
Beni yang sedang mengikuti kuliah sedang melihat pembagian kelompok untuk setiap tugas. "hah? yang bener aja.. hampir semua mata kuliah satu kelompok dengan Elisa.." gumam Beni. "Adrian keluar, jadi absen semuanya naik satu step.. nih kerjaan lu, bagi ke Elisa, gue gak tau anaknya kemana.." kata Milo. "jangan lupa kasih ya !! besok kumpulin progresnya." lanjutnya. Beni berfikir bagaimana dia bisa bertemu dengan Elisa setelah kata-katanya tadi yang begitu kasar pada Elisa. "mau menjauh malah jadi satu kelompok.." kata Beni. Beni membuka ponselnya dan melihat pesan dari Mery. Tiba-tiba, "Beni !!!" teriak Sam. Karena terkejut Beni menjatuhkan ponselnya. "minta maaf ke Elisa !! udah gila ya, ngatain anak orang matre !!" kata Sam. "bagus kan? jadi Elisa kesel ama gue. rapuh, sedih, butuh seseorang trus lu dateng, jadian, happy ending.." kata Beni. "tapi kenapa ngomongnya harus kasar? gak bisa ngomong baik-baik?" kata Sam. "kalo jadi benci kan move on nya lebih cepet, right?" kata Beni. "kenapa gak kasih tau aja kalo lu udah punya cewek." kata Sam. "tau darimana?" kata Beni. "dompet lu, waktu ketinggalan di kantin, gak sengaja kebuka.." kata Sam. "gak sengaja atau kepo." kata Beni. "namanya Serly.." sambung Beni. Kemudian Beni menceritakan kepergian Serly pada Sam. Sam terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Laila, thanks ya udah nemenin ke mall.." kata Elisa. "apapun yang bikin kamu seneng, beb." kata Laila. "udah jangan di pikirin lagi, kamu juga sih.. udah tau banyak cewek yang ditolak, masih aja suka." ledek Laila. "kamu kira gara-gara siapa Beni jadi tau? aku kan gak ada rencana ngasih tau." kata Elisa marah. "hahaha... maaf !! gak papa, kan itung-itung bikin rekor baru, di tolak walaupun gak nembak." ledek Laila lagi. "aduh ngenes banget deh.." lanjut Laila. "lucu yah?! pernah di tampar gak? udah lama gak nampar orang nih !!" kata Elisa kesal. "ya sudahlah !! emangnya tadi Beni ngomong apa?" tanya Laila. "maaf Elisa, ku bukan tipeku." goda Laila. "Beni bilang aku matre, dan aku di suruh menjauh saja." kata Elisa sedih. "hah !!? emangnya kamu minta di beliin apa sama Beni? kok bisa dikatain matre?" tanya Laila. "gak ada lah. ini kenapa jadinya gue yang salah !!!" kata Elisa. "udah cari aja lagi. ada kok yang suka sama Elis, tinggi, ganteng, bodoh dan mungkin miskin, jadi gak bisa kamu matrein juga." kata Laila sambil memikirkan Sam. "siapa yang matre? siapa?" kata Elisa kesal. "udah ah, gak usah dibahas lagi !!" kata Elisa. "mana kutek yang tadi kamu beli? minta dong !!" kata Elisa sambil mencari di tas belanjaan. "tapi ini titipan kakak, jangan banyak-banyak !!" kata Laila.
__ADS_1
Setelah mengambil ponsel Beni, Sam kembali ke atas. "nih !!" kata Sam sambil melempar ponsel Beni. "emb.." kata Beni ragu-ragu. "Napa lagi?" tanya Sam. "ketemu Mery di bawah." kata Beni membujuk. "@+@+#) !!" Sam kesal tapi tetap menemani Beni turun. "maaf." kata Beni sambil mengikuti Sam. "namanya Mery? cewek dong?" tanya Sam. "iya, mau pindah kuliah disini." kata Beni. "cantik?" tanya Sam lagi. "liat aja ndri ntar." kata Beni. Merekapun menunggu Mery di depan gerbang.
__ADS_1