persahabatan dalam cinta

persahabatan dalam cinta
Selalu Bersama


__ADS_3

Sore itu sebelum Sam telepon, di kost Elisa. Mery datang ke tempat Elisa. "hai Mery !" kata Elisa membuka pintu. "Elisa..." kata Mery. "sini-sini.. Laila ini Mery, Mery ini Laila." kata Elisa memperkenalkan mereka berdua. "hai.." kata Mery. Laila terkejut melihat wajah Mery. "itu serius muka lu begitu ?" kata Laila. "kok jahat sih kamu.." kata Elisa memukul Laila. "aku kenalin ke kakakku deh biar mukamu di rombak." kata Laila. "gak ada gunanya, udah pernah nyoba dandan hasilnya tetap sama." kata Mery. "kulitmu halus ya.." kata Laila. "aku punya nih tutorial make up." kata Elisa. "apa ? apa sih ?" kata Laila. "kamu hobi dandan ya ? Elisa cantik sih." kata Mery. Kemudian handphone Elisa berbunyi, panggilan dari Sam.


Beberapa saat kemudian, Elisa mematikan teleponnya. Elisa menangis. "loh, kenapa El ?" tanya Laila cemas. "ada orang gila bilang ke Sam kalo aku suka ke bar buat mabuk. trus Sam ****, percaya aja sama tu orang." kata Elisa sedih. "hahaha..mabuk cinta maksudnya !!" kata Laila berusaha menghibur. "Laila ! uh, aku benci Sam.." kata Elisa. "lebih baik di omongin langsung sama Sam. kalo cuma lewat telepon takutnya lebih banyak salah pahamnya di banding kenyataannya." kata Mery. "hmm...iya, lagian hari ini Sam ulang tahun loh. kamu tega amat ngajak berantem hari ini, pasti sekarang anaknya lagi ngenes di pojokan." kata Laila. "hah ? hari ini Sam ulang tahun ?" kata Elisa terkejut. "orangnya lagi di cafe Louise tuh, Deket kan dari sini tinggal jalan." kata Mery. "udah sana,aku tadinya mau ketemu Sam, tapi kakak nggak bisa lama-lama jadi aku nggak bisa ikut. biar aku sama Mery disini aja sambil nunggu di jemput." kata Laila.


Kemudian Elisa pun berjalan ke cafe. "Elisa." kata Sam. "aku pergi dulu.." kata Beni. "jangan..lu disini aja, biar Elisa nya nggak marah-marah." bisik Sam. Elisa pun duduk di samping Sam. "maaf Elisa." kata Sam. "maaf Sam." kata Elisa juga. "eh.. aku yang salah.. nanya ke Elisa.. harusnya aku percaya kamu.." kata Sam. "aku juga salah.. langsung marah ke kamu." kata Elisa. "tapi aku bikin kamu nangis." kata Sam. Sementara Beni menonton drama mereka berdua dari samping. "it's okay Sam, cuma nanya kan, tapi malah aku ngomongnya kasar padahal aku udah janji." kata Elisa. Sam terharu mendengar perkataan Elisa. "terus terus ?" kata Beni. "lu kira lagi nonton sinetron !!" kata Sam kesal. "kamu mau ngomong apa tadi Elisa ?" lanjut Sam. "aku.. nggak seperti yang temen kamu ngomong Sam, dulu sekali kebetulan lewat bar. kamu tanya Alex deh, soalnya dia ada di sana bantuin aku waktu itu." kata Elisa menjelaskan. "Alex ?" kata Sam. "iya, waktu itu aku lagi ada masalah, dan aku... sendirian. dalam sekejap aku kehilangan semua orang. seperti sia-sia selama ini aku berusaha mendekatkan diri ke mereka." kata Elisa. "ta..tapi waktu itu aku ketemu Alex, dan Alex baik banget. ketika semua orang pergi meninggalkan aku, cuma dia yang datang dan bilang nggak akan tinggalin aku sendirian. mungkin Alex cuma kasian liat aku ngenes banget ya, tapi.. aku bersyukur banget ketemu Alex saat itu." kata Elisa menjelaskan. Sam dan Beni merasa di bohongi oleh Alex.

__ADS_1


"ah ya, Happy Birthday Sam." kata Elisa. "eh..kok tau ? thanks Elisa.." kata Sam. "nih buat kamu, Laila yang beli tapi Laila gak bisa datang kesini." kata Elisa. Kemudian Elisa menaruh lilin di cake itu. "ayo make a wish." kata Elisa. Kemudian mereka bertiga foto bersama. "ih yang ini di hapus aja, aku merem jelek ah, sini pinjem." kata Elisa sambil merebut ponsel Sam. "Elisa, aku punya permintaan boleh ?" kata Sam. Kemudian Sam menarik tangan Elisa dan Beni. "ayo ngomong !!" kata Sam. "ngomong apa ?" tanya Beni. "yang seharusnya lu ngomong ke Elisa tanpa gue minta." kata Sam. "maaf Elisa...kalo selama ini kata-kata yang keluar dari mulutku udah nyakitin kamu." kata Beni. "i..iya." kata Elisa. "jadi sekarang ada dua orang yang jagain kamu, kamu nggak akan pernah sendirian lagi Elisa." kata Sam. "aku sayang kalian berdua !! kita bertiga terus ya." kata Sam. "berempat sama Laila." kata Elisa. "Lima sama Mery." kata Beni. "kok gue tiba-tiba mual ya.." kata Sam. "ya udah, aku mau pulang udah malam." kata Elisa. "anterin Ben." kata Sam. "a..aku pulang sendiri aja." kata Elisa. "aku sekalian mau jemput Mery, dia masih di kost kamu kan ?" kata Beni. "sini aku ikut juga deh." kata Sam. "iya." kata Elisa. "terus gue musti anterin lu lagi gitu ?" kata Beni. "anter ke kampus nyet, motor gue masih di kampus.." kata Sam.


Setelah pulang, Elisa terus memikirkan kejadian hari ini. "aku senang bisa baikan sama Sam...tapi aku belum siap untuk menceritakan masa laluku.." celoteh Elisa. "dan Beni..tadi aku sudah takut Beni ngomong kasar lagi. Ben... aku sudah tanya Sam...Sam hanya menyukaiku sebagai teman, tidak lebih. kalau kamu...mungkin kamu kasar supaya aku menjauh dari kamu..karena Serly." gerutu Elisa lagi. "bisakah kita berteman baik saja." kata Elisa. Kemudian ponsel Elisa berbunyi, Mery mengirim pesan pada Elisa.


Elisa : jam 6 ? pagi sekali ya.

__ADS_1


Mery : iya, apa kamu biasanya belum bangun?


Elisa : udah kok, aku biasanya jam segitu jalan-jalan sekitar kost hehe.. oke see you Mery


Mery : see ya !!

__ADS_1


__ADS_2