
💐 Soraya 💐
aku terus berlari
tak mempedulikan kedua kakiku mengeluarkan darah.
ya aku berhasil kabur,
saat memanjat jendela,
kedua kakiku terkena goresan kaca yg masih menancap.
sakit , perih itu yg kurasakan.
tp aku tak boleh berhenti,
aku tak mau tertangkap dan kembali lagi.
dua orang manusia masih mengejarku.
dia MB Mela dan seorang pria entahlah, aku pun tak tahu.
penampilan mereka kacau
MB Mela hanya memakai kimono handuk
dan sang pria hanya memakai bokser
entah apa yg baru mereka lakukan barusan?????
walau gelap aku terus berlari masuk kedalam hutan,. tanpa arah dan tujuan.
berulang kali aku terjerembah dalam semak belukar berduri, sakit perih rasanya tubuhku.
kedua telapak kakiku juga terasa sakit, karena tak memakai alas kaki ditempat seperti ini.
teriakkan dua manusia tadi masih terus terdengar ditelinga ku.
suara nya menggema mengisi kesunyian hutan malam ini
aku makin ketakutan,
tak tahu harus lari kemana?????, agar tidak tertangkap.
minimnya pencahayaan, seakan mendukung semuanya.
srrrruuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkk.............. !!!!!!
aku terpeleset masuk dalam semak belukar.
kakiku terbelit akar.
kucoba berulang kali untuk menarik kakiku, namun tak bisa,
rasa sakit lah yg terasah dipergelangan kakiku.
suara dua manusia tadi semakin terdengar jelas
mendekat dan terus mendekat.
aku meringkuk dalam semak, tak peduli duri-duri tajam yg semakin menusuk tubuhku.
tak berani bernafas, tak berani bergerak
ketakutanku semakin menjadi.
kututup mulutku dengan kedua telapak tangan, berharap tak kan ada suara yang kan keluar sama sekali.
suara mereka begitu jelas ada didekatku.
" udah yuk....... serem tau g,
kita dah jauh masuk kehutan"
suara mela jelas terdengar.
" la tu cwek belum ketemu, nanti kalau bos marah bagaimana?????"
" Lo g lihat bos tadi terluka parah,
lebih baik Lo cari bantuan gih, bawa sibos kerumah sakit.
si Desy pasti ketakutan disana sendirian.
masalah tu cewek, tenang aja
seperti nya dia terluka parah.
besok klu dah siang kita cari, darahnya berceceran pasti dengan mudah kita temukan.
klu g biarin lah dia dimakan binatang buas
penting kita balik".
aku bernafas lega, saat kedua manusia tadi sudah pergi menjauh.
pelan-pelan kucoba menarik kakiku.
Alhamdulillah......
rasa syukur ku, kala kakiku terlepas dari akar yg melilit kakiku.
sekuat tenaga aku harus pergi menjauh
Aku tak mau kembali kesana
*******
entah sudah berapa kilometer, berapa jam aku masih berjalan membelah hutan.
tanpa arah dan tujuan.
gelap menakutkan, dan suara-suara tak jelas menemani langkah kakiku menjauh.
berharap ada titik terang dari perjalanan panjang ku.
penampakan makhluk tak kasat mata
tak jarang tertangkap mataku
suara serigala, burung hantu terdengar jelas masuk ke Indra pendengaran ku.
aku tak peduli, lebih baik mati dimakan binatang buas dari pada harus kembali kesana.
aaaaaaaaaaaaaa........
aku membekap mulutku sendiri
kututup kedua mataku ,
aku melihat didepan mata ku, sesosok pocong , mukanya hancur.
berdiri tepat didepanku.
ya Allah , astaghfirullahal azim
" tolong jangan ganggu aku, kalau kamu ingin nyawaku ambilah saja, tapi aku mohon jangan paksa aku untuk kembali ketempat tadi"
aku menangis tersedu-sedu , tubuhku lemas tak bisa bergerak.
pasrah ...... hanya itu satu-satunya caraku saat ini.
kupeluk kedua lututku
tak lupa bacaan ayat kursi, dan surat-surat an pendek juga kulantunkan.
aku menangis.
apakah ini memang akhir hidupku????
masih bisakah aku selamat????
__ADS_1
masih adakah orang yang mau menolong ku????
