Pernikahan Terakhir

Pernikahan Terakhir
Mulai membuka kembali 7 tahun yang lalu


__ADS_3

Nafas Galvin tersengal, bukan keinginannya untuk ikut berenang di kolam itu, tapi karena para penjaga yang tidak sengaja mendorong tubuhnya saat mereka dengan cepat menyelam untuk menyelamatkan Tuan Muda. Galvin bukan pria yang mudah menyerah, itu sebabnya dia bisa masuk kelingkungan tempat tinggal Connor dengan nekat memanjat dinding pagar besar yang mengelilingi mansion besar itu.


“ternyata alasanku ikut tercebur karena gadis ini tenggelam tanpa ada yang menolongnya.” Galvin bersandar dibawah pohon dekat dengan kolam itu, dia menyelamatkan Emma, gadis itu lemas karena banyak meminum air saat tercebur ke kolam. Dia dibopong menggunakan tandu oleh para tenaga medis untuk dibawa ke kamar perawatan khusus Connor. Mansion itu cukup mewah dengan fasilitasnya.


“Aku tidak menyangka aku menyelamatkan Tuan Muda...” Emma yang lemas tapi masih sempat untuk merucau dan menyeringai senang.


...----------------...


Kamar Tuan Muda Ryan Connor


PLAKKK


“Bagaimana kau bisa membiarkan ini terjadi? Bagaimana dia bisa mengambil Tuan Muda sebagai sandera? Tuan Muda kita yang hebat,” Tamparan keras menampar wajah Lydia, rasa kesal dan marah Milia bercampur sekarang di sisi lain dia malu reputasi Tuan Muda sebagai Penguasa Hebat untuk Connor Company di buat malu karena kejadian siang bolong hari ini.


“Aku minta maaf nyonya, aku telah melangkah keluar untuk sesaat.” Lydia meminta maaf dengan terbata-bata, tamparan kembali mendarat dipipinya. Hari ini Milia dibuat kesal juga dengan Apta didepannya.


“APAKAH KAU MENYEBUTNYA SEBAGAI ALASAN?” suara Milia meninggi, “mengapa kau tidak menjaga Tuan Muda?”

__ADS_1


“Aku... Tidak punya alasan nyonya, ini semua salahku.”


“Pelaku masuk menggunakan informasi orang lain, bagaimana bisa sembarang orang masuk di kediaman Connor? Mengapa tidak ada yang memeriksa wajahnya? Apakah kau juga ikut terlibat dalam hal ini? Karena kau yang bertanggung jawab atas semua daftar tamu yang kamu undang.”


“Tidak nyonya, tidak.. Pasti tidak!”Lydia menyangkal opini Milia.


“Ketiga penyerang tewas di tempat nyonya, dan satu yang ditangani dirumah sakit sedang diintograsi oleh kepolisian.” Apta Vera menambahkan, dia adalah Apta pribadi Milia Hudson Connor, dia menimpali dengan informasi yang dia dapatkan.


“Bagaimana mereka bisa melewati keamanan Connor?” Milia semakin frustasi setelah mendengar informasi itu, “aku akan memotong kepalanya dan menganntungnya ditengah pasar!!” Ucapannya terdengar sangat kesal, dia juga merasa malu karena Connor yang kuasa tapi keamanannya bisa diterobos oleh para komplotan.


Milia perlahan memandang Apta Vera kejutan membuat ekspresinya berubah sekejap terkejut, “Seorang penjaga?”


“Dia adalah penjagamu dulu Nyonya,” ucap Apta Vera menambahkan, Milia hanya semakin terdiam, ini kejutan tujuh tahun yang lalu.


Apta Lydia bersujud dia meminta ampun, “nyonya aku akan mengurus semua ini, aku akan pergi ke kantor polisi sekarang untuk mencari tahu kenapa pelakunya melakukan ini.” Kesempatan bagus pikir Lydia memanfaatkan keterkejutan Milia.


“Bagaimana kau ingin melakukan itu? Aku tidak tahan melihat wajahmu. KELUARLAH!” Pikiran Milia sekarang hanya semakin terbebani dengan ucapan Lydia yang ingin bertanggung jawab dengan membantunya mengungkap apa yang sebenarnya pelaku inginkan dan sama saja hanya akan membuat kejadian tujuh tahun yang lalu naik kepermukaan dan menimbulkan masalah yang runyam. Itu hanya membuat Milia semakin gelisah.

__ADS_1


“Apta Vera, usir perempuan ini sekarang keluar dari kamar Ryan, aku muak melihat wajahnya sekarang!” Milia berucap sambil juga memijat kepalanya, ingatannya kembali pada kejadian itu, kebungkaman dia menandakan ada suatu hal yang besar yang telah terjadi, seolah-olah peristiwa itu seperti pedang terhunus untuknya.


...----------------...


Seluruh tubuhnya terasa sakit, terutama bagian leher yang menimbulkan nyeri saat dia menggerakkan kepalanya, Ryan meringis merasakan sakit setelah kembali sadar dari pingsannya.


“Kau sadar nak?” Milia langsung buru buru menghampiri Putranya yang terbaring di ranjang tidurnya, rasa kekhawatiran ditengah kekacauan siang ini, “ibumu hampir mati karena shock. Bagaimana ini bisa terjadi pada dirimu disiang Bolong Ryan?” Di tengah khawatirnya seorang ibu masih sempat menngomeli putranya.


“Rio Aaron...” Ryan berhenti sejenak setelah menyebut nama itu, “Nama pria itu di tujuh tahun yang lalu adalah Rio Aaron kan? Dimana penyerangnya? Aku ingin menemuinya sendiri dan bicara dengannya. Dia sepertinya tahu sesuatu.” Ryan bangun dari tempat tidurnya, pikirnya sekarang memikirkan Rio Aaron bukan dirinya yang masih terluka.


“Kau tidak bisa Ryan, ini terlalu berbahaya... Mereka orang yang tidak waras, menemuinya dan bicara dengannya tidak akan menghasilkan apapun.”


“Aku tidak bisa membiarkan ini lebih lama lagi, kau tahu ibu apa jenis brengsek itu? Kau tahu apa yang dia lakukan?” kilatan mata Ryan tidak bisa berbohong, menyebut nama pria itu membuatnya penuh dengan amarah.


“Istirahatlah dulu, polisi akan menyelidiki, percayalah dengan ibumu...”


Hal besar akan segera dimulai....

__ADS_1


__ADS_2