
saat di perjalanan, mikaila tidak henti-hentinya bertanya mengenai kakak iparnya seperti:
"apa kakak ipar sudah ada tanda-tanda kehamilan?
"kapan kakak memberikan aku keponakan yang lucu?"
"aku sangat tidak sabar menunggu keponakan kh lahir"
itu adalah beberapa pertanyaan yang mikaila lontarkan, namun hanya di jawab "kau bisa diam tidak!!" dan itu lah yang di jawab oleh kelvin dari setiap pertanyaan yang adiknya lontarkan
"kak, kenapa kita tidak mengajak kakak ipar belanja? kakak ipar juga suka belanja loh kak" ucap mikaila
"kakak ipar mu sudah berada di sana mika!!" ucap kelvin yang mulai pusing dengan tingkah cerewet adiknya
"wahhh benarkah, kenapa kakak ipar tidak mengajakku ya?"
"memangnya kau siapanya dia, sampai-sampai dia harus mengajakmu"
"iihhh kakak nyebelin resek banget sih" ucap mikaila sambil memukuli kakaknya
"aww sakit mika mika berhenti, jika kau tidak berhenti aku akan membatalkan semuanya" ancam kelvin
"ahhhh tidak kakak, maaf ya kak" ucap mikaila sambil memijat tangan kakaknya
"duduk diam dan jangan banyak bertanya, mengerti mika!!!"
"siap bosss"
empat puluh menit kemudian akhirnya mereka pun sampai
"yeeayy asik akhirnya sampai" ucap mikaila
"huuuhs jangan berisik, kau seperti anak kecil saja" ucap kelvin sambil celingak celinguk mencari keberadaan mobilnya yang di bawa azura
"kakak sedang mencari apa?" tanya mikaila
"sedang cari mobil kakak"
"mobil kakak kan ada di belakang kita" ucap mikaila sambil menunjuk mobil yang mereka tumpangi tadi
"aishh maksud kakak itu mobil kakak yang ara pakai" ucap kelvin sambil menjitak kepala adiknya
"aww sakit kak, lagian kenapa gak di telpon aja sih kak ara nya" ucap mikaila
"hehehe kakak gak punya nomor handphonenya" ucap kelvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"astaga kakak ini bagaimana!! kalian ini pasangan suami istri atau bukan sih? masa nomor hp kak ara aja gak punya!! apa kalian sedang bertengkar?" tanya mikaila
"huuhss anak kecil diam aja, sudah ayo masuk"
"tapi kak ar--- "
"sudah masuk saja" ucap kelvin menarik tangan adiknya
__ADS_1
"selamat datang tuan dan nona" ucap seorang pelayan membukakan pintu untuk kelvin dan mikaila
"kakak duduk saja ya, aku mau berburu dulu" ucap mikaila
"emm baiklah, oiya mika jangan lama-lama. kakak kasih kamu waktu tiga puluh menit untuk belanja" ucap kelvin
"ya allah kak, tiga puluh menit aku baru dapat dua baju" ucap mikaila
"bukan urusan ku" ucap kelvin
"tapi kak----"
"tidak ada tapi-tapian mika" ucap kelvin tegas
"menyebalkan" ucap mikaila sambil berlari memilih baju
di tempat lain, di sebuah cafe yang bersebrangan dengan sebuah butik
"atas nama nona azura" ucap seorang pelayan cafe
"iya saya mba, terima kasih ya" ucap azura sambil mengambil empat paper bag yang berisi coffe yang akan azura bagi untuk para pegawainya.
"selamat siang bu" ucap pegawai azura
"ya siang, saya bawakan coffe dan makan siang buat kalian. nanti ambil di belakang ya" ucap azura ramah
"iya bu, terima kasih banyak"
"bu, sini biar saya bawakan" ucap maria
"oiya mar tolong bawakan ke belakang untuk mereka dan juga kamu boleh ambil satu" ucap azura
"iya bu"
"bagaimana dengan gaun kita?" tanya azura ke salah satu pegawainya
"beberapa hampir jadi bu, untuk pesanan nona lusi tinggal dua gaun saja" ucap sang pegawai
"oiya bagus sekali, pesanan bu nancy sudah?" tanya azura
"alhamdulullah sudah di ambil oleh bu nancy nya bu"
"alhamdulillah"
"permisi bu" ucap maria
"ya ada apa mar?"
"tadi ada bu sesilia menunggu ibu di depan" ucap maria
"bu sesil yang kemarin kan mar?"
"iya bu"
__ADS_1
"ada apa?" tanya azura bingung
"beliau ingin berterima kasih kepada ibu"
"ya ampun terima kasih karna gaun yang robek itu kah"
"saya rasa iya bu"
"tolong siapkan cemilan untuk bu sesil ya mar"
"siap bu"
"permisi selamat siang bu sesilia"
"ehhh siang nona azura, apa kabar nona?" ucap bu sesilia mencium pipi kanan dan pipi kiri azura
"alhamdulillah kabar saya baik bu, kabar bu sesil sendiri bagaimana?"
"saya sehat nona azura" ucap bu sesilia
"silahkan duduk bu"
"ahhh tidak perlu, saya ke sini hanya mau memberikan ini beberapa buah tangan untuk nona azura"
"wahhh alhamdulillah terima kasih banyak bu, jadi ngerepotin" ucap azura
"tidak nona, saya sangat-sangat berterima kasih kepada nona. kemarin gaun saya robek dan menggantik gaun tersebut tanpa ada ganti rugi dan saya tau itu gaun pasti mahal" ucap bu sesilia
"tidak apa-apa bu" ucap azura
"saya sangat suka sekali jika kemari, pemiliknya sangat ramah" ucap bu sesilia
"hehehe semua pemilim butik itu pasti baik bu" ucap azura
"tidak semua nona azura hanya butik ini saja yang pemilik dan pegawainya sangat ramah kepada pelanggannya. oiya nona azura saya permisi dulu, saya akan berangkat ke luar kota" ucap bu sesilia
"apa ada pekerjaan bu?"
"ya begitulah nona, anak-anak saya juga tidak bisa menyelesaikannya sendiri. jadi harus saya yang turun tangan" ucap bu sesil
"hati-hati di jalan bu dan juga selalu jaga kesehatan"
"iya nona terima kasih, sampai jumpa lagi ya" ucap bu sesil
"iya bu"
"apa katanya tadi, pemilik butik? apa aku tidak salah dengar?" ucap seseorang yang tak jauh dari azura
Alhamdulillah akhirnya selesai juga
jangan lupa like and commentnya ya semua
see you byeeeeeee๐๐๐๐๐
__ADS_1