
Sementara itu, Sam yang ingin menemui Elisa berjalan ke kelas Elisa. Melihat Elisa yang bahagia saat bercanda dengan Beni, Sam pun mengurungkan niatnya. "Sam, Elisa ada di kelas?" tanya Laila. "mau ke kantin dulu, ayo sini temenin." kata Sam sambil menarik Laila. "itu Elisa ! Eli.. " kata-kata Laila terhenti. Sam menutup mulut Laila, mencegahnya memanggil Elisa. "diem bawel, kamu gak liat tuh dia lagi ngobrol sama Beni?" kata Sam. "mmmm" Laila mencoba melepaskan diri. "iya liat, tapi kan aku pengen tau ngobrolin apaan.. lagian kamu gak papa Elisa sama Beni? ntar jadian loh.." sambung Laila. "apa hubungannya denganku? masa baru ngobrol sekali udah langsung jadian?" kata Sam. "iya ya. yang udah ngobrol dan jalan bareng beberapa bulan aja gak jadian." sindir Laila. Sementara itu di dalam kelas, "mereka kemana yah? di telepon gak ada yang angkat." kata Elisa. "jadi?" tanya Beni. "jadi pulang sendiri aja deh, kamu langsung pulang juga?" tanya Elisa. "iya. mau makan dulu !! mau ikut?" kata Beni. "boleh." kata Elisa.
Elisa pun mengajak Beni ke tempat dia biasa makan. "halo Uda.." sapa Elisa. "ah.. Elisa !! makan biaso kan?" kata pemilik warung Padang. "iya, kayak biasa.." kata Elisa. Melihat makanan Elisa yang hanya dengan sayur saja, Beni pun bingung. "biasa makan gitu? diet kamu?" tanya Beni. "hahaha.. hemat, soalnya udah tanggal tua." kata Elisa. Beni pun langsung memberikan daging miliknya pada Elisa. "jangan Ben, gak papa kok, biasanya juga gini." kata Elisa. "makan !!" perintah Beni. "iya.." kata Elisa. Mereka pun melanjutkan makan mereka. Setelah selesai Beni mengantar Elisa pulang.
"kostnya deket sini, aku jalan kaki aja." kata Elisa. "aku sekalian ambil mobil terus pulang kok." kata Beni. "Elisa !! hai darling !!" sapa Sharon. "ah.. hai Sharon.." kata Elisa. "apa kabar cantik? ini pacarnya? ganteng ya, udah lama jadiannya? boleh kamu cariin buat Laila yang kayak begini?" kata Sharon tanpa henti. "eh.. bukan pacar kok." kata Elisa menjelaskan. "masa? kenapa gak pacaran aja? kalian cute banget loh !! ihh lucu !!" kata Sharon. "kamu masih kuliah? mesti cepet-cepet cari gebetan !! kalo udah kerja, gak ada waktu lagi buat cari pacar loh.." kata Sharon. "i.. iya.." kata Elisa bingung. "yang ganteng udah di ambil orang, sisanya tinggal yang jelek. kan sayang banget, kamu kan cantik." lanjut Sharon. Beni mulai kesal mendengar Sharon bicara tanpa henti. Beni pun memikirkan sebuah cara agar Sharon cepat pergi. "udah Elisa ngaku aja, saya pacarnya. Barusan jadian." kata Beni sambil memeluk Elisa. Mendengar perkataan Beni, wajah Elisa memerah.
"waaahh.. selamat ya kalian !! Elisa baru jadian, makanya Masi malu ya? ih gemes !" kata Sharon. "tapi.." kata Elisa berusaha menjelaskan. "nanti kalo udah lama, minta di beliin ini ya !! nih liat, bagus kan? so pretty !! pink diamond." kata Sharon sambil menunjukan cincinnya. "mana? ini palsu !!" kata Beni. Mendengar perkataan Beni, Sharon menjari kesal. "kurang ajar !! aku pergi dulu !! mau gua samperin tokonya !! bye Elisa !! bye ganteng !!" kata Sharon. Beni merasa lega karena akhirnya Sharon pergi juga. "emang palsu? kok kamu tau?" tanya Elisa. "gak tau, biar cepet pergi aja !!" kata Beni. "siapa sih? kenalan kamu?" tanya Beni. "itu kakaknya Laila." kata Elisa. "hmmmbb.. pantesan.." kata Beni. Tiba-tiba Beni tersadar bahwa dia masih memeluk Elisa. "ah.. maaf Elisa." kata Beni. "it's ok." kata Elisa merona. Kemudian Beni mengantar Elisa sampai ke depan kostnya. "bye.." kata Beni. "thanks Ben.. bye.." kata Elisa. Elisa terus memandang Beni yang pergi menjauh. "cie.. di anter pacarnya ya neng?" kata pak satpam sekitar kost Elisa. "ah Abang bisa aja !!" kata Elisa malu. Setelah masuk ke dalam, Elisa mendapat pesan dari Sam.
__ADS_1
Sam : Elisa.
Elisa : ya Sam?
Sam : kamu dimana? tadi telpon?
Sam : oh.. udah di kost ya?
__ADS_1
Elisa : iya, Sam...
Sam : ya?
Elisa : besok aku mau ngomong sesuatu.
Di tempat lain, "udah? percaya? udah sampe kost?" tanya Beni. "cuma mau mastiin kok.." jawab Sam.
__ADS_1