
Seorang gadis terjatuh karena dengan kerasnya dia menabrak pria bertubuh gempal didepannya itu. Kesal sekali hari ini apalagi pria itu tanpa ada ekspresi bersalah sama sekali lagi, lama sekali dia hanya diam melihat gadis itu terjatuh di depannya tanpa ada sama sekali mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.
“Pakai matamu kalau kau ingin melangkah! “ suara gadis itu kesal, dia bergegas berdiri. Matanya memandang atas bawah pria yang menabraknya itu. Sangat besar dibandingkan tubuhnya yang mungil hanya 155cm, dia terdiam jantungnya berdegup kencang saat pria itu selangkah demi selangkah mendekatinya. Dia berusaha menelan ludah tapi salivanya sulit untuk meneguk, pria itu terlihat mengerikan.
“Kenapa menatapku seperti itu? Apa sekarang kau melihat seekor beruang??”
“Tidak... Tidak... Maafkan aku...” gadis itu berusaha mengatur nafasnya.
“kenapa minta maaf?” Pria gempal itu terus melangkah dan tubuh besarnya yang semakin dekat hanya mengintimidasi tubuh mungil gadis itu.
“Ma...maa..maaf aku terlambat.” Mulutnya tersekat takut, dia menunduk lalu langsung berlari menjauh menuju gerbang mansion Connor.
“Hey kau tidak akan bisa masuk kedalam...” Suara beratnya meneriaki gadis yang terus berlari kearah gerbang, dia tertawa lucu karena dia menebak gadis itu akan bernasib sama mendapatkan penolakan dari para penjaga gerbang untuk masuk.
__ADS_1
Langkah gadis itu terus berlari sama sekali tidak ingin mendengar perkataan pria gempal itu. Dia gugup dan terburu-buru, tanganya mengeluarkan surat undangan dari balik saku jaketnya. Sebuah surat undangan untuk diperlihatkan dan di check oleh para penjaga gerbang yang berjaga.
“Silahkan kau boleh masuk.” Ucap salah satu penjaga setelah memeriksa surat undangan lengkap atas nama dirinya.
“APA??? Apa dia masuk?? Apa yang terjadi?” ekspresinya terkejut, ternyata tebakannya salah besar.
...----------------...
Ruang pertemuan
“Selamat datang semua undangan, senang bertemu dengan kalian. Saya Ryan Connor pemegang utama Connor Compony.” Satu persatu tamu undangan bergantian Ryan salami.
“Dia menderita penyakit otot yang langka tuan.” Ucap Apta Lydia mengenalkan salah satu tamu Ryan Connor hari ini.
__ADS_1
Ryan langsung mendekatinya dengan ekspresi iba dia duduk dan memegang tangan tamunya itu, “merupakan suatu kehormatan untuk bisa bertemu denganmu.” Dia tersenyum dan berterimakasih dengan sambutan hangat Ryan Connor disamping kursi rodanya.
“Aku tahu ini pasti sulit bagimu untuk melakukan perjalanan kesini.” Tatapan Ryan penuh asih pada tamunya yang spesial. Jepretan kamera terus memotretnya, hari ini akan menjadi bagian terbaik yang memperlihatkan bagaimana baik hatinya penguasa Connor company tuan muda Ryan Connor.
Ryan kemudian beranjak, dia berdiri dan berjalan kearah meja makan yang sudah disiapkan atas namanya, dia tidak makan di meja terpisah melainkan bergabung bersama satu meja dengan para tamunya. Untuk membentuk citra merakyat penguasa Connor.
“Apakah tamu kita nona Emma belum datang?” tanya Ryan pada Apta Lydia.
“Aku minta maaf, aku terlambat, aku minta maaf.” Pintu ruangan terbuka, seorang perempuan dengan nafas tersengal memasuki ruangan. Drama jatuh dan menabrak pria gempal yang menakutkan itu semua diluar dugaannya, dia diam sejenak didepan pintu ruangan acara mencoba mengatur nafasnya untuk kembali normal.
“Tuan Muda.....” Mata Emma berbinar, bertahun-tahun dia menjadi penggemar tuan muda Connor dan kini terasa seperti sebuah mimpi bisa bertemu langsung di dunia nyata sosok tampan Tuan Muda. Pastilah rasanya akan sangat berbeda jika bertemu di realita kehidupan nyata apalagi sosok tampan Tuan Muda sangat membius ketika dia tersenyum menyambut kedatangannya. Emma menjadi salah tingkah dan terjatuh karena sangat bersemangat berlari mendekati Ryan, sayangnya lantai terlalu licin tidak hanya terjatuh tapi tangannya tidak sengaja mendorong keras meja yang diatasnya terdapat kue cantik bertumpuk yang bisa ditebak tragedi memalukan terjadi lagi, tumpukan kue dengan hiasan butter cream cantik itu langsung mendarat tepat di wajahnya alhasil seketika wajah Emma belepotan dengan krim kue hampir seluruh wajahnya. Begitu memalukan sekali, semua orang terkejut mematung melihat kejadian baru saja itu. Beberapa orang menertawakan Emma dan beberapa hanya diam melihat betapa mengerikannnya kue cantik itu yang sekarang hancur, kecuali satu orang yang langsung beranjak melangkah mendekati Emma. Tangannya terulur membersihkan cream kue di wajahnya, dan Emma dia masih terbaring malu dengan pipi merona.
“Kau baik baik saja nona Emma?” tanya Ryan, memastikan gadis yang terjatuh itu tidak mengalami cedera yang serius. Seperti orang bodoh yang mabuk, Emma terbius dengan pesona Ryan yang makin tampan saja saat wajahnya sangat dekat didepannya. Emma terus tersipu malu dia mengangguk dan tersenyum riang, sekarang pipinya sangat merah. Memang dia begitu tergila-gila dengan sosok Ryan sampai dia bercita-cita menikah dengan Tuan Muda Ryan Connor, memang tidak masuk akal.
__ADS_1
...****************...