
"eeeemm itu bukannya kelvin ya? apa dia di undang oleh om leon? iya benar itu kelvin"
"honey.......... aku sangat-sangat merindukan kamu sayang" ucap anggelica memeluk kelvin dari belakang
"kau!!! apa yang kau lakukan disini?" ucap kelvin melepas paksa tangan anggelica
"aku juga di undang sayang, kau apa kabar? aku sangat-sangat merindukanmu" ucap anggelica melangkah mendekati kelvin
"kau!!! apa yang akan kau lakukan? jangan mendekat, aku tidak sudi melihat wajahmu itu!!!" bentak kelvin
"ooh ternyata kau datang dengan istri sialanmu, baik aku akan menghancurkan hubungan kalian. lihat saja kau azura wanita sialan" batin anggelica
"oooh come on honey, aku sangat-sangat merindukan sentuhanmu honey" ucap anggelica menarik tangan kelvin dengan paksa dan meletakannya di pinggangnya
"apa yang kau lakukan? apa kau sudah..... mmphhh" ucapan kelvin terpotong karna dengan tiba
"apa yang kalian lakukan!!!!!" teriak azura yang berada di belakang punggung kelvin
"astaghfirullah pak kelvin!!" ucap maria yang terkejut
"ra....... ak-aku bisa jelasin semuanya ra......." ucap kelvin meraih tangan azura
"kau....... dasar brengsek!!!!!!"
plak..........
"mba ara!!!" ucap maria terkejut
"ternyata kau hanya mempermainkan perasaanku saja!! dasar brengsek!!!!" ucap azura murka
"ra...... aku bisa jelasin semuanya" ucap kelvin yang masih memegangi pipi kanannya
"cukup!!!! kau tak perlu lagi menjelaskan semuanya!!!" ucap azura melangkah meninggalkan kelvin
"mba........ tunggu, pak kelvin ini ternyata hanya ingin menyakiti perasaan mba ara saja!!! pak kelvin hanya ingin membuat mba ara menangis!!" ucap maria meninggalkan kelvin
"kau!!!! kau dasar wanita kurang ajar" ucap kelvin yang hendak menampar anggelica
"apa? kau ingin menamparku? tampar saja honey aku tidak takut" ucap anggelica mengejek kelvin
"sialan!!" ucap kelvin meninggalkan anggelica
"hahahaaa semuanya belum berakhir sayang, dan kau wanita sialan tunggu saja pembalasanku. kau yang membuat kelvin meninggalkanku, akan ku buat kelvin meninggalkanmu juga" gumam anggelica
"hai...... kalian mau kemana?" tanya arnold
"ra...... loe kenapa nangis?" tanya jeno
"ra...... loe kenapa?" tanya bima
"aku mau pulang" ucap azura mengambil tasnya
"heyyy mar, kenapa sama azura?" tanya jeno
"pak kelvin ternyata hanya mempermainkan mba ara saja" ucap maria
"maksud loe?" tanya bima
"mba ara tunggu!!!" teriak maria
"azura...... tunggu" teriak kelvin
"heyheyhey bro........ tunggu dulu" ucap arnold menarik tangan kelvin
"lepasin loe apa-apaan sih!!!" bentak kelvin
"loe kenapa? apa yang loe lakuin? kenapa azura sampai menangis seperti itu?" tanya bima
"ini semua gara-gara wanita sialan itu!!!" ucap kelvin
"maksud loe siapa?" tanya jeno
"anggelica!!!" ucap kelvin geram
"apa? anggelica ada di sini?" tanya arnold terkejut
"ya, wanita murahan itu tadi mencium bibir gue dan azura melihatnya. aaaghhhh sialan!!!"
"ayo kita pulang" ucap bima menarik tangan kelvin, dia tidka mau membuat acara anak kliennya hancur hanya karna kelvin
"mba, kita mau kemana?" tanya maria
"aku juga bingung mar" ucap azura
"apa mba mau pulang?"
"nanti saja, aku ingin menenangkan hatiku dulu mar" ucap azura
"memang mba mau kemana? tidak mungkin kan kita ke cafe dengan gaun ini?"
"iya kamu benar juga"
"kita pulang saja ya mba"
__ADS_1
"ya sudah"
"kenapa gak di angkat sih!!!"
"apa mungkin bini loe pulang ke rumah?" tanya jeno
"gue rasa iya"
"ya sudah kita ke rumah loe aja dulu" ucap bima
sesampainya di rumah
"mar, hati-hati di jalan ya. kalo udah sampai telpon mba" ucap azura
"iya mba, mba ara gak papa kan?"
"iya gak papa, udah sana pulang"
"mba ngusir maria ya?"
