persahabatan dalam cinta

persahabatan dalam cinta
ini pengamen, bukan?


__ADS_3

Setelah mereka sampai di kost, " boleh minta LINE ID?" tanya Sam. " boleh, buat grup sekalian, nanti Laila di invite juga." kata Elisa. Setelah mereka saling bertukar LINE, "bye Sam, makasih ya." kata Elisa. " bye.." balas Sam. Kemudian Sam dan Elisa membuat grup LINE. Mereka saling mengirim pesan. Kemudian Elisa dan Sam membuat janji untuk pulang bersama lagi. Pagi harinya Sam pun berangkat ke kampus walaupun tidak ada mata kuliah. "loh Sam, ngapain ke kampus? kan hari ini lu gak ada kelas!" kata salah satu teman Sam. " ada kelas cinta..hahaha.." gurau Sam. Sejak saat itu Sam selalu mengantar Elisa pulang setiap selesai kuliah.


Pagi itu Elisa pergi ke ruang administrasi untuk mengambil kartu mahasiswa. "akhirnya hari ini bisa ngambil kartu mahasiswa.. jadi bisa makan di mall diskon 50% !!!" gumam Elisa. Ketika Elisa masuk, disana juga ada Beni. Karna terkejut jantung Elisa berdetak lebih cepat. "hey.." sapa Beni. "kamu cari apa?" tanya Elisa. "jadwal" kata Beni. "mau kubantu?" tanya Elisa lagi. "boleh" kata Beni. Karna Elisa terlalu bersemangat, semua jadi berantakan. "oh ya Elisa, kita sekelas kan?" kata Beni tiba-tiba. "iya, terus kenapa?" tanya Elisa. "jadwalnya kan sama, aku pinjam punyamu saja!" kata Beni. "oh iya.." kata Elisa. "sini minta LINE ID kamu." kata Beni. "buat apa?" tanya Elisa canggung. "buat ngajak kencan" canda Beni. Wajah Elisa memerah mendengar kata-kata Beni. "gak lah, buat nanya jadwal, haha.." sambung Beni. "oh iya.." kata Elisa sambil tertawa lega. "ini LINE IDnya." sambung Elisa. "thanks.. duluan ya" kata Beni sambil keluar dari ruangan. Elisa senang karna mendapat LINE Beni. "kenapa semua berantakan begini? beresin!" kata dosen marah. "sebentar ya bu, saya ke toilet dulu." kata Elisa sambari lari dari ruangan itu.


Tiba-tiba Elisa berpapasan dengan Sam. "Elisa" sapa Sam. "Sam" kata Elisa. Elisa menarik Sam ke sudut lorong untuk bersembunyi. "emm.. kita ngapain sih disini?" tanya Sam. "diem dulu sstt!!" kata Elisa. Karna berdiri terlalu dekat, jantung Sam berdetak lebih cepat. "udah?" tanya Sam. "fiuh... galak banget deh bu dosen." kata Elisa menghela nafas. "kamu kok tangannya dingin sih, ayo pergi beli makan!" kata Sam cemas. "ah.. okay" kata Elisa. Mereka berjalan menuju kantin. "mau duduk disana?" tanya Elisa. "ini kan masih banyak tempat kosong, mau beli soto kan?" kata Sam. "iya. tapi disana ada temen kamu tuh." kata Elisa sambil menunjuk ke arah Beni. Mereka pun menuju ke arah Beni. " 🎶 kau hanya jadikan aku sebagai alasan 🎶" Juned bernyanyi ketika Sam dan Elisa lewat di depannya. "🎶 aku mah apa 🎶" sambung Sam. "🎶 kamu gak berarti apa-apa 🎶" lanjut Juned. "kamu ngapain ikut nyanyi?" kata Elisa. "kamu bagus ya suaranya! nih aku kasih seribu, makasih ya bang." sambung Elisa sambil memberikan uang ke Juned. "buat aku mana seribu?" kata Sam. "suara kamu jelek. ayo sini Sam!" kata Elisa. "di kasih seribu, lu kira gua pengamen." gumam Juned.


Mereka pun menghampiri Beni. "tunggu sini" kata Sam sambil menyuruh Elisa duduk. "kamu mau kemana?" tanya Elisa. "beli makan." kata Sam. "mau?" kata Beni yang sedang makan mie. "emm.. gak, thanks!!" kata Elisa tersipu. "okay" kata Beni. Beni yang dari tadi sedang chat dengan sepupunya, dia kembali fokus dengan HP-nya.

__ADS_1


Meri : masa gak ada yang cantik sih? kalo aku masuk sana berarti aku paling cantik dong?


Beni : urusan disana udah selesai?


Meri : lagi di urus sayang, sabar. kamu makan sendirian?"


Meri : kyaaaa... maniiisss, siapa itu? siapa?

__ADS_1


Beni : tadi pertanyaannya apa? makan sama siapa kan?


Meri : siapa namanya? sekelas? tinggal dimana?


Meri : udah, di read aja?


Meri : PING!!

__ADS_1


Elisa memperhatikan Beni yang dari tadi asik sendiri dengan HP-nya. Elisa ingin mengajaknya bicara tapi bingung harus mulai dari mana. Bingung mau ngomong apa. Elisa tersipu melihat kegantengan Beni. Dia merasa linglung bila di depan Beni dan tidak bisa berkata apa-apa. Juned yang baru memasuki kantin, melihat Elisa dan Beni. "🎶 hati ini ingin bicara tapi mulut rasanya terkunci 🎶" Juned bernyanyi di depan Elisa dan Beni. "hai.. makasih seribunya. tadi lagunya belum selesai, ini gua lanjutin." kata Juned. Elisa kesal dan menjejalkan lemper yang ada di depan Beni. "jangan!!! nih gua kasih lemper" kata Elisa. "udah, pergi sana!" sambung Elisa. "hahaha... lumayan dapat lemper" kata Juned. "kamu kenal?" tanya Beni. "nggak.. gak tau masuk dari mana tu pengamen." kata Elisa tersipu. Ketika Elisa akan menjelaskan masalah makanan Beni, tiba-tiba "Elis...." Laila mengejutkan Elisa dan tanpa sengaja membuat Elisa melempar piring yang di pegangnya, dan mengenai dari Beni hingga terluka.


__ADS_2