luar negeri.


memang mereka semua masih pengen mengidolakan setelah tahu sifat dan karakter dia , seperti diriku yang menjadi benci setelah dicuekin tak digubris.


tapi kulihat dari cara berbicara dan bertatap muka mbak-mbak didepanku sepertinya mereka sangat antusias ingin tahu banyak tentang orang yang diidolakan mereka.


masa dengan teganya aku justru menghancurkan harapan mereka


ok boong sedikit nggak papa lah demi kebaikan mereka, biar mereka tahu sendiri.


" gimana mbak.....?????"


" baik......"


" terus gimana orangnya????"

__ADS_1


" ya gitu , seperti orang-orang pada umumnya"


" ah nggak seru......"


" hehehehe......"


" emang dia nggak pernah cerita gitu, siapa yang disukai nya.....????"


aku menggeleng, emang beneran kan???


" emang nggak pernah ngobrol-ngobrol gitu, kalian kan serumah....????"


jawaban ku tetap sama , hanya menggeleng.


" dia kan jarang pulang kerumah, seringnya dipondok"


" ah iya , setahuku , dia termasuk kang-kang yang paling dipercaya mbah yai lo , jadi wajar kan kalau waktunya habis di pondok"


aku hanya diam mendengar obrolan mereka, la itu tau, ngapain tanya ma aku coba?????


puji syukur ku bertambah, Alhamdulillah ya Allah berada di pihak ku


tak lama ustadz yang mengajar datang.


tanpa diminta pun mereka membubarkan diri satu persatu.


Dan sejak kejadian itu, aku jadi seperti tukang pos, ditambah banyak orang yang sengaja berteman dengan ku dengan alasan agar bisa dicomlangin ma manusia es.


sering mereka nitip salam lah


nitip barang lah,. bahkan pernah juga makanan, tentu saja aku tak berani menyampaikan, seringnya aku kasihin ma ibu.


seperti hari ini , aku pulang-pulang membawa paper bag berisi wingko babat.


katanya itu makanan kesukaan mas Ilyas.


hadehhhhh...... ngefens nya segitu benget


" assalamualaikum Bu......."


ucapku ketika masuk rumah, kucium punggung tangan ibu dan ayah yang sedang duduk didepan televisi.

__ADS_1


" Wa'alaikum salam....... bawa apa to nduk....???"


ayah bertanya setelah melihat ku kesusahan membawa kitab dan paper bag.


bagaimana nggak susah coba.


pelajaran ku hari ini adalah tafsir jalalain, hadis , bulugul marom , kitabnya gede-gede.


tebel-tebel semua.


" ini Lo, titipan dari penggemarnya mas Ilyas,


sampaiin no Bu"


kuserahkan paper bag itu pada ibu.


tapi bukan ibu namanya , nyampenya mesti didepan mata ku , bicara dengan keras, seakan memberi tahuku kalau sudah disampaikan.


" mas Ilyas itu dapat titipan dari penggemar mu, tadi yang bawa nduk aya sampai kesusahan, dimakan gi , kasihan yang jadi pos , dah kecapean"


ucap ibu menunjuk paper bag yang kuletakan disamping televisi


bicara ibu juga saat bersamaku membungkus gula menggunakan plastik setengah kilo. tepat malamnya. mungkin baru saja dihubungi ibu suruh pulang.


soalnya baru saja ucap salam dah disampein.


dan lagi manusia es batu itu tidak akan pulang bila tidak disuruh pulang.


" sama tadi dapat salam dari siapa nduk????"


" ha......?????". perasaan kemarin deh aku bilang ma ibu gitu, aku hanya bisa menunduk malulah, ibu ini.


Bukan hanya itu disekolah pun aku merasakan mempunyai teman banyak, mengobrol bercanda ria.


banyak yang suka sekali mendekati ku.


jadi begini rasanya mempunyai teman banyak


meski pertemanan mereka adalah modus.


tapi seenggaknya aku bersyukur bisa mempunyai teman banyak.

__ADS_1


__ADS_2