Ya Allah lebih baik kau ambil nyawaku saat ini
samar-samar Indra pendengaran ku mendengar suara mesin mobil.
seakan lupa akan sosok tadi
kubuka mataku lebar-lebar. dari kejauhan. mataku menangkap dengan jelas lampu mobil yg sedang melaju dengan kecepatan tinggi
senyum ku mengembang.
pertolongan Allah begitu nyata.
sosok tak kasat mata tadi entah kemana????
aku tak peduli.
pikiran ku saat ini, ingin sekali cepat sampai pinggir jalan dan meminta bantuan untuk membawa ku pergi menjauh dari sini.
rasa sakit perih tak kuhiraukan.
aku terus melangkah mendekati jalan raya.
walau terlihat dekat. rupanya sangat jauh, berkilo-kilo meter kulalui., darah segar masih mengalir menutupi kakiku yg terbuka.
akhirnya aku sampai juga dipinggir jalan
memang butuh kerja keras untuk sampai disini.
kulayangkan pandangan ku.
jalanan ini terlihat sepi. pohon-pohon besar Berjajar rapi dipinggir jalan.
aku meringkuk dibawah pohon besar
rasa dingin mulai kurasakan.
lama menunggu tak satupun mobil lewat.
satu menit, lima menit, seperempat jam, sampai satu jam tak kunjung ada mobil lewat.
ya Allah ........ rasa bosan, kantuk , sakit pegal-pegal, terasa menjadi satu.
aku tak tahu bagaimana nasib hidup ku?????
dari jauh kulihat mobil melaju kearahku
aku bersiap-siap untuk berdiri dipinggir jalan
tak sabar ingin segera meminta bantuan.
langkah ku terhenti kala aku sadar apa yang aku kenakan saat ini.
aku seorang wanita. apa tanggapan mereka saat melihat ku?????
apakah mereka mau menolong ku????
apakah mereka orang-orang baik????
ataukah mereka malah memanfaatkan kesempatan.
aku kembali meringkuk dibawah pohon, menyembunyikan tubuh mungilku.
aku masih bertahan diposisiku. hingga mobil itu lewat semakin menjauh.
bahkan sampai beberapa mobil lewat aku masih bersembunyi ditempat itu.
kutatap langit malam tanpa bintang
tangisku kembali pecah, kuedarkan pandangan ku kesekitar
ujung mataku menangkap mobil pickup terparkir lumayan jauh dari ku.
bagian belakang tertutup terpal
" apakah itu mobil pickup pedagang yang akan pergi kepasar????
apa lebih baik Aku ikut mobil itu????
aku akan bersembunyi di balik terpal tadi.
terseok-seok langkah kakiku mendekati mobil pickup tadi.
mobil itu kosong tak berpenghuni.
kulihat bagian depan,
mobil terkunci rapat, mataku berbinar , melihat peci hitam tergeletak disamping kemudi, sarung dan kemeja teronggok di atas jog. Aku makin yakin, pemilik mobil adalah orang baik.
kuteliti apa yang tersembunyi dibalik terpal
hanya tumpukan kardus, yang entah apa isinya.!????
pelan-pelan kugeser kardus-kardus itu
memberikan cukup ruang untuk ku masuk.
dengan susah payah, akhirnya aku bisa naik, meringkuk dengan sempurna. disekeliling kardus.
kuatur nafasku kembali
air mata menggenang membasahi pipiku
puji syukur kepada Allah slalu ku panjatkan.
**""*****"*
cukup lama aku masih tersadar
samar-samar kudengar obrolan dua orang pria.
makin lama suara suara itu semakin dekat
dan sekarang seakan disamping mobil pickup.
" kg Yas, nanti kamu aja yang nyetir, capek aku"
" hahahaha....... iya kg Hanan"
" Hem....... e nasib-nasib,. mobil mogok ditambah solar habis, mana ditengah hutan,
uh....... ngerti"
" sapa suruh tadi habis sholat dhuhur tidur, jadi kena macet kan????"
" aku ngantuk kg,
eh ngomong-ngomong, tadi kita tidur lama banget kg yas, masa dari ba'do dhuhur sampai ba'do asyar."
" hahahaha...... terserah, ayo pulang,
nanti kerumahku ngopi-ngopi dulu. kembali ke pesantren agak siangan.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
👉 Author
Tepat Adzan Subuh kedua pria tadi sampai.
setelah menjalankan kewajiban
mereka duduk diteras rumah sambil menunggu pagi.
ditemani dua gelas kopi dan dua bungkus rokok.
sesekali terdengar candaan keduanya.
hingga sang fajar mulai menyapa.
