
"kau mau kemana!!!" ucap seseorang geram tepat berada di belakang azura dan azura sangat-sangat terkejut dengan suara itu
"bik, aku seperti mengenal suara itu. ijah apa kau juga sama denganku?" ucap azura sambil menarik-narik roknya
"nyonya......nyonya jangan berbalik" ucap ijah
"ijah......apa akan ada bencana besar jika aku berbalik?" tanya azura
"iya nyonya, itu akan menjadi bencana yang sangat besar buat nyonya" ucap ijah
"ijah...... jangan berbicara seperti itu" ucap bik rasmi menepuk pundak ijah lalu memariknya ke dapur
"kau mau kemana? jika orang berbicara itu di jawab dan jangan memunggunginya azura!!!!" ucap seseorang yang membuat azura tegang setengah mati
"ak-aku mau keluar sebentar saja" ucap azura berbalik sambil menutup roknya menggunakan jaket
"kau bilang sedang sakit, kenapa kau sudah mau keluyuran?!!"
"eemm jadi begini, pelangganku mau bertemu denganku. itu loh mas pelanggan yang aku bilang minggu depan akan mengadakan acara, nah jadi dia ingin bertemu dengaku di butik" ucap azura dengan suara yang sangat pelan
"kau berbicara apa? kau berbicara dengan semut?!!" bentak kelvin yang sedari tadi mendekati azura agar dapat mendengar apa yang azura bicarakan
"aishh..... kau ini!!! apa harus aku mengulanginya!!!" bentak azura
"azura.......... kau sudah berani membentakku? apa kau mau aku tutup mulutmu itu dengan mulutku lagi?" ucap kelvin mendekati azura
"ahaha mas kelvin yang baik........ maaf kan azura ya, azura tidak sengaja" ucap azura memohon pada kelvin
"kau masih sakit, untuk apa ke butik? kan kau punya sekretaris, biar dia yang menanganinya" ucap kelvin
"tidak bisa, oiya mas kenapa pulang lagi?" tanya azura
"aku merindukanmu sayang" goda kelvin dan membuat azura terkejut pipinya pun memerah
"ap-apa yang mas katakan tadi, hahaha mas sedang sakit ya? tapi kalau di lihat-lihat sih tidak" ucap azura
"kenapa dengan pipimu?" tanya kelvin
"pipiku? kenapa dengan pipiku?" tanya azura langsung memegangi pipinya
"merah, semerah tomat hahahaha" tawa kelvin menggelegar di ruang tv
"wahhh ternyata tuan bisa tertawa juga" ucap ijah yang berada di ruang meja makan bersama bik rasmi
"diam ijah, kau tidak boleh ikut campur" ucap bik rasmi
"iya bu maaf"
"bik........bik rasmi......." teriak kelvin
"iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya bik rasmi
"tolong ambilkan dokumenku di atas kasur" ucap kelvin
"baik tuan"
"kau mau kebutik naik apa?" tanya kelvin
"taksi"
"kau bisa meminta sopir untuk mengantarmu" ucap kelvin yang sibuk memeriksa handphonenya
"aku tidak mau"
"atau jangan-jangan kau mau minta aku antar ya?" ucap kelvin kembali menggoda azura
__ADS_1
"kata siapa? ini aku mau kebawah minta di antar sopir" ucap azura lalu dia pergi berjalan keluar
"azura!!!!" teriak kelvin
"astaga ada apa lagi? apa mas mau mengantarkan azura? aduhhhhh tidak perlu repot-repot, ada sopir tenang saja ara tidak akan macam-macam kok byeee mas" ucap azura melambaikan tangan namun dia tidak sadar dengan rok bagian belakangnya
"azura!!! aku perintahkan kau untuk kembali ke sini!!" ucap kelvin penuh penekanan
"astaga ada apa lagi mas?" ucap azura
"ada apa dengan tanganmu? kenapa jaketnya tidak kau pakai saja, kan lebih enak di pakai sekarang. agar kau tidak masuk angin" ucap kelvin
"ahhh ini anu mas, aku akan memakainya saat di dalam mobil saja. saat ini aku masih merasa panas" ucap azura yang mengibas-ngibaskan tangannya di arah wajahnya
"wahhh benarkah kau terasa kepanasan? tapi kenapa aku tidak merasakannya ya? sepertinya kau harus mengganti bajumu ra, agar kau tidak merasa kepanasan lagi" ucap kelvin menatap azura tajam.
