Perjodohan Yang Membuatku Jatuh Cinta

Perjodohan Yang Membuatku Jatuh Cinta
-


__ADS_3

"ada apa ini?"


"ya allah azura......... kamu kenapa nak?" tanya mamah meira khawatir melihat menantunya menangis


"ada apa ini kelvin?!! jawab kelvin!!!!!" bentak papah rachmad


"kelvin bisa jelasin mah pah" ucap kelvin


"sayang apa kamu tidak papa nak? cucu mamah gimana nak apa dia tidak papa di sana?" tanya mamah meira memeluk azura dan membawa azura untuk duduk


"apa yang kau lakukan? apa yang sebenarnya terjadi? kami mendengar suara tamparan, apa kau menampar azura?!!!!!" tanya papah rachmad membentak kelvin


"iya pah, kelvin menampar azura. tapi kelvin tidak sengaja pah" ucap kelvin ingin mendekati istrinya


"hiks.... mah tolong azura mah........hiks....... azura kangen bunda mah hiks........." ucap azura menangis sesegukan di pelukan mamah meira


"iya nak, mamah akan mengantar kamu ke rumah bunda ya" ucap mamah meira


"kak, ini di minum dulu" ucap mikaila memberikan segelas air minum


"di minum dulu nak" ucap mamah meira


"apa yang kau lakukan kelvin?! kau membuat malu! kau menampar istrimu yang sedang mengandung anakmu hanya karna dia pergi belanja?!! kau sungguh keterlaluan!!!" bentak papah kelvin memarahi kelvin


"apa? azura hamil anakku pah?" tanya kelvin terkejut mendengarnya


"kau tidak tahu bahwa istrimu sedang hamil?"


"tidak pah, kelvin tidak tau sama sekali" ucap kelvin


"dasar gob***!!!! kau suami apaan hah!! istrimu hamil saja aku tidak tau!!!" ucap papah rachmad yang semakin geram dengan kelakuan anaknya


"azura sudah makan nak?" tanya mamah meira di ruang tv


"belum" ucap azura


"kita makan ya, mamah tadi ke sini bawa makan untuk ngerayain ulang tahun azura" ucap mamah meira


"ara gak mau mah hiks....... ara mau pulang mah hiks....." ucap azura kembali menangis


"heyheyhey sayang dengarkan mamah, kita makan dulu kasihan kan cucu mamah. setelah ara makan, mamah bakal nganterin ara pulang ke rumah bunda. azura maukan makan? kasihan loh nak masakan mamah gak ada yang makan" ucap mamah meira merayu menantunya agar mau makan


"iy-iya mah, ara mau" ucap azura


"alhamdulillah, rasmi........." teriak mamah meira


"iya nyonya besar"


"tolong bawakan semua masakan yang tadi saya bawa ke sini" ucap mamah meira


"baik nyonya besar"


"sampai pak tono tau ini semua, kamu membuat papah malu!!"


"maafin kelvin pah" ucap kelvin


"seharusnya kau meminta maaf kepada istrimu, kau sungguh suami yang tidak ada gunanya!!" bentak papah kelvin


"pah, kelvin ayo sini kita makan" teriak mamah meira


"iya mah, ayo cepat dan papah yakin kau juga tidak ingat bahwa istrimu ulang tahun" ucap papah rachmad meninggalkan kelvin


"ini untuk ara sayang" ucap mamah meira menyerahkan piring berisi masakannya


"makasih mah" ucap azura namun tidak langsung dimakan hanya di tatapnya saja


"ini papah dan yang itu punya kamu vin" ucap mamah meira menatap kelvin penuh dengan amarah


"nak...... dimakan jangan dipandangin aja makanannya" ucap papah rachmad melihat menantunya


"iy-iya pah"


"permisi nyonya, ini susu anda nyonya" ucap ijah membawa susu azura


"makasih jah" ucap azura


"sayang, udah berapa minggu usia cucu mamah?" tanya mamah meira dan azura hanya diam saja karna melamun


"nak........ azura........." panggil papah rachmad dan di lihatnya mata azura penuh denga air mata


