
saat di perjalanan pulang, azura melihat warung yang menjual sate.
"pak, apa boleh kita mampir ke warung tadi?" tanya azura
"nyonya mau beli apa?"
"saya mau makan sate pak" ucap azura
"tidak cari di restoran saja nyonya?" ucap sopir
"aku mau yang di pinggir jalan aja pak, menurutku lebih enak hehehe maklum pak terbiasa makan di rumah makan biasa" ucap azura cengengesan
"baik nyonya" ucap sang sopir putar arah
"biar saya saja yang turun nyonya"
"tidak usah, aku turun sendiri saja pak. sekalian mau cari jajanan yang lain"
"iya nyonya"
"bu, minta 60 tusuk ya" ucap azura
"aahh iya mba, pakai lontong?"
"emm boleh deh, minta 15 ya bu lontongnya" ucap azura
"siap mba, silahkan duduk dulu mba"
"oiya ada hati bu?"
"ada mba"
"minta 10 ya bu, tapi di pisah"
"iya mba tunggu sebentar ya"
setelah menunggu beberapa puluh menit kemudian akhirnya pesanan azura pun telah selesai dan azura pun segera menuju mobilnya.
"sudah nyonya?" tanya sang sopir
"iya sudah pak"
"apa nyonya mau beli sesuatu lagi?"
"tidak, kita langsung pulang saja pak"
"baik nyonya"
setelah menempuh waktu satu jam lamanya karna mereka terjebak macet, akhirnya mereka sampai di rumah.
"selamat datang nyonya, nyonya besar menunggu anda di ruang tv" ucap bik rasmi
"apa mamah ada di rumah?!!" tanya azura terkejut
"iya nyonya"
"astaga bahaya bik!!!" ucap azura
"bahaya kenapa nyonya?"
"baju-bajuku bik, aku sama mas kelvin kan pisah kamar!! bagaimana ini bik?" ucap azura kebingungan
"nyonya tenang dulu, lebih baik nyonya masuk dan berbicara dulu sama nyonya besar. untuk pakaian anda biar saya dan pembantu lain yang memindahkan" ucap bik rasmi memberikan solusi
"alhamdulillah azura minta tolong ya bik" ucap azura
"iya nyonya, itu apa nyonya?" tanya bik rasmi melihat kantongan di tangan azura
"oiya bik tolong ini letakkan di piring ya, ini sate bik" ucap azura menyerahkan bungkus sate
"siap nyonya"
"asalamuallikum mamah kok ke sini gak bilang-bilang?" ucap azura memeluk mamah meira
"waalaikumsalam huhhh mamah kangen banget"
"ara juga kangen sama mamah"
"oiya mamah kemarin ada mampir di butik kamu sama temen-temen mamah" ucap mamah meira
"mamah tau dari mana ara punya butik?"
"bunda kamu sayang" ucap mamah meira
"ooh bunda cerita sama mamah"
"iya, mamah lihat kok kemarin kamu gak ada di butik sih? padahal mamah mau ngenalin kamu ke temen-temen mamah"
"kemarin ara sakit mah"
"kamu sakit apa? udah ke dokter?" tanya mamah meira khawatir
"cuma asam lambung mah" ucap azura
"oooh lain kali jangan telat makan sayang"
__ADS_1
"iya mah"
"terus kamu tadi dari mana?"
"ara habis dari butik, ada pelanggan yang ngajak ketemu mah"
"ooh gitu, apa kelvin makan siang pulang?"
"gak mah"
"ooh kamu yang nganter ke kantor ya?"
"emm mas kelvin kalo makan siang katanya selalu ketemu klien mah, jadi ara gak ada nganterin" ucap azura
"astaga anak itu....... kenapa dia gila kerja sih"
"oiya mamah ke sini sendirian?"
"iya sayang, mamah ke sini mau nginep soalnya papah lagi ke luar kota selama empat hari. dari pada mamah kesepian, lebih baik mamah tidur di sini. boleh kan mamah tidur di sini?"
"aaa tentu saja boleh mah, boleh banget" ucap azura sedikit menggaruk kepalanya
"oke deh mamah ke kamar dulu ya"
"iya mah"
"aduhhh...... gimana ini, masa iya malan ini aku harus tidur sekamar sama mas kelvin" batin azura yang merasa sangat bingung
"kalian sedang apa di situ?" tanya mamah meira melihat pembantu kelvin baru keluar dari kamar kelvin
"maaf nyonya besar, kami baru meletakkan baju yang sudah di setrika" bohong bik rasmi
"oooh" ucap mamah meira berlalu meninggalkan bik rasmi
"nyonya, sebagian pakaian anda sudah saya pindah kan ke kamar tuan kelvin" ucap bik rasmi
"oiya bik makasih ya"
"nyonya tidak mau ganti baju?"
"nanti saja, tanggung sebentar lagi juga mau makan malam" ucap azura yang dari tadi masih bingung dengan pikirannya sendiri
"nyonya kenapa? seperti ada yang di pikirkan"
"bik, mamah mau tidur di sini. bagaimana ini bik?"
"astaghfirullah bagaimana nyonya, saya jadi ikut bingung"
"kelvin mana lagi? kok belum pulang sih" ucap azura
"lebih baik nyonya mandi dulu"
saat hampir jam makan malam, kelvin baru pulang dari kantornya.
