Pernikahan Terakhir

Pernikahan Terakhir
Dekorasi Ruangan Ryan


__ADS_3

Mobil sedan itu melaju di jalanan kota siang ini. Acara pertemuan yang lancar walau diakhir seorang jurnalis mengubah mood Ryan dalam sekejap. Ryan menyandarkan tubuhnya dikursi mobil sambil menarik nafas dalam dan beberapa detik wajahnya menengok ke arah jendela mobil menatap jalanan kota, Ryan berpaling memegang tangan ibunya Milia Connor yang duduk di sampingnya.


“maafkan atas kejadian tadi ibu, pasti itu melukai hatimu. Maaf jika aku ceroboh.” Milia menoleh kearah putranya, hembusan nafas panjang tatapannya tidak berkedip menatap mata anaknya teduh. Milia menunduk, pikirnya melamun sembari tangannya bergerak melepas sarung tangan, beberapa saat kemudian dia menyentuh tangan Ryan dan tersenyum, “kau sudah menggunakan lidahmu dengan baik nak, kerja bagus hari ini.”


“semua ini berkat ibu...” Athmosper dalam sekejap berubah menjadi hangat, Milia tersenyum mengelus lembut tangan Ryan. “lalu apa yang ingin kau lakukan pertama kali setelah kita tiba dirumah?” respon Milia bertanya pada anaknya.


“Aku menyuruh Apta Lydia untuk mendekorasi ulang ruanganku dan aku tidak sabar dengan hasil dekorasi baru itu.” Jawab Ryan dengan senyum terkulum.

__ADS_1


Milia terdiam dengan tatapannya seperti orang yang baru saja mendapatkan kejutan tak terduga llah dia kembali bertanya, “kamu mendekorasi ulang kamarmu nak?” Tanya Milia, dia menatap Ryan lama lalu bergerak pelan memperbaiki posisi duduknya dan sekarang dia hanya diam.


...----------------...


Apta Lydia terlihat sangat sibuk, Tuan muda Ryan akan tiba sekitar 30 menit lagi. Tidak sendiri dia ditemani oleh beberapa stuff Anne untuk turut membantu dirinya mendekorasi ukang ruangan Ryan, semua bekerja sesuai dengan pekerjaan yang sudah diatur dan dibagikan Apta Lydia. Mereka bekerja dan membereskan semuanya dengan cepat mulai dari kasur, permadani, tirai jendela dari semua jendela di ruangan itu. Semua di atur ulang sesuai dengan konsep yang jauh lebih minimalis.


Beberapa pajangan diturunkan dan dilakukan pembersihan untuk seluruh tempat di ruangan Ryan. Ruangan yang cukup luas yang juga terhubung menjadi satu dengan ruang kerja pribadinya, disanalah Ryan setiap harinya bekerja mengurus seluruh bisnis Connor Company, didalamnya juga tidak hanya fasilitas ruang tidur dan ruang kerja namun juga ditambah beberapa fasilitas seperti kolam mini pribadi dengan pijakan lantai kayu sekelilingnya ini sangat berbaur dengan konsep alam.

__ADS_1


PRAKKK


Seorang Anne tidak sengaja menjatuhkan figura lukisan Phoenix didepan Apta Lydia, lukisan itu memang besar dengan tebal 10cm cukup besar dan berat. Sulit untuk menjaga keseimbangan kaki diatas tangga jika ukuran figura saja hampir sebesar Anne itu.


Apta Lydia seketika terkejut, dia sontak terloncat kecil karena figura itu jatuh cukup keras. “aku minta maaf Apta, aku akan membersihkannya...” Anne itu sigap memungut serpihan kaca, dirinya tertunduk dengan tangan bergetar, dia ketakutan melihat figura itu sekarang pecah di lantai.


“kita sudah tidak punya waktu, mari aku akan membantumu.” Apta Lydia dia bergegas membantu Anne itu membereskan figura yang pecah itu, tidak hanya kacanya yang pecah tapi sisi figura berbahan kayu itu juga ikut terlepas, mereka membereskan dan mengumpulkan serpihan kaca dan kayu kayu figura itu namun perlahan gerak tangan Lydia melambat. Matanya menyipit dengan kepala sedikit miring, ada sesuatu yang janggal dari salah satu sisi kayu figura yang tidak sengaja tersentuh oleh jarinya, kelima jarinya membuka dan meraih suatu benda kecil itu. Dirinya cukup terkejut dengan temuan tidak sengaja di kamar Tuan Muda Ryan.

__ADS_1


“aku tidak menduga ini....” Lydia menyeringai kecil bergumam dalam hati.


...****************...


__ADS_2