Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah

Perjalanan Hidup Anak Di Luar Nikah
02


__ADS_3

seperti kebiasaan Soraya setiap harinya


setelah sholat subuh , dia akan membersihkan rumah Bu Khusni dan pak Rendi.


seperti menyapu, mengepel.


hal itu harus segera dikerjakan sebelum para penghuni rumah terbangun.


dulu perkejaan itu dilakukan oleh sang embah,


tp semenjak Soraya duduk di bangku kelas 5 SD


semua pekerjaan itu di ambil alih oleh Soraya.


sementara simbah buru2 ke pasar , membeli bermacam-macam sayuran pada mobil-mobil pik up yg terparkir diarea pasar.


simbah membeli secara grosir dan akan di ECER pada ibu-ibu, atau penjual sayur keliling.


tdk cuma itu. simbah juga sering dipanggil untuk masak-masak besar


seperti walimatul ursy , walimatul khitan, aqiqah, arisan dan masak-masak besar lainnya.


selain masakan simbah yg terkenal enak,


simbah juga menjaga kebersihan.


tiap selesai masak dapur tempat dia masak pasti akan bersih.


hal itu yg membuat warga kampung menyukainya.


*******


keahlian simbah dalam memasak dan bersih-bersih , turun pada diri Soraya


memang tak butuh waktu lama, rumah sudah bersih dan harum.


sembari membuat sarapan untuk keluarga pak Rendi,


tangan mungil Soraya bisa mengerjakan cuci piring, dan memaksukan semua pakaian kotor kedalam mesin cuci.


Nasi goreng dan telur mata sapi telah terhidang di meja makan.


tak lupa susu dan air putih jg tersedia.


"Soraya.......!!!!!!!!!!!"


panggil den Denis dari depan TV.


anak kedua dari pak Rendi dan Bu Khusni.

__ADS_1


Soraya yg sedang menjemur pakaian, tergopoh-gopoh menghampiri.


"iya ada apa????"


tanyanya setelah berdiri didepan den Denis.


"kaos kaki aku mana?????"


"ada dilemari den."


"ambilin cepat , gua bakal telat kalo lo kelamaan"


baru saja Soraya membalikan badan.


"Denis, ambil sendiri, Soraya bakalan capek klu ditambah mengurus kamu"


Denis hanya tersenyum miring , mendengar ucapan sang ibunda.


"memang itu sudah pekerjaannya kan Ma, dia kan PEMBANTU"


deg........


Soraya membeku ditempat


mulutnya terkunci rapat


apa dia bilang??? , aku pembantu ..... ????


klu memang aku pembantu, kenapa sepeserpun aku tak pernah mendapat gaji tiap bulan????


hemmmmmmmm.....


mungkin itu memang sebanding dengan gubug reot yg kami tempati.


sedikit pun memang kami tak pernah membayar sewa tiap bulan.


"Denis ..... kamu punya tangan dan kaki, ambil sendiri"


suara pak Rendi membuyarkan lamunan Soraya.


"tidak apa-apa pak Rendi , biar Soraya ambilkan"


Deniiiiiiiisssss..........!!!!!!!!!!!


bentak pak Rendi pada anak laki-laki nya


Dengan malas dan emosi, Denis melangkah masuk kedalam kamarnya untuk mengambil kaos kaki.


"kamu tu jangan cari gara-gara deh,

__ADS_1


klu g ada Soraya, emang Lo mau ngerjain bersih-bersih dan yg lainnya?????"


Valen anak pertama pak Rendi ikut emosi.


gadis remaja yg duduk di bangku SMA


memang tak pernah mengerjakan pekerjaan rumah. tiap hari hanya belajar dan bersantai-santai dikamar, bermain handphone, dan laptopnya.


tak perlu diragukan lagi IQ Valen dan Denis memang tinggi


mereka sering mendapat peringkat


dan lomba cerdas cermat antar kecamatan, kabupaten.


Denis hanya tersenyum mengejek pada sang kakak. karena lagi-lagi membela Soraya.


umur Denis memang setahun lebih muda dari Soraya. tp sedikit pun dia tak mau menghormati Soraya.


menurutnya Soraya sekali pembantu tetap pembantu.


dia jg heran kenapa seluruh orang dirumah ini selalu membela anak haram itu.


apa kelebihan nya, dia hanya menumpang.


🎊🎊🎊🎊🎊🎊


pukul tujuh kurang seperempat Soraya sudah mengayun sepedanya menuju sekolah.


sepeda pemberian kak Valen ,


sepeda yg terdapat banyak karat di setiap besinya.


namun Soraya tetap bersyukur.


karena itulah kendaraan yg tiap kali dipake untuk menuju sekolah,


yg berjarak dua RT dari tempat tinggal Soraya


ini adalah hari pengambilan ijazah.


sekolah Soraya tdk seperti sekolah pada umumnya.


penerimaan siswa baru, kenaikan kelas, dan kelulusan. diadakan dubulan sa'ban. sebulan sebelum masuk bulan Ramadhan.


tp jangan khawatir. ijazah nya sudah diakui Negara.


bahkan alumni-alumni sana , sudah banyak yg meneruskan ke luar Negeri.


mayoritas siswa-siswi adalah para santri,

__ADS_1


siswa dari luar ? hanya bisa dihitung jari, termasuk Soraya.


__ADS_2