
# disebuah cafe
"yank....jangan nangis terus dong,sebenarnya apa yang dilakukan adikku dan juga ara sampai kamu seperti ini?" ucap seorang lelaki menenangkan pujaan hatinya
"hiks....aku sangat-sangat malu hiks.....mika sekarang sangat berubah hiks....." ucap anggel,wanita yang sekarang sedang menangis adalah anggel *si ratu drama*
"maksudmu apa yank?" ucap kevin
"aku tadi bertemu mika dan juga istrimu itu di sebuah butik,aku dipermalukan oleh mika.dia bilang aku ini menjijikkan,wanita murahan dan juga istrimu tertawa melihat aku dipermalukan oleh mika hiks......" bohong anggel
"apa benar mika berkata seperti itu?"
"hiks....apa kau tak percaya denganku?"
"a-aku percaya dengamu kok,kau tenang ya sayang jangan menangis lagi.kau mau makan apa yank?" tanya kevin
"aku tidak mau makan"
"lalu kau mau apa?"
"emmmm kemarin temanku membeli sebuah jam tangan cantik yank,dia memamerkannya didepanku" ucap anggel
"lalu,kau mau jam tangan itu?" tanya kevi
"apakah boleh aku meminta itu?"
"tentu saja boleh,buat kamu apa sih yang nggak" ucap kevin sambil meminum coffenya
"beneran yank,asyikkkkkk makasih yank" ucap anggel sambil memeluk kevin
"sama-sama"
# dimeja lain tidak jauh dari kevin
"gi gi tunggu deh"
"apa sih bel,kamu mau ngomong apa?" ucap anggi
"coba deh kamu lihat meja belakang sebelah kiri kamu"
"ya terus ada apa bel"
"kamu liat gak?"
"iya liat,woww ganteng banget" ucap anggi salah meja
"anggii.......bukan itu,yang belakangnya lagi"
"aishhh bella kamu itu sanga.....eitsss tunggu dulu ya bel,emmm itu benar si suami ara kan atau mataku yang salah?"
"itu memang suami ara zeyenk"
"what!!!dengan siapa dia? kenapa peluk-peluk gitu?" ucap anggi
"apa itu azura?" pikir bella
"bel,kamu ini gimana sih.ara gak bakalan mau pakai baju seperti itu"
"emm bener juga,terus itu siapa ya gi?"
"ntah,aku mana tau.apa perlu kita tanya mbah go**le?" tanya anggi
"anggi!! ya allah ini lagi serius anggi,jangan becanda gitu ah"
"hehehe habisnya sih kamu aneh,kamu selalu nanya itu siapa itu siapa? lah mana aku tau bellot" ucap anggi sambil menarik pipi bella
__ADS_1
"ehh gi bentar deh,itu bukannya cewe yang ngerebut meja kita ya?" ucap bella
"masa sih bel? ohhh astaga kamu benar bel,itu cewe gak tau diri itu.ada hubungan apa dia sama suami ara sampai mereka peluk-pelukkan begitu"
"entahah,aku harus foto ini lalu kita kirim ke ara" ucap bella
"ya bener bel,kita harus tanya ke ara siapa cewe itu" ucap anggi
# dirumah besar rachmad
"mah,lagi masak apa?" tanya azura
"ini sayang untuk makan malam"
"sini ara bantu mah" ucap azura
"apa kelvin sudah datang?" tanya mamah meira
"belum mah,mungkin sebentar lagi juga datang"
"kemana anak itu,menyusahkan saja"
akhirnya mereka pun makan malam bersama,namun kelvin belum datang juga
"ra,apa kamu sudah telpon suamimu?" tanya mamah meira
"ara belum ada telpon mas kelvin mah"
"yasudah kalau begitu kamu telpon kelvin,suruh dia pulang"
"iya mah"
belum juga azura berdiri dari kursinya
"asalamuallaikum" ucap seseorang
"kamu dari mana saja vin? apa kamu tau ini jam berapa?" tanya papah rachmad
"maaf pah,tadi aku mengurus sesuatu" ucap kelvin sambil menarik kursi
"lain kali tau waktu kelvin,ingat kamu sudah memiliki istri jangan terlalu mementingkan dirimu sendiri" ucap papah rachmad
"iya pah,oiya ada yang kelvin kasih tau ke kalian semua" ucap kelvin
"apa itu vin?" ucap mamah
"nanti saja setelah selesai makan ya mah" ucpa kelvin
"emm baiklah,bik tolong bawa kebelakang piring-piring yang kotor ya bik"
"iya nyonya"
"sini bik,ara bantu ya" ucap azura sambil membantu mengangkat piring
"jangan nyonya muda,lebih baik nyonya shalat mahgrib dulu"
"astaghfirullah ara lupa,untung bibi ngingetin.kalau gitu ara keatas ya bik dan maaf kan ara tidak jadi membantu bibik"
"iya nyonya tidak apa-apa"
azura pun mulai meninggalkan dapur dan menuju ke lantai 2.setelah selesai shalat azura pun turun untuk berkumpul dengan keluarga kelvin.di ruang keluarga terlihat mereka sudah berkumpul untuk mendengarkan sebuah berita dari kelvin.