"hahahah gak, ini udah hampir larut malam sayang. gak baik anak gadis keluyuran" ucap azura
"alah mba ngusir maria kan hahaha, ya udah ya mba. aku pamit dulu bye bye mba" ucap maria masuk ke dalam mobil azura
"byeee, pak tolong anterin teman ara ya" ucap azura
"siap nyonya"
"hati-hati pak" ucap azura
"selamat malam nyonya" ucap ijah
"eeem malam jah"
"selamat malam nyonya"
"iya malam bik" ucap azura lesu
"eeem maaf nyonya, dimana tuan kelvin?" tanya bik rasmi
"mas kelvin masih ada pertemuan di sana sama kliennya bik, ya udah bik ara ke atas dulu" ucap azura
"iya nyonya, selamat malam nyonya" ucap ijah dan bik rasmi
"vin......" panggil arnold
"apaan sih?"
"eeem loe punya tiga mobil kan?" tanya arnold
"iyalah emangnya kenapa?" tanya kelvin
"apa?!!!"
"iya coba deh loe lihat"
"ya allah........ mobil ara mana?" tanya kelvin dan langsung berlari masuk ke dalam rumah
"azura........... azura..........!!!!!!" teriak kelvin mencari keberadaan azura
"azura........."
"apa mungkin ara pergi ya bim?" bisik jeno
"ntah lah, gue juga bingung" ucap bima
"selamat malam tuan bima" ucap ijah
"eeem malam" ucap bima dengan tatapan dingin
"eitsss di sini bukan hanya bima aja, gue juga ada. apa loe gak liat?" tanya jeno
"maaf tuan, selamat malam tuan jeno" ucap ijah
"eeem malam"
"ijah......... bik rasmi........." teriak kelvin
"iya tuan, ada apa tuan?" tanya ijah dan bik rasmi
"dimana azura?!!" tanya kelvin
"nyonya sudah dari tadi datang tuan" ucap bik rasmi
"dimana dia?"
"ada di atas tuan"
dan kelvin pun langsung berlari ke atas untuk menemui istrinya.
toktoktok............
"eeem kau belum tidur sayang?" tanya kelvin dan azura hanya diam saja
__ADS_1
"kau menungguku?"
"kau mau kemana sayang?" tanya kelvin menarik tangan azura
"aku capek mau tidur!!" ucap azura menghempaskan tangan kelvin
"oke baiklah, selamat malam sayang" ucap kelvin mencium kening azura dan kelvin pun kembali ke luar kamar
"gimana apa bini loe ada?" tanya jeno
"iya dia ada di kamar" ucap kelvin
"huhhh baguslah" ucap arnold
"loe harus segera jelasin ke dia" ucap bima
"iya, gue rasa besok bakal gue lurusin semuanya" ucap kelvin mengusap kasar wajahnya
"ya udah kami balik dulu ya" ucap bima
"iya, thanks ya bro" ucap kelvin
"ya sama-sama, gue pamit ya bro"
"ya hati-hati"
ke esokan paginya
"hoammm yank yank" ucap kelvin memanggil azura
"eeem kok kosong? mana azura?" ucap kelvin bangkit dari kasurnya
"ra.........." teriak kelvin di dalam kamar mandi
"apa?"
"eh kamu udah bangun? kamu mau kemana?" tanya kelvin yang melihat azura sudah sangat rapi
"kebutik, baju kamu udah aku siapin" ucap azura meninggalkan kelvin di dalam kamar
"aish....... kapan aku bisa jelasin kalo dianya ngehindar terus" ucap kelvin mengacak-acak rambutnya
"selamat pagi nyonya" ucap bik rasmi
"pagi bik, apa sarapannya sudah siap?" tanya azura
"sudah nyonya, semua sudah siap" ucap bik rasmi
"oooh baiklah bik, tolong siapkan untuk kelvin ya bik. ara mau duluan, asalamuallikum" ucap azura meninggalkan meja makan
"waalaikumsalam nyonya"
"selamat pagi nyonya" ucap pak firman
"pagi pak, apa mobil ara sudah di panasin?" tanya azura
"sudah nyonya, ini kuncinya" ucap pak firman menyerahkan kunci mobil azura
"terima kasih ya pak"
"sama-sama nyonya"
tring.......tring........tring........
"hallo asalamuallaikum mah"
"waalaikum salam, sayang kamu lagi ngapain? apa mamah ganggu kamu?"
"oooh ara mau berangkat ke butik mah, gak mamah gak ganggu kok. ada apa mah?"
"ini sayang, oma mau ngadain acara keluarga di rumahnya sayang. apa kamu bisa datang?"
"tentu bisa mah, jam berapa acaranya mah?"
"sekitar jam satu siang nak"
"oke mah, ara bakal datang ke sana kok"
"oke deh sayang, makasih ya kalo gitu sampai ketemu nanti asalamuallaikum"
"waalaikumsalam mah"
"yank....... ayo kita sarapan bareng" teriak kelvin menuruni anak tangga
"ra......... kamu dimana?"
"selamat pagi tuan kelvin, maaf tuan nyonya sudah berangkat dari tadi tuan"
"apa!! azura sudah berangkat bik?"
"iya tuan"
"apa dia sudah sarapan?"
"belum tuan, nyonya langsung berangkat tuan"
__ADS_1
"aishhh dia ini apa-apaan, oke baiklah kelvin berangkat bik"
"hati-hati tuan"