"iya pah, ada apa?" ucap azura


"kamu kenapa dari tadi diam aja?" ucap papah rachmad


"apa masakan mamah gak enak?" tanya mamah meira


"enak mah"


"kok dari tadi gak di sentuh sih?" tanya mamah meira


"maaf mah, pah. kepala ara sedikit pusing" ucap azura


"kamu kenapa nak? kamu sama cucu mamah baik-baik aja kan?" tanya mamah meira


"iya mah, mamah tadi nanya apa?" tanya azura


"cucu mamah udah berapa minggu di dalam perut mamanya nak?" tanya mamah meira sambil mengelus perut azura


"baru tiga minggu mah" ucap azura


"wahh di jaga baik-baik ya nak, jangan terlalu banyam pikiran" ucap mamah meira sambil melirik ke arah kelvin yang dari tadi hanya menunduk saja


"iya mah"


"nak, papah punya hadiah untuk kamu" ucap papah rachmad


"apa itu pah?" tanya azura


tingtong.........tingtong..........


"rasmi........... tolong buka pintunya" teriak mamah meira


"siapa itu?" tanya kelvin


"asalamuallaikum........"

__ADS_1


"waalaikumsalam ya allah besan........" teriak mamah meira menghampiri bunda sari


"wah.......ada acara apa ini?" tanya bunda sari


"ini loh kami ngerayain ulang tahunnya azura, ayo masuk semuanya" ucap mamah meira mempersilahkan bunda sari masuk


"bunda................" teriak azura berlari memeluk bunda sari sambil menangis


"hei...... anak bunda kenapa nangis?" tanya bunda sari


"ara bahagia banget bunda, hari ini semuanya pada ngumpul di rumah" ucap azura berbohong


"ya allah bunda kira ada apa, kami juga sangat senang nak" ucap bunda sari mengelus punggung azura


"bunda, ayah. azura punya kabar gembira buat kalian semua" ucap azura duduk di samping bunda sari dan mamah meira


"apa itu nak?"


"sebentar lagi bunda sama ayah bakal punya cucu" ucap azura


"masyaallah........ kamu beneran nak? bunda bakal punya cucu? ayah kita bakal punya cucu yah" ucap bunda sari bahagia mendengar kabar bahwa anaknya sedang hamil


"alhamdulillah, di jaga dengan baik ya nak. ayah harap nak kelvin bisa menjaga azura dengan baik" ucap ayah tono


"iya yah, kelvin janji bakal jaga azura dengan baik" ucap kelvin


"mari silahkan di makan masakan saya besan" ucap mamah meira


"waaahhhh banyak sekali" ucap bunda sari


"iya untuk menantu kesayangan saya" ucap mamah meira


"hai adik tampan" ucap mikaila memanggil endra


"haiiii kakak cantik juga datang?" tanya endra mendekati mikaila


"iya dong, apa kau sudah makan?" tanya mikaila pada endra


"belum kak, endra sangat lapar sekali"


"ya sudah sana makan, sebelum kakak habiskan semuanya"


"wahhhh jika kakak habiskan semua makanan di sini, kakak bakalan mirip sumo" ucap endra


"astaga......... kau sangat lucu sekali" ucap mikaila menarik pipi endra


"ra, tadi bunda ada bikin cheesecake kesukaan kamh loh nak" ucap bunda sari


"eeem wahhhhh mana bun?"


"tunggu ya bunda potongin, kamu di sini aja"


"iya bun" ucap azura sambil mengelus-elus perutnya


dan tak lama kemudian............


"yank........ kenapa kamu gak kasih tau aku kalo kamu lagi hamil? aku mau minta maaf sama kamu yank, aku mohon maafin aku" ucap kelvin menundukkan kepalanya dan mencium tangan azura dan azura hanya diam saja.


"nak........ ini kuenya" ucap bunda sari


"iya sayang, ini untuk nak kelvin" ucap bunda sari memberikan satu piring untuk kelvin


"makasih bun" ucap kelvin


"sama-sama"


"mba........ heeeemmm endra kangen banget sama mba ara" ucap endra memeluk azura


"benarkah? cepat sini duduk sebelah mba" ucap azura


"endra mau duduk di pangkuan mba ara"


"endra......... om mau bilang sesuatu sama endra" ucap kelvin


"ada apa om?" tanya endra


"endra gak boleh duduk di pangkuan mba ara" ucap kelvin menggoda endra


"hemm memangnya kenapa om?"


