Perjodohan Yang Membuatku Jatuh Cinta

Perjodohan Yang Membuatku Jatuh Cinta
-


__ADS_3

"apa........ siapa yang mau ngasih mamah cucu?" ucap kelvin terkejut dengan ucapan mamahnya


"ya kalian lah, katakan ra? apa mamah benar?" tanya mamah meira yang sangat-sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu


"maaf mah, ara hanya pengen makan bukannya ngidam" ucap azura menunduk karna tidak enak dengan mertuanya


"oooh jadi belum ya?" ucap mamah meira kecewa


"maaf mah"


"lagian mamah aneh, kami kan baru sebulan menikah. masa iya ara udah hamil sih, mamah lucu deh" ucap kelvin


"anaknya temen arisan mamah aja sebulan menikah udah hamil kok, ya jadi mamah kira tadi ara hamil" ucap mamah meira meninggalkan meja makan


"mah, mamah mau kemana?" tanya azura yang hendak mengejar mamah meira


"sudah biarkan saja, gak usah di kejar. duduk kembali dan habiskan makananmu" ucap kelvin tegas sambil menarik tangan azura


"aku ke kamar ya kak" ucap mikaila


"kamu kenapa dari tadi diem aja? kamu masih ke pikiran sama mamah?" ucap kelvin


"iya"


"kan aku sudah bilang, jangan di pikirkan!!" ucap kelvin


"aku merasa tidak enak mas dan aku merasa sangat bersalah" ucap azura


"lalu kau mau apa? kau mau ngasih mamah cucu?" tanya kelvin menatap azura serius


"emm mau, tapi ya tapi......" ucap azura kebingungan menjawabnya


"tapi kenapa? kalo memang gak mau ya santai aja kali" ucap kelvin santai


"tapi kayaknya mamah kepengen banget ya?" tanya azura


"ya gitu, kamu juga mau ya..... ayo jawab azura putri rachmad...." goda kelvin yang mencolek-colek dagu azura


"heyyy kenapa namaku jadi ada rachmad nya? namaku cuma sampai putri saja!!" ucap azura


"apa kau lupa statusmu? kau itu siapa aku?" tanya kelvin


"yayaya sudah lah aku mau ke kamar" ucap azura meninggalkan kelvin


"heyyy jawab pertanyaanku tadi, apa kau juga mau?" ucap kelvin mengejar azura


"berisik mas!!" ucap azura


"apa kau juga mau memiliki anak?" ucap kelvin


"siapa yang tidak mau punya anak mas? hanya orang bodoh saja yang tidak mau memiliki anak" ucap azura


"ya sudah ayo kita bikin" ucap kelvin


"apa!!!!! apa kau sudah gila?!!!" teriak azura terkejut


"ya ampun azura........ pelankan suaramu itu!!!" ucap kelvin menarik tangan azura


"apa kau sudah gila? kita ini kan tidak seperti pasangan yang lainnya, kau seenaknya mengatakan bikin anak" ucap azura menatap kelvin


"yaaaa makanya jangan di pikirkan omongan mamah" ucap kelvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"kepalaku sakit sekali" ucap azura memijat keningnya


"ra..... ra kan aku sudah bilang jangan di pikirkan, sekarang lihat kau sakit lagi kan!!" ucap kelvin kesal melihat azura


"obatku mana ya? kok gak ada di dalam tas sih?" batin azura yang sibuk mencari obatnya di dalam tas


"kamu cari apa?" tanya kelvin yang melihat istrinya menghamburkan isi tasnya


"obat aku kemana ya?" tanya azura


"kamu masih sakit?" tanya kelvin langsung mendekati azura


"ya allah mas....... aku beneran sakit kepala!! kamu pikir aku tadi bohong" ucap azura kesal


"jangan-jangan dikamarmu" ucap kelvin


"tidak, obat itu selalu aku bawa. tapi kok gak ada ya" ucap azura


"yaudah ayo keluar" ucap kelvin

__ADS_1


"keluar? keluar mana?" tanya azura bingung


"ayo kita beli ke apotik" ucap kelvin


"denganmu?" tanya azura


"iya azura, lalu kau mau dengan siapa?" ucap kelvin


"ya sudah ayo" ucap azura dan akhirnya mereka pun keluar untuk membeli obat. saat sampai di apotik


"ra..... bangun kenapa jadi tidur" ucap kelvin menggoyangkan bahu azura


"ra....... ayo bangun........"


"emmm iya kita sudah sampai?" tanya azura


"iya...... cuma ke apotik aja kamu ketiduran" ucap kelvin


"maaf"


"ayo cepat masuk, sana beli" ucap kelvin


"apa aku masuk sendirian?" ucap azura


"iya, kamu bisa kan keluar sendiri" ucap kelvin sibuk dengan handphonenya


"hehehe temani aku, apa kau mau?" ucap azura


"kau...... kenapa kau jadi sangat manja!!" ucap kelvin yang terkejut dengan azura


"emm aku tidak terbiasa keluar sendirian" ucap azura


"alasan, bilang saja kau tidak bisa jauh-jauh dari aku" ucap kelvin


"ya sudah kita pulang saja" ucap azura kembali merebahkan tubuhnya


"heyyy kau ini kenapa? ya sudah ayo kita turun"


"aneh-aneh saja, dasar anak kecil" gumam kelvin


"aku masih bisa mendengarnya mas" ucap azura


"cepat ambil obat yang kau butuhkan" ucap kelvin


"sudah sana, kau ini sungguh merepotkan" ucap kelvin mendorong azura


saat azura berjalan untuk mengambil obatnya, dia melihat seseorang yang sangat-sangat tidak ingin dia lihat wajahnya.