"ra,duduklah" ucap kelvin yang menatapnya dingin
"emm iya" ucap azura
__ADS_1
"apa yang sebenarnya mau kamu bicarakan ke kami kelvin?" ucap papah rachmad
"jadi begini pah mah,kelvin memutuskan untuk pindah ke apartemen kelvin yang lama dan kelvin ingin belajar menjadi kepala keluarga yang baik pah mah" ucap kelvin
"papah setuju sama kamu"
"mamah gak setuju!!"
"mika juga gak setuju!!"
"kalian berdua ini kenapa jadi gak setuju? kelvin ingin menata rumah tangganya sendiri mengapa kalian melarangnya" ucap papah rachmad memarahi mamah meira dan mikaila
"pah,nanti menantu mamah pasti merasa sendirian pah" ucap mamah meira
"kak,apa kakak tidak memikirkan itu?" ucap mikaila sambil memandang ke arah azura
"kakak sudah memikirkan ini dengan matang-matang dan juga kelvin tidak mau diganggu gugat lagi mah mika" ucap kelvin
"papah setuju dengan kamu,kamu tidak bisa terus-terusan tinggak dirumah orang tuamu dan satu lagi,kalau bisa kalian cepat-cepat beli rumah karna menurut papah apartemenmu itu terlalu kecil untuk kalian tinggali" ucap papah rachmad
"iya pah" ucap kelvin
azura hanya terdiam karna sangat terkejut dengan perkataan kelvin
"azura,kenapa kamu diam aja nak? apa kamu tidak suka? bilang ke mamah nak" ucap mamah meira sambil mendekati azura
"ara senang kok mah,kalo memang itu yang terbaik ara senang kok mah.mamah tenang aja" ucap azura sambil tersenyum
"sebenarnya apa yang direncanakan mas kelvin ya? kok mendadak minta pindah?" batin azura
"ya sudah kalo begitu kapan kalian akan pindah?" ucap mamah meira
"besok sore mah,setelah kelvin pulang kerja kami langsung pindah" ucap kelvin
"astaghfirullah apa itu tidak terlalu cepat kelvin? kalian belum menyiapkan apa pun kan? mengapa tidak minggu depan saja nak?" ucap mamah meira
"lebih cepat lebih baik mah" ucap papah rachmad
"oke mah pah kalau begitu kami pamit untuk membereskan semuanya" ucap kelvin
"iya" ucap mereka bertiga bersamaan
kelvin dan azura pun menaiki tangga untuk menuju ke kamar mereka,sesampainya dikamar
"cepat bereskan baju-bajumu" ucap kelvin sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur
"emmm apa bajumu juga?" tanya azura
"tidak usah,baju-bajuku sudah ada di sana.jadi kau tak perlu repot-repot" ucap kelvin sambil memejamkan matanya
"baiklah,emm apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap azura
"aku tidak perlu menjelaskannya lagi,kau sudah dengarkan alasanku tadi!!" ucap kelvin yang sedari tadi masih menutup matanya,kelvin pun tau pertanyaan apa yang akan dilontarkan azura
"emmm baiklah" ucap azura yang melanjutkan memasukkan pakaiannya
"apa dia ini seorang dukun? mengapa dia tau pertanyaan yang belumku lontarkan? ihhh mengapa aku jadi merinding ya" batin azura
Alhamdulillah akhirnya selesai juga
Terima kasih ya para readers semua yang masih setia menunggu halaman-halaman berikutnya
dan juga sekarang aku lagi dalam tahap pembuatan novel baruku lagi nih.tapi aku masih merahasiakan judulnya,tunggu besok pagi ya semua
thank you very much bye byeee
__ADS_1
see you๐๐๐
jangan lupa selalu jaga kesehatan kalian ya luv luv๐