"karna mba ara itu cuma miliknya om kelvin dan emdra gak boleh sentuh-sentuh miliknya om kelvin"


"apa!!!! mba ara ini kan mbanya endra, jadi mba ara milik endra bukannya milik om kelvin!!" ucap endra kesal melihat omnya


"kata siapa? mba ara itu miliknya om kelvin sekarang dan endra sekarang cuma punya mas agam" ucap kelvin duduk di samping azura


"udah-udah aku gak bisa makan kalau ribut gini!" ucap azura kesal kepada dua pria yang berada di sampingnya


"mba ara milik endrakan?" tanya endra sambil memeluk erat mbanya


"sayang........ kamu milik mas kan?" tanya kelvin tak mau kalah dengan tingkah endra


mereka berdua memeluk azura sangat erat dan hingga akhirnya...........


hoek...........hoek.........


"ya allah azura kenapa?" tanya ayah


"nak, cepat susul istrimu" ucap bunda sari


"iya bun" ucap kelvin lalu berlari mengejar azura


hoek.......hoek.........


kelvin pun masuk ke dalam kamar mandi, dia pun langsung memegangi rambut azura dan memijit leher azura.


"huhhhh ya ampun perut aku" ucap azura dengan suara lemah sambil mengeelus-elus perutnya


"kenapa sama perutnya ra? ada yang sakit?" tanya kelvin yang khawatir dengan keadaan azura dan anaknya, kelvin pun ikut mengeelus-elus perut azura


"huhh tolong jauhkan tanganmu dari perutku!" ucap azura yang masih mengatur napasnya


"jawab dulu, apa ada yang sakit?" tanya kelvin


"ya ampun kelvin......... aku ini hanya muntah, bukannya kontraksi!" ucap azura pergi meninggalkan kelvin sendirian

__ADS_1


"aishhh salah lagi, aku harus banyak-banyak baca tentang masalah-masalah yang dialami ibu hamil" gumam kelvin


"kamu kenapa nak?" tanya mamah meira


"biasa mah, kata dokter awal-awal kehamilan emang sering mual kayak gini" uca azura


"huhh ya sudah nak, oiya mamah sama bunda bakal nginep loh" ucap mamah meira senang


"eem benarkah?"


"iya sayang, ya udah sana kamu istirahat saja ya ini juga sudah malam" ucap mamah meira


"ayo yank kita ke atas" ajak kelvin menggenggam tangan azura


"aku bisa jalan sendiri!" ucap azura ketus lalu meninggalkan kelvin sendiri


"makanya kalo udah punya istri yang cantik dan sabar seperti azura itu, jangan kamu sia-siakan. azura kurang apa lagi coba? kamu terlalu kasar vin" ucap mamah meira berlalu meninggalkan kelvin


kelvin pun tidak langsung menyusul azura ke atas, dia masih memberikan waktu kepada azura untuk bisa memaafkannya. sekarang kelvin pun bergabung dengan papahnya dan mertuanya.


"kelvin, duduk sini nak" ucap ayah mertuanya


"iya yah"


"gimana perusahaan kamu? apa semuanya berjalan lancar?"


"alhamdulillah lancar yah, cuma ada beberapa kendala yang membuat kelvin semakin sibuk di kantor" ucap kelvin


"oooh ayah harap kamu bisa mengatur waktu antara bekerja dan menemani istrimu yang sedang hamil, karna pengalaman yang ayah pernah alami seorang ibu hamil itu akan lebih bermanja kepada suaminya. dia selalu minta diperhatikan, dan juga banyak sekali yang akan dia mau. dan kamu sebagai suami harus sigap memenuhi keinginan istrimu" ucap ayah mertuanya


"iya benar kamu ton, papah harap kamu juga jangan membuat istrimu merasa sendirian dan juga banyak pikiran" ucap papah rachmad menatap anaknya sinis karna beliau masih mengingat kejadian tadi


"iya pah, yah. kalau gitu kelvin ke atas dulu, selamat malam" ucap kelvin


"malam"


azura telah siap dengan pakaian tidurnya dan sekarang bersiap untuk tidur. ia masih tetap tidur di kamarnya dan kelvin, karna tidak ingin kedua orang tuanya tahu bahwa dia sedang bertengkar dengan suaminya.


ceklek.........