"apa itu azura?" ucap seorang wanita hamil


"emm iya dia azura, sedang apa dia di sini?"


"kita dekati yo" ucap sang perempuan


"hai... azura kan" ucap sang perempuan


"ahh hai kalian, sedang apa di sini?" ucap azura dengan nada malas menyapa


"biasa kami di sini sedang membeli beberapa vitamin, kau sendiri sedang apa di sini?"


"aku sedang membeli obat"


"kau sendirian di sini?" tanya sang suami dari wanita tersebut


"atau jangan-jangan kau mengikuti kami?" ucap sang wanita


"kau jangan terlalu geer, aku kesini ya untuk membeli obat" ucap azura menunjuk sang wanita


"heyyyy berani sekali kau menunjuk-nunjukku. kau itu siapa hah? dasar kurang ajar kau ya, suka sekali mengganggu hubungan orang lain" ucap wanita itu sambil menatap azura sinis


"siapa itu? kenapa dia menunjuk-nunjuk azura?" gumam kelvin yang melihat kejadian azura dan seorang wanita bertengkar


"emmm aku permisi dulu ya" ucap azura memyenggol bahu wanita tadi


"dasar wanita murahan!!" gumam azura


"heyyy apa yang kau bilang tadi? apa kau tidak punya kaca hah...." bentak sang wanita menarik lengan azura


"aawww sakit, kasar sekali ya anda ini" ucap azura menarik tangannya


"ra... jangan kasar sama istriku!!" bentak sang suami

__ADS_1


"apa kau tidak punya mata? yang kasar duluan itu istrimu!! apa kau tidak papa sayang?" ucap kelvin yang datang menghampiri azura


"ahh ya aku tidak papa" ucap azura yang masih kebingungan dengan kelvin


"kau siapa? oooh kau langganannya azura ya, ternyata seleramu rendahan ya tuan" ucap wanita tadi


"jaga bicaramu itu!! perkenalkan aku kelvin putra rachmad, suami dari azura putri rachmad" ucap kelvin mengulurkan tangannya


"apa!!! kau suami azura? yang benar saja, mana ada laki-laki yang mau dengannya. suamiku saja meninggalkannya" ucap wanita tadi


"kita pulang aja yo mas" ucap azura menarik tangan kelvin


"kenapa kau diam saja? apa kau mau dia mengataimu wanita murahan?" ucap kelvin


"aku malu di lihat orang mas" ucap azura menundukkan kepalanya


"kau suami azura kan, aku harap kau bawa pergi istrimu" ucap laki-laki tadi


"ayo mas kita pulang saja" ucap azura menarik tangan kelvin dan akhirnya kelvin pun mengikuti azura saat sampai di dalam mobil


"kau ini apa-apaan, kau mau-maunya di permalukan seperti itu. apa kau memang wanita murahan? apa kau sering berhubungan dengan om-om? jawab jangan diam saja!!!" bentak kelvin menarik dagu azura


"kenapa kau menangis, apa memang benar kau ini wanita murahan?!!!"


"ak-aku ingin pulang hiks...hiks...." ucap azura menangis


"jawab pertanyaan aku azura!!!! mengapa kau diam saja di permalukan seperti itu?" bentak kelvin


"pulang sekarang juga" ucap azura menatapa keluar jendela dan kelvin pun menghidupkan mobilnya


empat puluh menit kemudian mereka sampai di rumah, azura pun langsung keluar dari mobil.


"selamat malam nyonya, nyonya kenapa?" ucap ijah yang melihat azura langsung berlari menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya


"apa kelvin sudah datang jah?" tanya mamah meira yang baru keluar dari dapur


"iya nyonya besar, tuan kelvin dan nyonya azura baru saja datang" ucap ijah


"dimana kelvin?" ucap mamah meira sambil berjalan keluar rumah


"selamat malam nyonya besar" ucap sang security


"dimana kelvin?"


"tuan kelvin baru saja keluar nyonya besar"


"apa kelvin keluar lagi?"


"iya nyonya besar, tadi hanya nyonya azura saja yang turun dari mobil" ucap sang security


"kemana anak itu? apa yang terjadi sebenarnya?" gumam mamah meita


di dalam kamarnya, azura hanya menangis karna mengingat perkataan kelvin tadi.


"ini semua gara-gara mulutnya melly" batin azura


hingga saat ini kelvin pun juga belum kunjung balik ke rumahnya, mamah meira dari tadi mengetuk pintu kamar kelvin namun tidak ada yang menjawab.


toktoktoktok......


"ra, nak kamu di dalam kan. kalian bertengkar ya nak? kok kelvin dari tadi belum pulang juga?" ucap mamah meira yang dari tadi mengetok pintu kamar kelvin


"nyonya besar, lebih baik anda istirahat saja. saya rasa nyonya azura dan tuan kelvin butuh waktu untuk menenangkan dirinya" ucap bik rasmi


"apa mereka sering bertengkar bik?" tanya mamah meira


"tidak nyonya, baru kali ini tuan kelvin dan nyonya azura bertengkar"


"kemana kelvin? jam segini kok juga belum pulang-pulang?"


"sedang apa mamah disini?" ucap seseorang mengagetkan mamah meira dan bik rasmi


**ada apakah dengan masa lalu azura dan melly?


mengapa melly berkata seperti itu kepada azura?


apa benar azura wanita murahan?


tunggu terus ya kelanjutan ceritanya


jangan bosan-bosan menunggu

__ADS_1


jangan lupa like,comment and vote nya ya


see you byeeeeeeπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•**


__ADS_2