"selamat malam tuan" ucap ijah
"emm malam"
"malam tuan, ada yang ingin saya bicarakan tuan" ucao bik rasmi
"nanti saja bik, aku ke kamar dulu" ucap kelvin berlalu tanpa mendengarkan bik rasmi
saat masuk ke dalam kamar, kelvin belum mengetahui bahwa di sekitarnya terdapat barang-barang azura. saat dia selesai mandi dan ingin mengambil bajunya tiba-tiba dia melihat......
"aaaaa apa-apaan ini? aku tidak pernah menggunakan pakaian dalam berwarna pink? punya siapa ini?" tanya kelvin sambil membuka lemari yang lain
"what!!!!!! apa ini? baju-baju wanita? apa para pembantu ingin aku pecat? kenapa mereka meletakkan pakaian wanita di sini?" tanya kelvin dengan wajah merah menahan marah
"bik........ bik...........!!!!!!!!" teriak kelvin menuruni anak tangga
"itu suara mas kelvin kan?" tanya azura di dalam kamar
"heyy ijah, mana bik rasmi?" tanya kelvin
" bik rasmi sedang keluar tuan" ucap ijah menunduk karna takut dengan kelvin
"sial!!!! siapa yang memasukkan baju wanita ke dalam lemari ku?!!!!" bentak kelvin
"mas...... mas kelvin tunggu dulu....... aaaaaa awas mas......." teriak azura sambil berlari dan tak ingat mengerem langkahnya
brukkkk..........
"awwww kepala ku" ucap azura memegangi kepalanya
"kenapa kau ini?!! apa kau tidak punya mata?!!!"
"maaf mas, ara gak sengaja"
"apa pakian yang ada di lemari ku itu pakaianmu?!!"
"iya mas"
"apa-apaan kau ini, kau memindahkan pakaianmu ke kamarku?!!" bentak kelvin dan membuat seseorang mendengarnya
"kelvin...... kenapa kau membentak istrimu?"
__ADS_1
"astaga mamah......" ucap kelvin terkejut
"jawab pertanyaan mamah? kenapa kau membentak ara? apa kau sering membentaknya?"
"bukan gitu mah...."
"lalu, kau berteriak sangat nyaring. bahkan kedengaran sampai ke kamar mandi, kenapa kau memarahi istrimu?"
"itu mah tadi itu...." ucap kelvin kebingungan
"itu tadi apa vin?" ucap mamah meira memlototi kelvin
"tadi azura lupa minum obat mah" ucap azura cepat menjawab petanyaan mamah meira
"ya ampun azura...... kamu itu harusnya jangan sampai lupa dong sayang" ucap mamah meira
"maaf mah"
"dan kau kelvin, jangan juga membentak istrimu seperti itu. jangan terlalu berlebihan vin" ucap mamah meira
"ak-aku hanya khawatir mah, aku tidak mau sampai terjadi sesuatu kepada istri pendekku ini mah" ucap kelvin sambil menarik leher azura ke dadanya
"awww awww sakit mas, leher aku sakit" ucap azura
"vin..... lepas jangan kayak gitu" ucap mamah meira
"hehehe maaf ya sayang" ucap kelvin mengacak-acak rambut azura
"mamah ngapain kesini?" tanya kelvin
"dasar anak durhaka" ucap mikaila yang datang secara tiba-tiba
"kau..... sedang apa ke sini? mau minta uang lagi?" tanya kelvin
"cihhh.... tak sudi aku, mah apa ada makanan?" tanya mikaila
"belum ada, kayaknya belum pada masak deh" ucap mamah meira
"yaaaa padahal mika laper banget"
"mika mau sate?" tanya azura
"apa sate? mika mau banget kak. apa kakak ipar punya sate?"
"ada, ayo kita ke meja makan" ucap azura menarik tangan mikaila
"wahhh banyak banget kak" ucap mikaila
"iya, ini sate terenak loh mik"
"benarkah?"
"iya, coba deh kamu rasain" ucap azura
"yang ini apa kak? kok di pisah?"
"itu hati, kakak suka banget sama sate hati"
"ooh apa mika boleh minta?"
"tentu, ambil lah" ucap mikaila
"oke, mika coba ya"
"gimana enak kan?" tanya azura
"emmm lumayan kak, kakak beli di mana?" tanya mikaila
"di pinggir jalan langganan kakak"
"kakak beli di pinggir jalan?" tanya mikaila
"iya, memangnya kenapa? kamu gak suka ya?"
"gak kok, aku suka kak" ucap mikaila kembali melahap satenya
"mah, ayo makan bareng" teriak mikaila
"iya, jangan teriak-teriak. sate dari mana itu ra?"
"tadi ara beli di jalan mah" ucap azura
"kamu suka sate?"
"iya mah, tapi tadi gak tau kenapa tiba-tiba mulut ara pengen banget makan sate" ucap azura sambil melahap satenya
"apa kamu tiba-tiba pengen makan sate?"
"iya mah, memangnya kenapa?" tanya azura bingung dengan reaksi mertuanya
"apa jangan-jangan mamah mau punya cucu?"
"apa........ siapa yang mau ngasi mamah cucu?"
jangan lupa like,comment and vote ya semua
__ADS_1
terima kasih
see you byeeeeeeeeeeeππππππππππ