
"Laila! apaan sih?" kata Elisa kesal. Laila merasa bersalah dan mencoba memberi tahu Elisa tentang luka Beni dengan menunjuknya. "Aaaaaa... maaf maaf, aku gak sengaja! ka.. kamu gak apa-apa ? ini aku bawa plester, aku tempel ya..." kata Elisa panik. "cieee yang lagi modus" goda Laila. "modus apaan, ini kepalanya berdarah!!" kata Elisa cemas. "udah gapapa kok... thanks!!" kata Beni. Tiba-tiba HP Beni berbunyi.
Meri : maaf Ben, aku baru bisa kesana 6 bulan lagi.
__ADS_1
Beni : ha? 6 bulan? lama banget? terus aku ngapain disini sendirian.
Meri : ya cari temen lah biar gak sendirian.
__ADS_1
Mereka pun berjalan ke kelas bersama. Di tengah jalan mereka bertemu dengan beberapa cewek yang menggoda Beni. "loh Beni, kamu kan baru masuk? kok udah banyak kenalan?" tanya Laila. "cewek-cewek yang tadi itu?" tanya Beni. "iya.. kamu kenal?" tanya Laila lagi. "gak. ngomong-ngomong kamu siapa ya?" kata Beni. "kan kemaren udah ketemu di depan kelas." kata Laila kesal. "hahaha.. bercanda kok. kamu yang kemaren sama Sam kan? tapi nama kamu siapa ya?" kata Beni. Laila semakin kesal mendengar kata-kata Beni. "8x12 berapa?" kata Elisa berusaha mengalihkan pembicaraan. "96" jawab Beni. "pake kalkulator?" tanya Elisa. "gak." kata Beni. "kalo 9x96?" tanya Elisa lagi. "864" jawab Beni. "kok bisa? asal tebak ya?" kata Elisa memastikan. "coba urung, 9x96\= (90x9)+(9x6)\= 810+54\= 864" kata Beni menjelaskan. "wah.. pinter.." kata Elisa dan Laila kagum. Kemudian Beni melihat ke dalam tasnya dan menyadari bahwa dompetnya tidak ada. Beni pun kembali ke kantin untuk memeriksa. Di dalam kantin, Sam bingung melihat Elisa dan Beni yang tidak ada di tempat mereka duduk tadi. Dan Sam melihat dompet yang tergeletak di tempat Beni duduk tadi. Sam pun melihat ke dalam dompet untuk memastikan pemiliknya. Dan tanpa sengaja melihat foto Beni bersama cewek. Dan Sam berfikir bahwa itu pacar Beni. Sam pun merasa lega karena tidak memiliki saingan untuk mendapat cinta Elisa. Kemudian Beni datang menghampiri Sam. "Sam, liat dompet gak?" tanya Beni. "ada nih! yang lain mana?" tanya Sam. "udah pada ke kelas! duluan ya!!" kata Beni. "oke." kata Sam.
Akhirnya kelas siang itu berakhir. Elisa pun keluar dari kelas. "mau kemana?" tanya Laila. "cari Sam, mau pulang bareng!" kata Elisa. Elisa bergegas ke kantin untuk memastikan Sam masih disana atau tidak. Elisa melihat Sam tengah dikerumuni beberapa cewek disana. "Sam populer ya." kata Elisa. "iya, udah dari SMA. Dia baik banget ke semua orang." kata Laila. "oh.. dia memang baik ke semua orang." kata Elisa sedikit kecewa. Karena Elisa sempat berfikir Sam menyukainya. Elisa berfikir sambil menatap Sam dari jauh. Sam pun melihat Elisa dan menghampirinya. " udah ya, mau pergi sama yang manis nih.." kata Sam. Sam berjalan ke arah Elisa. "ayo pulang!" kata Sam. Sam pun mengantar Elisa sampai di depan kostnya. "bye Elisa." kata Sam. "bye Sam." kata Elisa.
__ADS_1
Tak terasa sudah lewat beberapa bulan dari mereka masuk kuliah. Malam itu, di dalam kamar kostnya, Elisa sedang belajar. "uh... besok ada kuis." gumam Elisa. Kemudian Elisa membuka HPnya dan melihat prof-pic Beni. Itu membuat Elisa menjadi semangat belajar. keesokan harinya, "semoga hari ini bisa dapet nilai bagus." kata Elisa. Ketika Elisa akan memasuki kampus, dia melihat Beni di belakang gerbang bersama dengan seorang cewek. "eh.. itu kan Beni." kata Elisa sembari sembunyi. Dan tak sengaja mendengar percakapan mereka. "aku suka padamu" kata gadis itu. "maaf... aku tidak bisa." kata Beni menolak. ini adalah wanita ke-empat yang di tolak oleh Beni dalam beberapa bulan ini.