Pernikahan Terakhir

Pernikahan Terakhir
Insiden siang bolong


__ADS_3

Ruang Pertemuan


“Aku memiliki bukti kuat kalau Tuan Muda terlibat. Jadi katakan yang sebenarnya JIKA DIA SUDAH MATI SETIDAKNYA BIARKAN AKU MENGAMBIL TUBUHNYA!!!”


“AKU TIDAK TAHU SIAPA DIA!”


“JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU, BRENGSEK! Bagaimana kau tidak tahu nama Rio Aaron? KAU MEMANGGILNYA SETIAP MALAM!!” Amarahnya tidak bisa dibendung, mengetahui kakaknya yang telah lama hilang, “JANGAN BERGERAK!!!” tongkat besi tajam tehunus tepat dileher Ryan. Tikaman itu sudah melukai lehernya, darah mengalir segar dan Ryan dengan meringis menahan rasa sakit di lehernya, dia mencoba bergerak memberi ruang mengurangi tekanan besi yang sengaja ditikam kan oleh seorang pria yang sebelumnya adalah pria yang dirinya sapa di kursi roda dengan diagnosa penyakit otot langka. Rupanya itu hanyalah pura-pura.


Ruangan terlihat kacau. Api dari meja masak menyala besar, pria itu tidak sendiri dia bersama komplotannya melakukan aksi dan penyerangan pada Tuan Muda Ryan Connor. Ruangan dikunci rapat lalu di tambah diselanya dengan gagang besi agar pintu sulit untuk dibuka. Para tamu hanya pasrah, semua ketakutan. Darah berlumuran di beberapa lantai, ada beberapa penjaga yang terluka dan sisanya tewas mereka yang selamat hanya tiarap dengan pasrah berharap bantuan datang dan diri selamat.


Para keamanan bersenjata berusaha menerobos pelan tanpa mengundang keributan, mereka berseragam lengkap bersenjata dari atas atap turun perlahan menggunakan tali mendekati jendela besar ruangan yang tepat dibawanya adalah danau buatan. Bayangan mereka dari luar jendela bertirai terlihat oleh para komplotan mereka juga turut bersenjata dan tidak setannya juga menembaki tidak peduli apakah mereka tewas ditembak atau tidak, mengerikan darah langsung menodai jendela ruangan itu dan suasana semakin mencekam.

__ADS_1


“Kau lihat tangki oksigen itu, jika kau tidak mengatakan sebenarnya topengmu dan tidak memberitahuku dimana kakakku, KITA SEMUA AKAN MATI!!”


“KAU YANG DISANA!” Rekan pria itu menarik Emma dengan kasar dia menyeret Emma untuk mendekat, Emma sangat ketakutan tangannya bergetar sambil memeluk handphonenya dengan erat.


“CEPAT REKAM SEKARANG!” dia meneriaki Emma lalu berbisik pada Ryan tanpa melepas tikaman nya, “Cepat bicara, dimana saudaraku?”


“Jika kau memiliki keluhan, bawa aku bersamamu DAN BIARKANLAH YANG LAIN PERGI!!” Jika kau meminta maaf sekarang, aku akan menunjukkan belas kasihan. Jika tidak, kau tidak akan pernah berjalan keluar dari sini hidup hidup.”


Sulit untuk para penjaga masuk karena didalam Ryan juga disandera sekarang. Tapi semua akan kacau jika tidak bertindak malah akan ada bahaya lebih yang akan dialami Ryan.


“TUAN MUDA!!” Lydia berteriak dia berusaha menerobos pintu tapi tubuhnya dihalangi oleh penjaga dan keamanan, “apa yang kau tunggu? Terobos dan selamatkan Tuan Muda sekarang!”

__ADS_1


“Ada api dan resiko ledakan, jadi kita tidak bisa masuk!!” ucap Garde Oscar menjelaskan.


“DOBRAK PINTU ITU!” Tuan Muda dalam bahaya, dan kalian tidak bisa membuka pintu karena api? Apa yang kalian tunggu? Haruskah aku yang hancurkan sendiri?” tidak ada yang bisa melawan perintahnya, dia adalah perempuan yang berkuasa Milia Connor. Keterkejutannya disiang bolong jika puteranya sekarang dalam bahaya dan semua terjadi di tempat tinggal Connor. Perasaannya campur aduk antara khawatir dan marah.


“Tidak yang Mulia.” Garde Oscar menaatinya, pria bertubuh besar itu adalah kepala pimpinan keamanan keluarga Connor. Dia langsung memimpin komando darurat untuk langsung mendobrak pintu dan masuk secara paksa.


“HANCURKAN!!” Pintu didorong dan dirusak, membuyarkan fokus para komplotan. Mata mereka dan todongan senjata semua bersiap menghadang ke arah pintu.


Kesempatan yang baik, Emma memberi kode dan aba-aba pada Ryan, ide di tengah kesempitan mengandalkan handphonenya Emma menyalakan blitz kamera dan mengarahkan itu kematangan pria yang masih menikam Ryan. Silaunya berhasil mengecoh dan memberi kesempatan untuk Ryan bertindak meraih garpu dismapingnya dan langsung dengan keras menusukkan nya pada paha pria itu. Dia kesakitan karena tusukan dalam di pahanya, namun tidak berhenti dengan kaki yang pincang dia bergelut dengan Ryan saling memukul namun pria itu terhentak ke lantai karena Ryan balas menamparnya dengan cukup kuat. Api semakin besar suasana semakin kacau, oksigen didekat api meledak.


“TUAN MUDAA!!!” Emma berlari memeluk dan mendorong tubuhnya bersama Ryan menerobos jendela dan mereka berdua jatuh langsung ke dalam danau buatan yang dalam.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2