persahabatan dalam cinta

persahabatan dalam cinta
The Party


__ADS_3

Kemudian mereka berdua bersiap-siap untuk menghadiri pesta itu. "Beni." kata Elisa setelah selesai. "ayo, udahau mulai acaranya." kata Beni. "iya.. udah kok." kata Elisa. Kemudian Elisa melihat sisa gaun yang di bawa Beni. "itu mau di apain ?" tanya Elisa. "di buang ?" kata Beni. "hah ? jangan !!" kata Elisa. "ngapain sampe tiga ?" kata Beni. "oh nggak boleh buang-buang barang, lagian kan kasian penjahitnya udah capek bikin, kamu boros banget sih." kata Elisa. "bilang aja kamu mau." kata Beni. "iya, ini buat aku aja, yang S buat pas lagi kurusan, yang L buat aku kalo lagi khilaf dietnya gagal." kata Elisa. "taruh saja semua di sofa, nanti kutelepon orang buat bawa ke mobil." kata Beni.

__ADS_1


Kemudian mereka menuju tempat acara. Dan tanpa diduga bertemu dengan Sam. "Elisa ?" kata Sam. "Sam ! kamu kok bisa disini ?" kata Elisa. "*cantik." kata Sam. "cantik ya.. gaunnya di beliin sama Beni." kata Elisa. "kalian kenapa bisa berdua ?" kata Sam. "tadi di ajakin Mery sarapan, tapi dia sakit perut, jadinya Beni yang nemenin." kata Elisa. "kamu juga ganteng deh, Sam lucu.. aduh mau ke toilet sebentar ya !" kata Elisa. "kok bisa kesini ? kenal sama yang merid ?" tanya Sam. "gue bestmen yang laki, vokalnya distributor langganan." kata Beni. "haha ? distributor ? lu produsen ? berlian ?" kata Sam terkejut. "produsen ? produksi berlian ? dari pantat ? pabrik gue cuma cutting, mentahan tetep beli dari tukang." kata Beni. "sa..sama aja.. aku mah apa.." kata Sam. "hahaha.." kata Beni. "kalian sedang apa ?" kata Elisa. "gue jadi haus, minum dong ! dua gelas ya !!" kata Sam. "kamu abis ngapain seharian sama Ben ?" tanya Sam. "aku ketiduran di kamar Beni." kata Elisa. "apa ?" teriak Sam. "sstt Sam !!" kata Elisa. "air.." kata Beni. "kok bisa ketiduran ?" tanya Sam penasaran. "aku semalem nggak bisa tidur. udah jangan nanya-nanya !" kata Elisa. "kenapa nggak bisa tidur ?" tanya Sam dan Beni kompak. "punya kuping nggak ?" kata Elisa. Tanpa sengaja Sam melihat sosok wanita anggun dari belakang. "masih bisa ngelirik cewek lain ?" kata Beni. "bro, kalo dari belakang begitu bentuknya, Bonjol semua, siapa nggak ngeliatin." kata Sam. "Mery." panggil Beni. Wanita itu berbalik dan ternyata benar, Mery. "tuh yang nonjol-nonjol." kata Beni. "hai kalian !" kata Mery. "Mery seksi sekali." kata Elisa. "Elisa juga cantik." kata Mery.

__ADS_1


Kemudian Beni mengambil beberapa makanan. "Elisa makan nggak ? tadi siang kamu nggak makan kan ?" kata Beni. "thanks." kata Elisa. Tiba-tiba ada salah satu tamu mengatai Mery. "belakang malam minggu depan malam jumat, nggak wajar mukanya." "awas nanti denger loh.." kata tamu lainnya. Sam yang kesal menghampiri mereka. "maksud kalian apa ?" kata Sam. "kok kamu yang marah ? kamu pacarnya ? sayang banget ! padahal kamu ganteng loh.." kata tamu itu. "nggak, cuma bercanda kok." kata tamu lainnya. "coba sini ngomong lagi !!" kata Sam. "Sam, sudah ! biarin aja ! kenapa kamu begitu ?" kata Mery. "nenek sihir ! Mak lampir !" kata Sam. Dan tamu itu langsung pergi melihat Sam marah. "soalnya kalo dibiarin bisa tambah jadi, lagian cuma aku yang boleh ngatain Mery." kata Sam. Mery terharu mendengar kata-kata Sam. Tiba-tiba Mery membuka baju bagian belakang Beni. "hah ?" kata Elisa terkejut. "kamu liat ? kamu liat bekas luka ini ? sejak kecil Ben belain aku dari tukang bully, jadi Ben yang di pukuli huhuhu..." kata Mery. "bodo amat ! tutup bajunya bodoh ! banyak orang, bikin malu !" kata Sam. "udah bosan hidup kamu ?" kata Beni sambil mencengkeram pipi Mery. "su..sudah tapi.. aku suka kok hidupku yang membosankan ha..ha..le..lepaskan aku.." kata Mery.

__ADS_1


"jadi kamu bete-in lagi Elisa nya ?" tanya Mery. "nggak.. aku capek kalau seharian bersamanya mukaku harus bete terus." kata Beni. Beni melirik kearah Elisa, di saat bersamaan Elisa juga memandang Beni. Elisa tersenyum. "aku bilang mau jaga jarak.. baru kamu mau senyum ganteng begitu Beni.." kata Elisa dalam hati. "thanks Mery.. im happy today." kata Beni. "Elisa bilang suka padaku." sambung Beni. "terus kamunya ?" tanya Mery. Beni terdiam. "semoga si bodoh itu bisa bikin Elisa bahagia ya.." kata Beni. "cinta nggak bisa di paksain Ben." kata Mery. "bisa.. harus bisa.." kata Beni. "bisa.. sini gue kasih upil muka lu." kata Mery. "behave Mery.. behave.." kata Beni. Malam yang menyenangkan untuk mereka pun berakhir. "Elisa kuantar pulang ya." kata Beni. "iya." kata Elisa. Beni dan Elisa masuk ke dalam mobil Beni, tiba-tiba Sam ikut masuk ke dalam mobil. "ayo jalan." kata Sam*.

__ADS_1


__ADS_2