persahabatan dalam cinta

persahabatan dalam cinta
mengenal kamu


__ADS_3

Elisa terkejut melihat Beni disana. Elisa berusaha mengabaikan Beni. Ketika Elisa semakin jauh, "Elisa." panggil Beni. "ngapain kamu kabur." kata Beni. "eh.. katanya suruh jauh-jauh." kata Elisa. "kemarin kemana? kenapa langsung pulang?" tanya Beni. "gak ada tanggung jawabnya, nih tugas kamu." kata Beni sambil memberikan tugas pada Elisa. "ini kan gara-gara kamu." kata Elisa dalam hati. "apa ini?" tanya Elisa. " tugas kelompok, udah selesai semua, ayo sambil jalan aku jelasin." kata Beni. "hah? emang kita satu kelompok?" tanya Elisa. "makanya jangan maen pulang aja sebelum kuliah selesai." kata Beni. Beni menjelaskan tentang tugas mereka pada Elisa sembari berjalan menuju kampus.


"udah, itu aja yang harus di hafalin buat presentasi." kata Beni. "iya, maaf udah ngerepotin dan makasih udah dibuatin tugasnya." kata Elisa merasa bersalah. Sam mengintip kelas Elisa dan Beni. "tuh, kayaknya Sam nyariin kamu." kata Beni. Kemudian Beni memberikan coklat pada Elisa. "nih, kasi ke Sam." kata Beni. "oh, oke." kata Elisa. "semoga mereka berdua baik-baik aja." kata Beni dalam hati. "Sam." panggil Elisa sembari menghampirinya. "hei." kata Sam. "maaf ya kemaren ketiduran trus paginya kesiangan, jadi lupa bales LINE-nya, udah gak marah dari kemarin kok, maaf ya Sam." kata Elisa menjelaskan. "oh, gapapa kok. kemarin aku juga sibuk kok jadi gak terlalu merhatiin, nanti pulang bareng ya?" kata Sam. "oh.. sibuk apa?" tanya Elisa. "itu.. si Beni ada tugas yang gak bisa, minta diajarin." kata Sam mencari alasan. "gak kebalik tuh." kata Elisa dalam hati. "ini buat kamu." kata Elisa memberikan coklat dari Beni tadi. "eh.. thanks.." kata Sam. Galau Sam semalam langsung hilang hanya dengan sebungkus coklat.

__ADS_1


Kemudian Mery lewat di depan Elisa dan Sam. "Mery." kata Beni. Beni mengajak Mery masuk ke dalam kelas. Elisa terkejut melihat kedekatan mereka. "i.. itu pacarnya Beni yang kamu bilang itu?" tanya Elisa. "iya, emang kenapa?" kata Sam. "nggak kenapa-kenapa kok.. cuma nanya .." kata Elisa. " hahaha... bukan kok.. itu Mery sepupunya Beni, kemarin baru balik dari Korea." kata Sam menjelaskan. "oh.." kata Elisa lega. "kamu nggak apa-apa?" tanya Sam. "iya gak papa kok, thanks Sam." kata Elisa. "Elisa ternyata masih ngarep ini Beni ya." kata Sam dalam hati. "ternyata aku emang gak begitu mengenal Beni ya, Beni punya sepupu aja aku gak tau. kenapa aku bisa suka sama Beni." kata Elisa. "suka kan gak perlu pake alesan." kata Sam. "aku juga dulu gak terlalu kenal sama Elisa." lanjut Sam. "hmmmbb.. iya ya.." kata Elisa tanpa berfikir makna kata-kata Sam. Kemudian Elisa mengerti maksud Sam. "memangnya Sam suka sama aku?" tanya Elisa. "ahahaha.. iya, aku suka sama Elisa." kata Sam sambil tertawa. "gombal aja terus kamu, sana tuh gombalan Mery." kata Elisa. "kalau sama Mery mulutku aku kunci.. kuncinya aku buang ke laut.." kata Sam. "ih.. jahat.. udah dulu ya.. ada yang harus aku hafalin buat presentasi." kata Elisa. " oke." kata Sam.


