
"ukh.. kenapa aku tidak bisa tidur semalaman..kenapa aku jadi gugup ketemu Mery..nanti Beni ikut nggak ya ? Elisa bodoh.. nggak mungkin lah Beni ikut." gumam Elisa. Kemudian Elisa bersiap-siap untuk pergi ke tempat Mery. Sementara itu di apartemen Beni. "jam 6 pas ! minum.. ambil koran terus pergi !" kata Mery. Tak lama kemudian Elisa mengirim pesan pada Mery.
Elisa : Mery aku sudah sampai
Dan seperti dugaan Mery, Beni bangun jam 6 dan kemudian keluar. Di luar apartemen, Elisa yang baru turun dari taksi sedang mencari dompetnya di dalam tas. "sebentar ya pak.. duh mana.." kata Elisa. "Elisa." panggil Beni. "Beni.. maaf, boleh pinjam uang ? dompetku sepertinya ketinggalan." kata Elisa. "makasih pak." kata Beni setelah membayar taksi Elisa. "Elisa ngapain disini ?" tanya Beni. Kemudian ponsel Beni dan Elisa mendapatkan pesan dari Mery.
Mery : Ben, aku sudah nolongin kamu.. sana ajak Elisa sarapan dan selesaikan masalah kalian !!
"hah ? ngapain lagi ni orang ? siapa yang minta tolong ?" kata Beni dalam hati. Elisa juga membuka pesan dari Mery.
__ADS_1
Mery : aduh maaf Elisa, perutku sakit. aku sepertinya tidak bisa jauh-jauh dari toilet, hari ini kamu dengan Beni saja ya !!
"emb.. maaf, aku pulang saja." kata Elisa. "naik taksi ? uangnya ?" kata Beni. "uh..a..aku jalan kaki saja." kata Elisa. Tiba-tiba perut Elisa berbunyi. "ayo pergi makan." kata Beni. "nggak apa-apa kok, nanti aku bisa makan di dekat kost." kata Elisa. "udah, kamu tunggu sini dulu.. nih makan biar nggak laper." kata Beni sambil memberikan permen yang dibawanya. Beni langsung masuk lagi ke apartement.
Beni langsung menuju ke kamar mandi dan melepas pakaiannya. "kyaaaa.. Beni... kamu kok nggak pake baju !! aku masih pakai toilet !!" kata Mery marah. "memangnya kenapa ? aku mau mandi." kata Beni santai. "ba..badanmu terlihat semua." kata Mery. "bagus ya ?" kata Beni. "aku ini perempuan." kata Mery. "huh.." kata Beni sembari masuk ke kamar mandi. Setelah selesai Beni langsung bersiap untuk pergi. "ciee.. yang mau kencan." goda Mery. "masih berani ngomong, sini ikut kamu !!" kata Beni. "nggak bisa Ben, aku lagi PMS." kata Mery. "PMS apa ? Pergi Mati Sana ?" kata Beni. "datang bulan Beni.." kata Mery. Kemudian Beni pun pergi mengajak Elisa sarapan.
"mau makan apa ?" tanya Beni. "kenapa sih cafe jaman sekarang nggak ada harganya semua menunya." kata Elisa dalam hati. "aku minum air putih aja, gratis kan ini." kata Elisa. "1 sandwich, 1 black coffee, 1 OJ." kata Beni. "eh.. tau dari mana." kata Elisa. "beberapa kali liat kamu pagi-pagi beli kopi di pinggir jalan sambil makan roti tawar." kata Beni. "oh.." kata Elisa malu. "aku ke toilet sebentar." kata Beni. Ketika di toilet, tanpa sengaja sebuah dompet terjatuh dari tas Beni. Beni memeriksa dompet itu. "dompet Elisa, kemarin terbawa di tasku." kata Beni. Beni melihat sebuah foto, fotonya bersama Elisa yang di tempel bersama. Kemudian foto itu di ambil dan di masukan ke dompet Beni.
Beni mengajak Elisa ke sebuah hotel. "partner bisnis ayahku menikah, aku jadi bestmen." kata Beni. "atas nama Beni Alexander. boxnya sudah di taruh di kamar 246. ini kartu kamar dan kupon breakfast dua orang." kata resepsionis hotel. "ini mau ambil baju baju di kamar sebentar, kamu mau ikut nggak ?" kata Beni. "boleh." kata Elisa. Mereka menuju kamar Beni. Setelah sampai di kamar, "aku telepon sebentar." kata Beni. "aku sudah menemukan kotaknya." kata Beni. "oke, keluarga pengantin sudah menunggu di ballroom, sebentar lagi akan dilakukan gladi resik." kata seseorang dari telfon. "hah ? gladi resik ? tapi aku ada urusan.. berapa lama ?" kata Beni panik. Sementara Beni menelfon, Elisa masuk ke dalam kamar, kemudian Elisa berbaring di tempat tidur. "sudah lama aku tidak merasakannya." kata Elisa. Tak berapa lama kemudian Elisa tertidur. Saat Beni masuk, "kenapa malah tidur." kata Beni. Beni mendekati Elisa. "terima kasih sudah menyukaiku Elisa." kata Beni. Kemudian Beni meninggalkan Elisa dan melakukan gladi resik.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian. "hah ! aku ketiduran ! jam berapa ini." kata Elisa ketika terbangun. "aku sudah tidur 5 jam." kata Elisa. Elisa melihat sekeliling dan tanpa sengaja melihat sebuah gaun tergantung. Elisa memeriksa ponselnya. Ada pesan dari Beni.
Beni : Elisa, tadi kamu ketiduran. aku pergi sebentar buat gladi resik.
Beni : kalau sudah bangun kasih tau, barang kali kesorean, aku jadi tidak bisa antar kamu pulang
Beni : apa kamu mau ikut party ? aku sudah belikan gaunnya kalau kamu mau.
Elisa : maksud kamu gaun yang ungu ?
__ADS_1
"tapi.. tau ukuranku dari mana ?" kata Elisa. Tiba-tiba Beni datang sambil berteriak. "bukan. sorry, yang ini gaun kamu." Beni menyerahkan gaun yang dibawanya. "kamu beli.. tiga ?" kata Elisa. "aku tidak tau ukuranmu." kata Beni. "emb.. ini.." kata Elisa menunjuk gaun ungu itu. "eh.. maaf itu punya Serly... aku.. terbiasa beli gaun buat Serly, rasanya aneh kalau tidak beli.. meskipun orangnya gak ada." kata Beni. "tapi rasanya aneh juga sekarang aku beli gaun buat kamu." kata Beni. "aneh ?" kata Elisa. "iya... tapi... menyenangkan..." kata Beni.