Pernikahan Terakhir

Pernikahan Terakhir
Dekorasi ruangan Ryan 2


__ADS_3

Cuaca cukup cerah, mansion besar itu terlihat normal seperti biasanya, dengan kesibukan beberapa penjaga yang berbaris rapi dan beberapa lagi berpatroli berkeliling diseluruh luar rumah Connor.


Mansion itu cukup besar, bukan hanya sekedar rumah tinggal tapi disana juga urusan bisnis, pertemuan dan acara diselenggarakan oleh Keluarga Connor. Mansion itu tidak bertingkat melainkan luas, rumah dengan aksen full kayu jati yang menjadi ciri khas bangunan ini. Memang terlihat tua dan tidak modern bisa dikatakan ini seperti bangunan yang kuno karena memang mansion ini adalah mansion turun temurun keluarga besar mereka dan sudah menjadi tradisi bagi mereka untuk tetap tinggal mendiami mansion lama ini. Cukup besar dan sekarang sedikit ada perubahan pada beberapa ruangan menjadi lebih modern dan beberapa masih menjaga aksen lama, dengan jalanan koridor yang menghubungkan setiap ruang demi ruang. Sebenarnya ini tidak cocok sama sekali disebut mansion tapi lebih cocok disebut istana klasik pada zamannya.

__ADS_1


Lorong koridor tampak lenggang tidak banyak orang yang berlalu lalang, seorang perempuan berjalan menyusur koridor. Heels hitam formal berpadu dengan blouse dan rok A line dibawah lutut, kakinya cukup jenjang melangkah di lorong koridor. Apta Lydia sudah sekitar 5 tahun dia bekerja dengan keluarga Connor. Dari awalnya hanya seorang Anne kini menjabat sebagai seorang Apta pribadi Ryan Connor, selain tugasnya mengurus keperluan pribadi Ryan, dia juga turut mengurus dan dipercaya sebagai asisten yang turut serta membantu Ryan mengurus pekerjaannya. Dari mulai Ryan memulai hari sampai pergi tidur kembali di malam hari. Apta Lydia harus selalu ada disampingnya, jangan heran Lydia bisa sangat mengenal Ryan Connor mulai dari hobinya, makanannya, gaya berbusana nya, sampai perasaan senang atau tidak senang hanya dengan diamnya Ryan Lydia sudah sangat mengerti betul.


Langkah Lydia terus berjalan sambil membawa bunga piony putih yang terangkai rapi didalam vas cantik berwarna emas. Tangannya mendorong pelan sebuah pintu, ruangan yang masih memegang gaya lama. Ada sofa antik ditengahnya dan dipinggir ruangan ada meja kayu jati ukir yang sangat cantik dilengkapi juga tambahan cermin besar. Milia Connor sangat pandai dirinya memilih design yang terpadu sempurna dengan gaya modern saat ini, ukiran disetiap sudut ruangan itu sangat klasik tapi tidak menimbulkan gaya yang tertinggal. Dia sangat ahli apalagi warna yang dia pilih untuk ruangannya sangat terpadu sempurna, jiwa interior Milia memang tidak bisa diragukan.

__ADS_1


Lydia masih diam berada dikamar Milia Connor, matanya terus memandangi cermin besar yang hanya ada satu di ruangan itu. Dia letakkan vas emas berisi rangkaian piony putih menggantikan bungan piony yang memang sudah layu di kamar Milia. Tangan Lydia terus meraba menyentuh dan mengusap cermin itu, ada dorongan perasaan yang membuatnya penasaran. Menyentuh semuanyaa hingga kebagian sela sela cermin. Tangan Lydia berhenti bergerak karena salah satu tangannya menemukan seutas tali mutiara disamping cermin itu. Dia penasaran dan dorongan untuk menarik tali itu membuat dia melakukannya.


Apta Lydia tertegun dia bergidik ngeri dengan hasil temuannya. langkahnya mundur perlahan dengan nafas sengalnya, tangannya menyilang kedada seolah olah sedang mencoba menetralkan kembali degup jantungnya. senyum liciknya tersungging, Apta Lydia kembali bergumam pelan sendiri.

__ADS_1


"perang ini akan segera dimulai.... "


...****************...

__ADS_1


__ADS_2