" mumpung dah terang, tak coba cek barang bawaan kita, sebelum dibawa ke pondok"
__ADS_1
laki-laki bernama Ilyas hanya mengacungkan jempol, kedua matanya berjelajah di dunia Maya kembali.
Hanan sedikit curiga
matanya melihat banyak bercak darah dibodi mobil pickup.
buru-buru dia membuka telpal , benda yang menutupi tumpukan kardus yg dia bawa.
" astaghfirullah"
ucapnya spontan, mulut nya menganga tak kala melihat apa yang ada didepannya.
seorang gadis berpakaian seksi, meringkuk diantara kardus-kardus.
sekujur tubuhnya penuh luka dan darah
bahkan darah itu sebagian mengotori kardus yang tergeletak disamping nya.
wajahnya tertutup helaian rambut panjangnya.
" kg Ilyas , kesini, panggil ibumu"
yang dipanggil segera mendekat, ekspresi nya sama dengan Hanan.
" masih hidup , apa sudah mati???"
" seperti nya masih hidup,
bentar tak panggilin ibuku dulu"
saat Ilyas sudah kembali dengan sang ibunda.
mobil pickup sudah dikerumuni banyak warga
yang akan pergi Kesawah.
*********
🌷 Soraya..... 🌷
" mbak e bangun , mbaaaakkkk......"
samar-samar kudengar suara orang yang mencoba membangunkanku.
mataku seakan berat untuk terbuka.
tp sebisa mungkin, aku harus tahu dimana aku?????
" mbak e, mbak e orang mana??? apa yang terjadi???"
kulihat wanita paruh baya berdiri didekat ku.
sendari tadi dia mencoba mengorek informasi tentang ku.
tp entah mengapa , Mulut ku terkunci rapa, lidahku kelu , ujung bibir ku perih, susah untuk terbuka.
hanya air mata yang mewakili semuanya.
mataku mengedar, kutatap satu persatu orang-orang yang mengelilingi ku.
tidak ada satupun yang kukenal.
dimana aku?????
apakah aku masih hidup????
apakah aku sudah selamat????
apakah aku sudah terbebas, dan pergi jauh dari rumah terkutuk itu????
dari jauh kulihat dengan jelas.
wanita bertubuh subur, memakai daster batik warna coklat dengan jilbab instan warna senada.
dia berdiri didepan rumah berdinding bata.
tak seperti yang lain yang langsung mengerumuni ku.
wanita tadi berdiri paling jauh.
sendari tadi matanya fokus menatapku.
senyum ku mengembang kala tahu siapa wanita itu.
Air mata ku semakin mengalir deras.
rasa syukur ku panjatkan pada ilahi Robbi.
wanita paruh baya disampingku seakan tau.
dia ikuti kemana arah pandang ku
" ibuuuuuuuu Ningsih........"
ucapku tersedu-sedu.
" Ningsih, kenal kamu,. cepat kesini"
ibu Ningsih mengkerutkan kening,
bingung
mungkin itu yang difikirannya.
tapi langkah nya terus mendekat.
kurengkuh tubuh subuh nya takala dia sudah berdiri dedekatku.
air mataku mengucur deras.
akhirnya aku selamat.
" ibu Ningsih, tolongin Soraya,
Soraya takut,"
ucapku menangis di dadanya.
dengan paksa dia melepas pelukan ku .
ditatapnya dengan seksama wajah penuh luka dan lebam diwajahku
" Ya Allah Nduk Aya........
mboooookkkkkk Soraya ini mbok, cucumu....... mbok. kok jadi seperti ini????
Ya Allah Gusti Nduk , "
Bu Ningsih menangis meraung raung.
kedua tangannya kembali memelukku erat.
" ilyaaaaaaaasssass.......... bawa kerumah sakit Ilyas.......!!!!!!!"
orang yg dipanggil segera datang
dia menyerahkan kemeja hitam dan sarung untuk kukenakan ,
dengan hati-hati Bu Ningsih membantu ku .
air matanya masih mengucur deras.
" kg Hanan, kamu ambil sepeda motor didalam"
ucapnya sembari mengangkat tubuh ku.
ditaruhnya aku diatas pangkuannya.
ditengah-tengah dua pria bertubuh kekar.
kusandankan kepala ku didada bidang nya
__ADS_1
semerbak harum tercium melalui Indra penciuman ku.
rasa nyaman yang membuat ku terlelap.