persahabatan dalam cinta

persahabatan dalam cinta
Maaf ini salahku


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Mery mengenai Serly, Elisa merasa sedih hingga menangis. "jadi, udah bagus sekarang Beni udah mau masuk kuliah lagi setelah bolos selama sebulan. berarti, dia perlahan mulai bisa menerima kejadian yang menimpa Serly." kata Mery panjang lebar. "pantesan Beni nggak bisa bilang kalo udah punya pacar." kata Elisa. "kasih waktu buat Beni ya.. soalnya dia nggak pernah lepas dari Serly seumur hidupnya dari kecil." kata Mery. "iya.." kata Elisa.

__ADS_1


Tak lama kemudian Beni kembali ke kampus. "kalian belum pulang?" tanya Beni. "ini laptopnya udah bener, tapi datanya ilang semua, ada yang penting nggak?" kata Beni berbohong. "emm.. nggak ada yang penting kok, makasih ya Ben." kata Elisa. "ayo pulang Mery." kata Beni. Beni dan Mery meninggalkan Elisa. "Beni, aku perlu ke admin sebentar.. ambil jadwal." kata Mery. "oke.. aku tunggu di mobil." kata Beni. Tanpa sengaja Beni melihat Sam dan Elisa. Tanpa sadar Beni terus memperhatikan mereka. "Beni.. udah, ayo pulang.." kata Mery. Beni masih tetap memperhatikan Elisa dari spion mobilnya, sampai tidak fokus pada jalan dan hampir menabrak. "kyaaa...!! kami liat kemana Ben !! aku masih mau hidup !! aku belum merrid !!" kata Mery marah. "sorry.." kata Beni. Tanpa sengaja Mery melihat laptop Elisa di jok belakang mobil Beni. "itu kan laptop Elisa." kata Mery dalam hati.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian adalah hari terakhir masuk kuliah sebelum libur.di hari terakhir masuk kuliah Elisa mendapat bimbingan. "sifat gaya, penjumlahan gaya, penjumlahan secara grafis dan analisis, rangkuman modul II Elisa yang kerjakan, sekalian urutan penjumlahannya dan contoh soal penjumlahan gaya." kata wakil dosen. "nggak ngerti ngomong apa.. ngomongnya gak kelar-kelar.." kata Elisa dalam hati. "aduh.. kepingin ke toilet." gerutu Elisa dalam hati. "udah?" tanya Elisa. "udah." kata wakil dosen. Elisa pun langsung berlari meninggalkan wakil dosen itu. Ketika Elisa membuka pintu, Beni sedang berdiri di balik pintu. Tanpa sengaja pintu itu mengenai kepala Beni. "kok kayaknya tadi kena sesuatu ya, bodi amat ah.." kata Elisa sambil terus berlari menuju toilet.

__ADS_1


Elisa bergegas menuju ruang medikal. Ketika sampai di ruang medikal, Elisa berpapasan dengan Sam. "Elisa." kata Sam. Kemudian mereka masuk bersama. "hei bro.." kata Sam. "what's up?" tanya Sam. "ada orang gila buka pintu gak lihat-lihat !" kata Beni. "kalo gini baru orang percaya kalo kalian sepupuan." kata Sam. "udah nggak ada kuliah?" kata Beni mengalihkan pembicaraan. "nggak, mau lanjut nonton ntar malam?" kata Sam. "hah? udah ada yang baru?" kata Beni. tiba-tiba Mery tersadar kata-kata Sam tadi. "maksudmu mukaku bonyok?" kata Mery kesal. "Ben." panggil Elisa. "sakit ya? udah di kasih obat semua? perlu di kompres nggak? aku buatin air panas ya?" kata Elisa merasa bersalah. "nggak usah." kata Beni. "AC nya terlalu dingin nggak? mau tambah selimut?" lanjut Elisa. "di kantin ada yang jual sup ayam.." kata Elisa. "Elisa, kan udah di bilangin, kasi waktu buat Beni.." kata Mery. "Bu..bukan begitu Mery, tadi kayaknya aku yang buka pintu kena kepalanya Beni.." kata Elisa menjelaskan. "wkwkwkwk.." Mery tertawa keras. "berisik !! keluar sana semua !!" kata Beni. "ya udah, ayo sini keluar Sam." kata Mery. "kok cuma gue?" kata Sam. "kamu lapar nggak?" kata Elisa. "bisa diem nggak? kamu keluar juga sana." kata Beni. "aku cuma khawatir aja sama kamu, apa gitu aja nggak boleh?" kata Elisa. "boleh.. tapi perhatian kamu nggak ada artinya buat aku. stop wasting your time.. Elisa." kata Beni. "yang seharusnya kamu perhatikan itu orang selalu ada di samping kamu." lanjut Beni. Elisa memukul Beni karena kesal. "aduh !! kamu kok mukul beneran sih, sakit." kata Beni. Elisa merasa bersalah. kemudian Elisa pun keluar. "maaf Elisa.. aku sudah berusaha buat nggak peduli padamu.. tapi kenapa susah sekali." kata Beni dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2