Pernikahan Terakhir

Pernikahan Terakhir
Monster


__ADS_3

Bab 14


“Tuan Muda maafkan aku terlambat, aku jalan-jalan agak ja....” Lydia belum selesai dengan kalimatnya namun Ryan langsung menariknya kuat dan membuat Lydia langsung jatuh ke pangkuan Ryan.


“Aku menunggumu lama, kenapa kau berjalan sangat jauh hari ini?” ucap Ryan sambil memainkan rambut yang menutupi wajah Lydia.


“Maafkan ak...” Lagi-lagi Ryan tidakembuat Lydia menyelesaikan kalimatnya, dia langsung bergerak menaklukkan semua tubuh perempuan itu dan Lydia sama sekali tanpa perlawanan. Dia menikmatinya dengan tangan yang turut melingkar di leher Ryan, mereka berdua dalam kenikmatan sesaat.


(Panggilan masuk, Ibu)


Bunyi sering berasal dari handphone Ryan, Lydia meraihnya lalu mengangkat telepon itu. Sebuah kesempatan baginya ingin membuat panas suasana Milia dengan sengaja membiarkan telepon itu tersambung.


“Tuan Muda apakah seharusnya ini adalah waktumu bersama Nyonya Milia?”


“Aku tidak mengerti kenapa dia ingin aku bermain bersamanya dalam permainan yang membosankan itu.”


“Lalu apa yang paling menarik bagimu Tuan Muda?” tanya Lydia sengaja ditambah nada manjanya, dia senang Mulia di seberang telepon pasti sangat kepanasan sekarang. Tangannya turut dengan manja bergelantungan di leher Ryan.


“Kau...” tatapan Ryan tahan dan sangat dekat lalu kembali menguasai tubuh Lydia.

__ADS_1


...----------------...


“Apa kau memata-mataiku sampai masuk ke area villa HAH??” Lydia berdecak kesal dengan tingkah Nirum yang diam-diam mengikutinya.


“Apakah karena pria itu?” Nirum menghentikan langkahnya di tengah hutan lalu melepas kasar tangan Lydia yang turut dia tarik bersamanya, “kau ingin meninggalkan kami dan anakmu karena pria itu?” nada Nirum kecewa dan tidak sama sekali lembut seperti pagi tadi.


“Kau tidak boleh memberi tahu tentang apa yang kau lihat khususnya pada Galvin!” Lydia menekan setiap kalimatnya mencoba memperingatkan Nirum untuk tidak bertindak macam macam, “apakah kau mengerti??” perlahan kedua tangannya merayap ke leher Nirum seolah-olah seperti ingin mencekik Nirum.


Nirum tidak diam, dia langsung mendorong Lydia dengan perasaan kecewa bercampur marah. Nirum bergegas pergi berjalan dengan cepat pulang ke kedai ingin memberi tahu Galvin putranya tentang apa yang dia lihat di villa.


“Tunggu!!!” Lydia kembali mengejar langkah Nirum yang berjalan sangat cepat, dia mencoba menahan Nirum dengan menarik tangannya dan terus memperingatkannya.


“Aku sangat mengerti, mengapa aku tidak bisa memberitahunya? Aku tidak takut apapun termasuk denganmu Lydia!” Nirum terus melangkah tidak peduli Lydia yang terus menahannya, dia terus lawan Lydia sampai sesekali Lydia jatuh karena dorongan Nirum yang kuat dan sama sekali tidak menggubris Lydia yang juga terus memohon. Lydia kehabisan cara, otaknya buntu dia merasa dalam bahaya jika Galvin mengetahui persilungkuhannya dengan Tuan Muda.


“Lepaskan! Aku akan pergi menemui Galvin! Aku akan memberitahunya apa yang kau dan Tuan Muda itu lakukan, lepaskan!!” Sulit sekali dihentikan karena Nirum juga sudah terlanjur kecewa dengan kenyataan yang dia lihat didepan mata. Lydia hanya semakin merasa ketakutan dan akhirnya dia melakukan hal gila dengan langsung mengambil batu besar ditanah lalu langsung memukulkannya dengan keras ke kepala Nirum.


BUUKK!!


Nirum langsung tersungkur ke tanah karena hantaman batu besar itu, namun dirinya masih bangun dan terus berjalan walau kini langkahnya gontai, pandangan Nirum semakin kabur tapi sekuat tenaga berjalan keluar dari hutan ingin menyebrangi jalan raya didepannya.

__ADS_1


“IBUUUU!!!!”


PRAAKKK


Mobil yang melaju langsung menabrak tubuh Nirum dan dia langsung terpental dan seketika terkapar di tengah jalan raya. Mobil itu berhenti, pemiliknya langsung keluar dari mobil memeriksa wanita yang ditabrak nya.


“Arghhhh Tuhan, aku melakukan kesalahan...” Pria itu dengan wajah pucat melihat wanita yang terlihat sudah tidak bergerak lagi, darah berlumuran diseluruh wajahnya dan beberapa bagian tubuhnya robek karena terpental dengan keras diaspal.


Matanya terbelalak sosok Tuan Muda keluar dari mobil, Lydia dengan tangan bergetar cukup hebat melihat Nirum yang kini menjadi mayat, dia turut melihat dengan jelas luka parah pada Nirum, namun dia memilih kabur dari tempat kejadian dengan lari masuk kehutan untuk bergegas kembali ke villa dan membersihkan diri.


Dia sangat ketakutan, takut jika Tuan Muda melihatnya, takut dia akan ketahuan, nafasnya memburu karena terus berlari tanpa henti bergegas ke villa sebelum Tuan Muda yang terlebih dahulu sampai.


Aku akan mati jika Tuan Muda tahu akulah yang ingin membunuhnya pertama kali...


Tragedi yang sekejap membuat Lydia menjadi buta dan berubah menjadi monster, dia tidak segan mengayunkan batu besar itu pada kepala Nirum, seorang wanita yang dulu telah merawatnya dan sangat menyayanginya.


Mata Lydia sudah dibutakan sosok Ryan yang berkuasa, Pikirnya hanya harta dan kuasa. Dia terus berlari dan sesekali dia tersenyum senang karena dilain sisi dia menyingkirkan dan juga membungkam selamanya mulut wanita itu.


“Tuan Muda membantuku untuk turut membunuhnya,” Lydia membatin, senyumannya sangat jahat.

__ADS_1


Dia benar-benar adalah wanita monster.


...****************...


__ADS_2