Setelah kelas berakhir. "ini Mery, sepupuku. karena baru pindah dia ikut kelompok kita. ini soal, aku pergi cari buku referensi sekalian fotokopi, kamu kerjain bagian ini." kata Beni menjelaskan. "i.. ini kita satu kelompok lagi?" tanya Elisa. "hai.." sapa Mery. Elisa melihat soal yang diberikan Beni. Setelah melihat soal itu, Elisa merasa pusing memikirkannya. "hah? apa ini?! definisi, metode, esensi, komunikasi, fungsi.. Mery ngerti nggak?" tanya Elisa. "um.." kata Mery berfikir keras. "aku bantu kipasin aja sini, cuacanya panas sekali hari ini ya.. hehe.." kata Mery. "ini bener sepupuan atau bukan.." kata Elisa dalam hati. Elisa pun berusaha mengerjakan semampunya. Beberapa saat kemudian Beni datang. "di luar panas !! mana? udah selesai?" tanya Beni. Elisa memberikan tugas yang dia kerjakan. Beni memeriksanya. "ini salah semua.ni kan baru di ajarin kemarin di kelas, jawabannya udah ada semua di buku." kata Beni. "maaf, kan kemaren aku pulang duluan." kata Elisa. "makanya kan.. " kata Beni. "jangan pulang duluan sebelum kuliah selesai kan?!! iya !!" kata Elisa menyela kata-kata Beni. "kamu yang pinter, kamu aja yang kerjain sini !!" kata Mery sambil menarik Beni. Kemudian Beni pun mengerjakannya. "aku mau ke toilet bentar.." kata Elisa.

__ADS_1


"selesai..!!" kata Elisa lega. "sini coba aku liat." kata Beni. bukan yang ini !! salah !!" kata Beni panik. "aduh.. salah kasi kertas." kata Beni dalam hati. "hah? kamu bilang ketimun yang itu tadi.." kata Elisa ikut panik. "trus kenapa gak pake di cek dulu? masa gak tau bukan yang itu yang harus di ketik." kata Beni. "apakah Ben !! kamu yang salah kasi kamu yang marah !!" kata Mery kesal. "ya sudah lah !! sini aku ketik lagi." kata Elisa. Elisa pun mengulang dari awal ketikannya. "udah !!" kata Elisa. "mana ?! hmb.. ya bener lah, aku pergi print dulu, mana hp ?" kata Beni. Mery dan Elisa membantu Beni mencari HP-nya. tiba-tiba, "ituuu...!!" teriak Mery. "hah?" Beni dan Elisa terkejut. Beni yang sedang memegang laptop pun jatuh karena kaget. "Haahh... laptopku !!" teriak Elisa histeris. Beni memeriksa laptop itu. "rusak !!" kata Beni. Elisa menahan tangisnya. "aku coba bawa ke tempat servis, kalo gak bisa aku ke tempat print aja pinjem komputer. kalian berdua pulang aja dulu." kata Beni. "kok ini manusia bisa perhatian juga ya.." kata Elisa. "disini nggak ada gunanya juga, cuma nyusahin." kata Beni. Beni pergi ke tukang servis. "susah banget sih mau kerja kelompok aja." kata Elisa. "sabar ya Elisa, Beni emang galak, tapi anaknya baik kok.." kata Mery berusaha menghibur. "baik ?? kayaknya dia benci banget sama aku." kata Elisa. "ya benci, benar-benar cinta." kata Mery. "hus !! kata Sam, udah punya pacar.." kata Elisa. "belum.. eh udah sih.. tapi nggak juga sih.." kata Mery. "aku ceritain deh sambil beresin meja yuk." sambung Mery.


Beni pergi ke tempat servis laptop untuk memperbaiki laptop Elisa. "nggak bisa di benerin, ini monitornya aja udah retak." kata tukang servis. "ya udah, beli aja yang persis sama ini." kata Beni. "yah.. udah nggak ada lagi, ini laptop jaman batu mas. ini ada keluaran baru, sama kok casingnya, cuma beda specnya aja." kata tukang servis. "ya udah beli yang itu." kata Beni.

__ADS_1


__ADS_2