
Secara tak sengaja Elisa mendengar percakapan Beni dan gadis itu. Kemudian Elisa pun langsung bergegas ke kelas. "Elis.. udah belajar belum? hari ini ada kuis loh !!" kata Laila. "udah !! aku siapin semaleman." kata Elisa sambil mencari bahan materi di dalam tasnya. "haaahh.. ketinggalan !!" kata Elisa panik. "apanya?" tanya Laila. "catatan.. rangkuman.. kisi-kisi.. udah di buat, tapi belum di hafal.. aduh gimana nih" kata Elisa tambah panik. "hahaha.. makanya kalo belajar itu tiap hari, jangan cuma semalem !!" kata Laila. Akhirnya Elisa belajar seadanya dengan bantuan Laila. Dan mendapatkan nilai jelek dalam kuis. Karena nilainya yang rendah, Elisa pun dipanggil oleh kepala jurusan. Akhirnya Elisa pun belajar terus menerus selama UAS agar tidak ada nilai mata kuliah yang mengulang. Setelah UAS berakhir, Elisa sempat berfikir, sebenarnya dia kuliah untuk belajar atau cari pacar.
__ADS_1
Awal semester baru. Pagi itu Elisa diam-diam memperhatikan Beni dari jauh. "morning Elisa" sapa Sam. "hai Sam." kata Elisa. Sudah lama sejak mereka berkenalan dan masih di friendzone. Karena Elisa merasa Sam memang ramah pada semua orang dan tidak memiliki perasaan padanya. "ngapain kamu disitu?" tanya Sam. "nungguin kamu lah.." kata Elisa berusaha menutupi. "semoga kali ini kita sekelas ya.." harap Sam. "hahaha... kalo pisah kelas kan bisa kangen.." gurau Elisa. "Elisa kangen sama aku ya kalo pisah kelas." kata Sam baper. Elisa terkejut, tak disangka Sam menganggap serius candaan Elisa. Kemudian Laila datang, "morning" kata Laila. "kenapa sih datangnya gak 2menit lagi aja.." kata Sam kesal. "memangnya kenapa?" tanya Laila bingung. "Elisa kangen kok sama Sam kalo kita pisah kelas.." kata Elisa. "Laila juga.." sahut Laila. "haha.. udah ilang momennya, udah males dengernya." kata Sam. Mereka pun menuju papan pengumuman untuk melihat pembagian kelas. Mata Elisa tertuju pada nama Beni yang berada di bawah namanya. "kita gak sekelas.." kata Sam kecewa. "kita berdua dan Elisa sendirian." sambung Laila. Di tempat lain, Beni juga berjalan menuju papan pengumuman. "sudah beberapa bulan, tetap tidak ada kabar, semakin hari bayangan wajahmu semakin hilang.." gumam Beni. "apakah aku menunggu sesuatu yang tidak mungkin terjadi." kata Beni. Beni melihat Sam dan Laila yang pergi ke kelas mereka. Beni pun menuju ke kelasnya setelah melihat papan pengumuman. Dia melihat Elisa duduk sendirian. Beni berfikir akan duduk di sampingnya, tapi Beni teringat pada semua wanita yang salah mengartikan kebaikannya. Tapi Beni tengah berusaha untuk mendapat teman. Akhirnya dia pun menghampiri Elisa. "Elisa, kamu gak sekelas sama mereka. boleh aku duduk sini?" kata Beni. "eh.. boleh" kata Elisa. Elisa merasa canggung berdua dengan Beni. Dia pun mencoba bicara padanya. "kamu udah makan?" tanya Elisa. "belum, kamu laper?" kata Beni. "emb.. gak sih." kata Elisa. Beni mengambil Snack yang ada di tasnya dan memberikannya pada Elisa. "hahaha.. kamu aneh, udah umur berapa masih suka beginian?" kata Elisa sambil tertawa. "ini coba dulu." kata Beni. Mereka pun memakannya bersama. "enak?" tanya Beni. "terus dalemnya ada mainannya gitu?" tanya Elisa. "iya, princess and the frog." kata Beni. "enak gak? coklatnya meleleh di mulut. ini buat kamu." kata Beni sambil memberikan mainan itu ke Elisa. Elisa terharu hanya dengan mainan itu.
__ADS_1
Melihat mainan itu, Beni teringat masa kecilnya. Sepuluh tahun yang lalu, "hwaaaa... rusak" kata Serly. "apa sih ! itu aku benerin bukan rusakin !" kata Beni. "tapi di coret-coret." kata Serly. "bagus dong, tiap mancing dapetnya Ben, bukan kodok !" kata Beni. Serly yang kesal memakan coklatnya dan menyuapi Beni juga. "udah gak marah nih?" tanya Beni. "masih marah, diem kamu." kata Serly. "coklatnya enak Serly." kata Beni sambil memeluk Serly. Beni teringat saat dia bersama Serly. "aku juga punya kodok di kost." kata Elisa membubarkan lamunan Beni. "haha.. siapa yang aneh sekarang." kata Beni. "kodoknya ada trus di belakang rumahku, tiap aku sedih kodoknya nyanyi." kata Elisa. "kodoknya seneng kamu sedih, sampe nyanyi gitu?" tanya Beni bingung. "maksudnya nyanyi kan menghibur.." kata Elisa menjelaskan. Beni pun tertawa. "ngomong-ngomong kamu udah jadian sama Sam?" tanya Beni tiba-tiba. "hah?" kata Elisa terkejut. "aku? Sam? nggak ! kok kamu bisa ngomong gitu?" kata Elisa bingung. "oh.. gak ya? kirain jadian.. tiap habis kuliah pulang bareng, meskipun hari itu Sam gak ada kuliah?" kata Beni memperjelas. "hah? oh iya ya." kata Elisa. Elisa langsung kepikiran dengan Sam.
__ADS_1