"hahaha tidak perlu mas"
"ganti bajumu atau aku akan merobeknya di sini!!" ucap kelvin yang mulai memandang ke arah rok azura
"emm baik mas kelvin yang galak" ucap azura sambil menjulurkan lidahnya
"awas kau ya!!!" ucap kelvin kesal dengan sebutan yang azura katakan tadi dan setengah jam kemudian azura turun menggunakan pakaian yang baru
gambar di atas hanya sebagai contoh saja ya, untuk visualnya bukan mba di atas ini kok
"apa lagi? apa masih ada yang salah? aku tidak punya waktu lagi untuk menggantinya" ucap azura
"emm bagus, tidak seperti tadi. apa kau jadi naik taksi?" tanya kelvin
"sepertinya aku pakai sopir saja" ucap azura mendahului kelvin
"hehh dasar menyebalkan, apa coba bedanya baju yang tadi sama yang sekarang" gumam azura
"pak, tolong antarkan azura ke butiknya" perintah
kelvin pada sopir
"siap tuan, mari nyonya saya antar" ucap sang sopir membukakan pintu untuk azura
"iya pak, ara berangkat mas. asalamuallaikum" ucap azura sambil mencium tangan kelvin
"waalaikumsalam, jadi lah istri yang penurut" ucap kelvin menggoda azura
"iya-iya terserah kau saja mas" ucap azura
"mari tuan" ucap sopir azura
"hati-hati pak dan tunggu dia sampai selesai" perintah kelvin
"siap tuan"
satu jam kemudian akhirnya azura sampai di butik
"pak, saya mohon tunggu sebentar ya. saya gak akan lama kok pak" ucap azura
"iya nyonya, sesuai perintah anda. saya akan menunggu anda"
"hahaha saya masuk dulu pak" ucap azura
"selamat pagi bu" ucap para pegawai
"pagi semua" ucap azura
__ADS_1
"bu, nona lusi sudah menunggu di dalam" ucap maria menghampiri azura
"apa sudah lama?"
"ya begitu lah bu" ucap azura
"oh astaga........ bagaimana ini, ini semua gara-gara kelvin!!"
"udah bu marah-marahnya nanti saja, lebih baik ibu temui nona lusi dulu" ucap maria
"selamat siang nona lusi, maaf saya terlambat" ucap azura
"apa nona azura sering telat ke butik?" tanya lusi
"eemmm sebenarnya saya hari ini mengambil cuti beberapa hari nona, karna saya kurang enak badan. dan semua tugas saya berikan kepada maria, namun nona lusi ingin bertemu dengan saya jadi saya langsung kemari" ucap azura
"oh astaga maafkan saya nona azura, saya tidak tau bahwa nona azura sedang sakit" ucap lusi yang merasa bersalah
"tidak papa nona lusi, jadi apa yang ingin anda bicarakan pada saya?" tanya azura
"saya sangat-sangat berterima kasih pada anda karna hasil rancangan anda sangat-sangat di senangi oleh keluarga saya" ucap lusi
"alhamdulillah saya sangat senang mendengarnya" ucap azura
"dan keluarga saya mengundang anda untuk datang ke acara saya dan kartu ini jangan sampai hilang nona ara" ucap lusi menyerahkan kartu undangan
"wahhhh saya sangat senang sekali, terima kasih nona lusi. insyaallah saya akan datang"
"oiya saya sudah bawa semua gaun dan jasnya ya nona ara, sekali lagi saya ucapkan terima kasih. saya permisi dulu" ucap lusi
"sama-sama nona lusi" ucap azura
"lain waktu saya akan bawa teman-teman saya kemari" ucap lusi
"akan saya tunggu kedatangan anda dan teman-teman anda nona lusi. hati-hati di jalan nona" ucap azura dan akhirnya mereka pun kembali masuk ke dalam ruangan azura
"bagaimana ini mar? acara nona lusi bertepatan dengan acara klien temannya mas kelvin" ucap azura bingung
"apa nona di undang oleh klien tuan kelvin?" tanya maria
"iya mar"
"wahhhh kesambet apa pak kelvin jadi mau membawa ibu hahaha" ucap maria mengejek azura
"ayolah mar jangan bercanda"
"ibu tenang saja, saya yang akan menghadiri acara nona lusi" ucap maria
"benarkah maria?" tanya azura dengan mata berbinar
"iya bu, tapi apa boleh saya minta satu gaun untuk saya gunakan ke acara nona lusi bu? soalnya gaun saya udah pada jelek hehehe" ucap maria
"iya kau pilih saja, saya pulang ya mar. kepala ku masih sakit" ucap azura
"oiya bu, semoga lekas sembuh" ucap maria
"tolong jaga butik saya" ucap azura
"iya bu siap......."
jangan lupa like and comment ya semua
votenya juga jangan lupa ya semua
see you byeeeeee๐๐๐๐
__ADS_1