"yank.......... ini tadi susu kamu belum di minum" ucap kelvin membawakan susu yang tadi di buat bik rasmi


"ooh iya" ucap azura mengambil susunya


kelvin pun memperhatikan azura yang sedang berusaha meminum susunya.


"gak enak ya yank?" tanya kelvin


"iya"


"apa kamu gak suka sama rasanya?"


"suka"


"eeeemm kenapa lama yank minumnya?" tanya kelvin


"kau sangat berisik sekali! kau tidak tau kan rasanya sangat-sangat aneh?!" tanya azura dan kelvin pun menjawab dengan menganggukkan kepala


"ya sudah kalau gak tau itu diam aja! gak usah banyak tanya!" ucap azura meletakkan gelasnya di atas nakas


"maaf yank" ucap kelvin dan ikut naik ke atas kasurnya


jam menunjukkan pukul dua belas malam, namun azura masih belum bisa tidur juga. berbanding terbalik dengan kelvin, kelvin sudah tidur nyenyak dari tadi.


"sayang........ mama gak bisa tidur........ apa yang harus mama lakukan ya agar kita bisa tidur?" tanya azura kepada calon anaknya yang berada di dalam perutnya


"apa kita baca buku aja ya? tapi mama lagi males baca, atau main hp aja ya biar mata mama cepet capek terus tidur deh"


"yank....... kamu ngomong sama siapa?" tanya kelvin dengan suara orang yang baru bangun tidur


"ya sama anakku lah! sama siapa lagi!" ucap azura nyolot


"eeem kamu gak tidur?" tanya kelvin memandangi wajah cantik istrinya


"aku gak bisa tidur" ucap azura masih menatap dan mengeelus perutnya


"ya sudah sini tidur lagi" ucap kelvin menepuk-nepuk bantal di sebelahnya


"kan aku sudah bilang, kalau aku gak bisa tidur! kenapa kamu malah nyuruh aku tidur sih!!"


"sudah sini, aku punya cara biar kamu bisa tidur" ucap kelvin menarik tangan azura


"gimana caranya?" tanya azura


"sini sayang, aku pernah baca di internet caranya itu elus-elus terus aja perutnya" ucap kelvin sambil mengeelus perut azura


"kamu alasan aja, udah sana jauhin tangannya!" ucap azura mengamuk


"udah diem aja. kalau sampai lima menit kamu belum tidur, itu berarti aku cuma alasan saja" ucap kelvin yang masih mengelus perut azura


"ya kita lihat saja" ucap azura memunggungi kelvin


"kata dokter, apa dia sehat ra?" tanya kelvin


"eeem" ucap azura yang mulai menguap


"aku jadi gak sabar liat dia lahir" ucap kelvin yang masih mengelus perut dan kepala azura. namun dari tadi kelvin perhatikan, azura hanya diam saja tidak ada tanda-tanda pergerakan lagi.


"ra......... kamu udah tidur?" tanya kelvin


"apa dia sudah tidur ya" tanya kelvin dan akhirnya pun duduk untuk melihat wajah azura



"hahaha sayang apa aku bilang, kau pasti akan tertidur. sebenarnya aku hanya bercanda saja tadi masalah mengelus perut, tapi ternyata anak papa merindukan tangan papa ya nak?" tanya kelvin di depan perut azura mengajak anaknya berbicara


"baik-baik di sana ya sayang, jangan nakal, jangan membuat mama lelah ya nak" ucap kelvin lalu mencium perut azura.


yuhu...........


terima kasih banyak yang udah setia selalu menunggu kelanjutannya................


dan author akan selalu berusaha mengasah otak lagi biar ceritanya semakin seru untuk dibaca sama para readers..................❀❀❀❀😘😘😘


jangan lupa like, comment and votenya ya..............

__ADS_1


see you byeeeeeeeeeeeeeπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2