
ketika mereka berjalan keluar kampus, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Beni. Elisa merasa pernah melihatnya, karna terkejut Elisa menjatuhkan bukunya. dalam bayangan Elisa, Beni mendekat dan mengambilkan buku Elisa yang terjatuh. tapi kenyataannya Beni bahkan tidak bergerak dari tempatnya. " itu bukunya jatuh atau di buang?" tanya Sam memecah keheningan. " eh, iya..." kata Elisa sambil mengambil bukunya. " hei.." sapa Beni pada Sam. " mau kemana? balik?" tanya Sam. " yap" jawab Beni. " ini kenalan kamu Sam?" tanya Elisa yang dari tadi di cuekin. " ya iya lah, masa gak kenal nanya-nanya." jawab sam. " oh... hai, aku Elisa." kata Elisa memperkenalkan diri. " oh, ini Elisa yang lu cariin tadi?" tanya Beni. " bukan gua, tapi Laila. itu mau salaman sampe besok?" kata Sam jeles. "oh.." kata Beni sambil melepas tangan Elisa. " kamu jurusan apa?" tanya Elisa. " kita sekelas kok!" kata Beni. "ha? aku kok gak pernah liat?" tanya Elisa. " iya, hari ini baru masuk!" kata Beni sambil tertawa. " emangnya kamu ingat muka semua anak di kelas?" tanya Sam tiba-tiba. " kan baru masuk sebulan!" sambung Sam. " ingat lah. kan Laila punya list cowok idaman.." kata Elisa keceplosan. Sam dan Beni bingung mendengar kata-kata Elisa. " kenapa kalian ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Elisa mengalihkan pembicaraan. " aku ada di list gak?" Sam tiba-tiba mendekat. "enggak." kata Elisa dengan polosnya. " terus, maksudnya idaman gimana?" tanya Sam. " udah ah gak usah di bahas!" kata Elisa. " maksudnya idaman gimana." Beni ikut bertanya. karena mereka bertanya terus, Elisa terpaksa mengarang cerita." cowok idaman yang berpotensi buat jadi pacar Laila." kata Elisa. "oh..ya udah deh. aku balik duluan ya!" kata Beni. " hati-hati ya." kata Elisa sambil memandang Beni. " ya udah, kita pulang juga yuk!" kata Sam. "oh iya, ayo.." kata Elisa.
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju kost Elisa. " udah sampai nih! bye Sam.." kata Elisa begitu sampai di depan kost. " ha? udah? gak disuruh masuk?" tanya Sam. "apanya? ini kost cewek! cowok gak boleh masuk!" kata Elisa menjelaskan. " hahaha... ya udah, bye Elisa" kata Sam. "bye.. eh.. tunggu." kata Elisa. Elisa baru teringat bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya. " kenapa?" tanya Sam. " aku baru inget. kamu temenya Alex kan?" kata Elisa. " iya.. kamu inget sama aku?" tanya Sam girang. " iya. masih sering ketemu sama Alex?" tanya Elisa. " sebelum masuk kuliah masih sering ketemu, tapi akhir-akhir ini udah jarang!" kata Sam. " kamu temenya Meli kan?" tanya Sam. " iya.. terus kamu temenan juga sama Beni?" tanya Elisa penasaran. " enggak. baru kenal tadi di kampus! kenapa? kamu suka ya sama Beni?" tanya Sam. " eh.. enggak." kata Elisa. " kruyuuk" tanpa sadar perut Elisa berbunyi. " eh.. pecel dua piring tadi kemana?" tanya Sam. " itu kan cuma sayur aja. aku belum makan nasi dari pagi!" kata Elisa malu. " makan dulu yuk!" ajak Sam. " kamu gak jadi pulang?" tanya Elisa. "hahahaha.. mau ngasih makan kucing kelaperan dulu nih.. kasian.." kata Sam sambil membelai rambut Elisa.
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju warung terdekat. " Kamu masih sering ketemu Alex sama Meli?" tanya Sam. " Aku udah gak pernah kontak sama Meli lagi. Kalau Alex, terakhir ketemu..." Elisa menbayangkan waktu terakhir bertemu dengan Alex, mengingat kenangan pedih itu membuatnya sedih. Dia tak sanggup menceritakannya pada Sam. " Emmm..." Sam bingung melihat Elisa tiba-tiba sedih. Ketika Sam hendak menghibur Elisa, tiba-tiba datang seorang pengamen yang mengalihkan perhatian mereka. Sam pun memberikan uang receh kepada pengamen itu. " yah.. kok cuma gopek mas?" kata pengamen itu. " lu kan cuma ngobok-ngobok air, kalo ngobok-ngobok semen gua kasih lebih deh!" kata Sam. Elisa tertawa mendengar kata-kata Sam. Lalu pengamen itu pun pergi. " Elisa suka sama Beni, berarti belum punya pacar dong?" tanya Sam tiba-tiba. "si..siapa yang suka siapa.. uhk.. belum, kamu?" kata Elisa bingung. " aku juga belum. ini lagi nyari, udah ketemu sih! maunya sama Elisa aja manis." kata Sam sambil tersenyum. "emm... kucingnya udah kenyang nih, pulang yuk!" kata Elisa mengalihkan pembicaraan. Mereka pun keluar dari warung itu dan berjalan menuju kost Elisa. Sam mengingat wajah murung Elisa, dan sepanjang jalan berfikir mungkin berhubngan dengan perkataan Alex tadi.
__ADS_1